Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
3 Bagian Tubuh yang Bisa Terdampak Bediding, Bukan Cuma Kulit!
ilustrasi kedinginan (pexels.com/Kaboompics)

Fenomena bediding yang ditandai dengan suhu udara lebih dingin dari biasanya kembali dirasakan di sejumlah wilayah Indonesia. Kondisi ini sering kali membuat kulit terasa lebih kering dan pecah-pecah karena udara yang dingin cenderung memiliki kelembapan yang lebih rendah. Namun, dampak suhu dingin ternyata tidak berhenti pada permukaan tubuh saja.

Perubahan suhu juga dapat memengaruhi respons tubuh dalam menjaga suhu inti dan menyesuaikan diri dengan lingkungan. Beberapa bagian tubuh bahkan harus bekerja lebih keras ketika menghadapi paparan udara dingin. So, bukan cuma kulit yang tertekan, berikut beberapa bagian tubuh yang bisa terdampak bediding yang perlu kamu ketahui.

1. Paru-paru

ilustrasi paru-paru (pexels.com/Anna Shvets)

Suhu dingin saat bediding ternyata dapat memengaruhi sistem pernapasan, terutama ketika udara yang dihirup terasa lebih dingin dan kering. Dilansir National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI), udara yang masuk ke tubuh perlu dihangatkan dan dilembapkan sebelum mencapai paru-paru. Ketika udara dingin dan kering masuk ke saluran pernapasan, kondisi ini dapat memicu iritasi pada sebagian orang. 

American Lung Association juga menyebut udara dingin dapat menyebabkan batuk, mengi, atau sesak napas, terutama pada orang yang memiliki asma atau penyakit paru tertentu. Itulah kenapa paparan suhu dingin bisa terasa lebih berat bagi orang dengan kondisi pernapasan tertentu. Namun, bagi kebanyakan orang sehat, tubuh memiliki mekanisme alami untuk menghangatkan udara sebelum mencapai paru-paru.

2. Jantung

ilustrasi jantung (pexels.com/Puwadon Sang-ngern)

Suhu dingin saat bediding juga dapat memengaruhi kerja jantung dan sistem peredaran darah. Mengutip dari American Heart Association (AHA), ketika tubuh terpapar suhu dingin, pembuluh darah akan menyempit atau mengalami vasokonstriksi untuk mempertahankan suhu panas. Penyempitan pembuluh darah ini dapat membuat tekanan darah meningkat dan membuat jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

Kondisi tersebut umumnya merupakan respons alami tubuh dalam mempertahankan suhu inti. Namun, bagi orang yang memiliki penyakit jantung atau faktor risiko kardiovaskular, paparan suhu dingin dapat memberikan beban tambahan pada sistem kardiovaskular. Karena itu, cuaca dingin perlu diwaspadai terutama bagi kelompok yang memiliki masalah jantung dan pembuluh darah.


3. Otot dan sendi

ilustrasi nyeri sendi (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)

Suhu dingin saat bediding juga dapat membuat tubuh terasa lebih kaku, terutama pada otot dan sendi. Ketika cuaca dingin, seseorang cenderung mengurangi aktivitas fisik sehingga otot dan persendian menjadi lebih jarang digerakkan. Kondisi ini dapat membuat tubuh terasa kaku dan kurang nyaman, terutama ketika baru bangun tidur atau setelah lama berada dalam posisi yang sama.

Dilansir Arthritis Foundation, cuaca dingin dan berkurangnya aktivitas dapat berkontribusi terhadap kekakuan pada sendi, sementara sebagian orang dengan artritis (radang sendi) juga melaporkan nyeri yang memburuk saat terjadi perubahan cuaca. Akan tetapi, hubungan antara suhu, perubahan cuaca, dan nyeri sendi masih belum sepenuhnya dipahami serta hasil penelitian yang ada belum selalu konsisten. Oleh sebab itu, tetap aktif bergerak dan menjaga tubuh tetap hangat dapat membantu mengurangi rasa kaku selama cuaca dingin.

Bediding bukan hanya membuat kulit terasa lebih kering, tetapi juga dapat memengaruhi berbagai bagian tubuh lainnya. Paru-paru, jantung, hingga otot dan sendi dapat merespons suhu dingin dengan cara yang berbeda, terutama pada orang dengan kondisi kesehatan tertentu. Jadi, kamu harus perhatikan kondisi tubuh dan kesehatan selama suhu dingin atau bediding melanda, ya!

Referensi
“The Respiratory System”. National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI). Diakses pada Juli 2026.
“Weathering Pain”. Arthritis Foundation. Diakses pada Juli 2026.
“What cold weather does to the body and how to protect yourself this winter”. American Heart Association. Diakses pada Juli 2026.
“Why Is My Asthma Worse in the Winter?”. American Lung Association. Diakses pada Juli 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorYudha ‎

Related Article