Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mitos atau Fakta: Sering Kesemutan Tanda Kolesterol Tinggi

Mitos atau Fakta: Sering Kesemutan Tanda Kolesterol Tinggi
ilustrasi tangan kesemutan (freepik.com/wirestock)
Intinya Sih
  • Kesemutan tidak selalu menandakan kolesterol tinggi, bisa juga disebabkan oleh faktor lain seperti posisi tubuh atau gangguan saraf akibat diabetes tipe 2.

  • Kolesterol tinggi dapat memicu penumpukan plak di pembuluh darah yang menghambat aliran darah, dan dalam jangka panjang bisa menyebabkan kesemutan atau mati rasa.

  • Pada kasus hiperkolesterolemia familial, kadar kolesterol tinggi sejak lahir dapat menimbulkan timbunan lemak di tendon yang menekan saraf dan memicu sensasi kesemutan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Artikel ini telah ditinjau secara medis oleh
dr. Rezky Aulia Nurleili, Sp.PD

Sering merasa kesemutan di tangan atau kaki, lalu langsung curiga kolesterol naik? Anggapan ini cukup populer di masyarakat, bahkan kerap dijadikan “alarm” bahwa tubuh sedang tidak baik-baik saja. Padahal, kesemutan bisa muncul karena banyak hal, mulai dari posisi tubuh yang salah hingga gangguan saraf. 

Lalu, apa benar sering kesemutan merupakan tanda kolesterol tinggi, atau justru hanya mitos yang terlanjur menyebar dan dipercaya? Yuk, pahami hubungan kolesterol tinggi dan kesemutan!

Table of Content

1. Kolesterol tinggi bukan penyebab langsung kesemutan

1. Kolesterol tinggi bukan penyebab langsung kesemutan

Kolesterol tinggi dikenal sebagai kondisi “diam-diam” karena jarang menimbulkan gejala langsung, termasuk kesemutan. Namun, kolesterol sering berkaitan dengan penyakit lain yang justru bisa memicu sensasi kebas atau seperti ditusuk jarum. Salah satunya adalah diabetes tipe 2.

Pada orang dengan diabetes tipe 2, profil lemak darah kerap terganggu, ditandai dengan trigliserida yang meningkat, kadar kolesterol HDL (kolesterol baik) yang menurun, dan LDL (kolesterol jahat) yang lebih tinggi.

Diabetes itu sendiri bisa menyebabkan kerusakan saraf yang dikenal sebagai neuropati perifer, yakni kondisi saraf yang memicu kesemutan, mati rasa, atau rasa terbakar, terutama di tangan dan kaki. 

Jadi, jika kesemutan sering terjadi bersamaan dengan gangguan gula darah, kemungkinan besar penyebab utamanya adalah kerusakan saraf akibat diabetes, bukan kolesterol tinggi secara langsung.

2. Efek jangka panjang kolesterol tinggi menyebabkan kesemutan

Ilustrasi kadar kolesterol HDL dan LDL dalam tubuh.
ilustrasi kolesterol dalam tubuh (vecteezy.com/Narupon Promvichai)

Kolesterol tinggi pada dasarnya tidak serta-merta menyebabkan kesemutan, tetapi efek jangka panjangnya bisa berperan. Kadar kolesterol yang terus tinggi bisa memicu penumpukan plak di dinding pembuluh darah atau aterosklerosis, sehingga aliran darah menjadi lebih sempit dan terhambat. 

Kondisi ini berisiko berkembang menjadi berbagai penyakit pembuluh darah, seperti penyakit jantung koroner, penyakit arteri karotis, hingga penyakit arteri perifer. Ketika aliran darah ke jaringan, termasuk saraf, tidak optimal, keluhan seperti kesemutan atau mati rasa bisa muncul. 

Artinya, kesemutan yang dikaitkan dengan kolesterol biasanya bukan akibat langsung, melainkan tanda lanjutan dari gangguan pembuluh darah yang sudah terjadi dalam jangka panjang.

3. Kolesterol tinggi bawaan

Pada kasus tertentu, kesemutan bisa berkaitan dengan kolesterol tinggi yang bersifat turunan atau dikenal sebagai hiperkolesterolemia familial. Kondisi ini terjadi akibat mutasi gen reseptor LDL yang berperan mengeluarkan kolesterol jahat dari tubuh, sehingga seseorang sudah memiliki kadar LDL tinggi sejak lahir. 

Beda dengan kolesterol tinggi akibat gaya hidup, kolesterol tinggi keturunan/bawaan cenderung menyebabkan penumpukan plak aterosklerosis lebih cepat dan progresif jika tidak ditangani. 

Salah satu gejalanya adalah timbunan kolesterol di tendon, seperti tendon Achilles, serta tendon di tangan atau siku. Seiring waktu, timbunan ini bisa menekan saraf di area tangan, kaki, siku, atau pergelangan kaki, sehingga memicu sensasi kesemutan atau mati rasa.

Kesimpulannya, anggapan bahwa sering kesemutan selalu disebabkan oleh kolesterol tinggi tidak sepenuhnya tepat. Kolesterol tinggi umumnya tidak menimbulkan gejala langsung, tetapi dampak jangka panjangnya dapat berkontribusi pada munculnya kesemutan. Karena itu, penting untuk tidak langsung menyimpulkan penyebabnya tanpa pemeriksaan medis.

Referensi

"High cholesterol". Diakses pada Januari 2026. Mayo Clinic. 

"High Cholesterol Diseases". Diakses pada Januari 2026. Cleveland Clinic.

"What is Familial Hypercholesterolemia?". Diakses pada Januari 2026. American Heart Association.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
Delvia Y Oktaviani
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More