Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

7 Makanan yang Sebaiknya Tidak Dikonsumsi bersama Suplemen Magnesium

7 Makanan yang Sebaiknya Tidak Dikonsumsi bersama Suplemen Magnesium
ilustrasi suplemen magnesium (pexels.com/Odin Mcraig)
Intinya Sih
  • Magnesium penting untuk tekanan darah, fungsi otot, dan tidur, namun penyerapan bisa terganggu jika dikonsumsi bersamaan dengan makanan tertentu.
  • Bayam, kacang-kacangan, tahu, kopi, soda, alkohol, dan produk susu dapat menghambat penyerapan magnesium karena kandungan oksalat, fitat, kafein, asam fosfat, atau kalsium.
  • Agar manfaat suplemen maksimal, konsumsi magnesium terpisah beberapa jam dari makanan atau minuman tersebut dan dukung dengan pola makan seimbang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Magnesium adalah mineral yang dibutuhkan tubuh untuk mengatur tekanan darah, respons stres, dan fungsi otot serta saraf. Mengonsumsi suplemen magnesium dapat membantu memenuhi kebutuhan harian akan nutrisi penting ini, serta dapat memperbaiki tekanan darah tinggi, meredakan sakit kepala, dan mendukung tidur nyenyak.

Magnesium dapat dikonsumsi kapan saja, dengan atau tanpa makanan. Namun, sebaiknya hindari mengonsumsi suplemen magnesium dengan makanan dan minuman tertentu, karena dapat mengganggu penyerapan magnesium oleh tubuh. Ini dia makanan dan minuman yang sebaiknya tidak dikonsumsi bersama suplemen magnesium.

Table of Content

1. Bayam

1. Bayam

Bayam kaya akan nutrisi, tetapi juga tinggi oksalat. Oksalat mengikat magnesium di usus sehingga lebih sedikit yang diserap oleh tubuh.  Bayam juga mengandung fitat, yang dapat sedikit mengganggu penyerapan magnesium, meskipun pengaruhnya terhadap mineral seperti zat besi dan zink lebih kuat.

Memasak atau memfermentasi bayam dapat mengurangi senyawa ini. Namun, untuk mendapatkan manfaat maksimal, sebaiknya konsumsi suplemen sebelum atau setelah makan banyak bayam.

2. Kacang-kacangan

Kacang-kacangan dapat sedikit mengurangi penyerapan magnesium karena adanya asam fitat dan jenis serat tertentu. Meskipun fitat terutama memengaruhi penyerapan zat besi dan zink, tetapi fitat juga dapat sedikit memengaruhi magnesium.

Beberapa serat dalam kacang-kacangan sebenarnya dapat membantu penyerapan magnesium, sehingga efek keseluruhannya minimal. Memasak, merendam, atau menumbuhkan kecambah kacang-kacangan dapat menurunkan kadar fitat dan meningkatkan penyerapan mineral.

Untuk mengoptimalkan penyerapan, pertimbangkan untuk mengonsumsi suplemen magnesium beberapa jam sebelum mengonsumsi makanan yang kaya akan kacang-kacangan.

3. Tahu

Tangan seseorang sedang memotong tahu di atas talenan kayu dengan pisau, disertai mangkuk kecil berisi kecap dan bumbu di meja dapur.
ilustrasi memotong tahu (unsplash.com/Karolina Grabowska)

Tahu, produk kedelai, mengandung fitat—senyawa yang dapat mengikat magnesium dan sedikit mengurangi penyerapannya.

Meskipun penelitian pada manusia belum secara konsisten menunjukkan efek yang signifikan dari tahu terhadap kadar magnesium, tetapi ada baiknya mengonsumsi suplemen magnesium secara terpisah dari tahu untuk memastikan penyerapan yang lebih baik. Ini terutama jika asupan magnesium kamu secara keseluruhan rendah.

4. Kopi

Kopi mengandung kafein yang bertindak sebagai diuretik ringan dan dapat menyebabkan kehilangan magnesium melalui peningkatan frekuensi buang air kecil.

Mengonsumsi kopi dalam jumlah besar bersamaan dengan suplemen magnesium mungkin sedikit mengurangi jumlah yang diserap oleh tubuh.

Untuk memaksimalkan penyerapan magnesium, pertimbangkan untuk menunggu satu hingga dua jam setelah mengonsumsi kafein sebelum mengonsumsi suplemen.

5. Soda

Soda mengandung asam fosfat, senyawa berbasis fosfor yang mengikat magnesium dan membentuk senyawa yang tidak dapat diserap oleh usus. Ini mengurangi jumlah magnesium yang tersedia bagi tubuh.

Asam fosfat juga dapat mengganggu penyerapan kalsium. Kalsium dan magnesium sangat penting untuk kesehatan tulang, dan terlalu banyak minum soda dapat menyebabkan masalah tulang seperti peningkatan risiko patah tulang.

Untuk mendukung penyerapan mineral yang optimal dan kesehatan tulang secara keseluruhan, sebaiknya batasi asupan soda dan hindari minum soda saat mengonsumsi suplemen mineral.

6. Alkohol

Beberapa botol minuman beralkohol dan shaker logam diletakkan di atas meja bar dengan latar belakang ubin hitam.
ilustrasi minuman beralkohol (pexels.com/ Kebs Visuals)

Alkohol dapat mengurangi kadar magnesium dengan berbagai cara. Alkohol meningkatkan kehilangan magnesium melalui urine, mengurangi penyerapan di usus, dan dengan penggunaan kronis, dapat merusak ginjal.

Konsumsi alkohol yang berlebihan sangat terkait dengan kadar magnesium yang rendah. Untuk memaksimalkan penyerapan magnesium, konsumsi suplemen bersamaan dengan makan dan hindari alkohol jika kamu kekurangan magnesium atau sedang mengonsumsi suplemen magnesium.

7. Produk susu

Kalsium bersaing dengan magnesium untuk penyerapan di usus. Mengonsumsi banyak kalsium bersamaan dengan magnesium dapat menurunkan jumlah magnesium yang diserap.

Beberapa makanan yang merupakan sumber kalsium, termasuk susu, keju, yogurt, makanan yang diperkaya kalsium, dan suplemen kalsium.

Jika kamu mengonsumsi suplemen magnesium dan kalsium dalam dosis tinggi, memisahkannya setidaknya beberapa jam mungkin lebih baik.

Jadi, untuk mendapatkan hasil maksimal dari suplemen magnesium, pisahkan dari makanan dan minuman ini sebisa mungkin dan padukan suplemen magnesium dengan diet dan gaya hidup sehat dan seimbang.

Referensi

Health. Diakses pada Mei 2026. "5 Foods You Should Never Mix With Magnesium."

Verywell Health. Diakses pada Mei 2026. "7 Foods to Avoid Mixing With Magnesium Supplements."

Share Article
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F

Related Articles

See More