ilustrasi nyeri sendi (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)
Suhu dingin saat bediding juga dapat membuat tubuh terasa lebih kaku, terutama pada otot dan sendi. Ketika cuaca dingin, seseorang cenderung mengurangi aktivitas fisik sehingga otot dan persendian menjadi lebih jarang digerakkan. Kondisi ini dapat membuat tubuh terasa kaku dan kurang nyaman, terutama ketika baru bangun tidur atau setelah lama berada dalam posisi yang sama.
Dilansir Arthritis Foundation, cuaca dingin dan berkurangnya aktivitas dapat berkontribusi terhadap kekakuan pada sendi, sementara sebagian orang dengan artritis (radang sendi) juga melaporkan nyeri yang memburuk saat terjadi perubahan cuaca. Akan tetapi, hubungan antara suhu, perubahan cuaca, dan nyeri sendi masih belum sepenuhnya dipahami serta hasil penelitian yang ada belum selalu konsisten. Oleh sebab itu, tetap aktif bergerak dan menjaga tubuh tetap hangat dapat membantu mengurangi rasa kaku selama cuaca dingin.
Bediding bukan hanya membuat kulit terasa lebih kering, tetapi juga dapat memengaruhi berbagai bagian tubuh lainnya. Paru-paru, jantung, hingga otot dan sendi dapat merespons suhu dingin dengan cara yang berbeda, terutama pada orang dengan kondisi kesehatan tertentu. Jadi, kamu harus perhatikan kondisi tubuh dan kesehatan selama suhu dingin atau bediding melanda, ya!
Referensi
“The Respiratory System”. National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI). Diakses pada Juli 2026.
“Weathering Pain”. Arthritis Foundation. Diakses pada Juli 2026.
“What cold weather does to the body and how to protect yourself this winter”. American Heart Association. Diakses pada Juli 2026.
“Why Is My Asthma Worse in the Winter?”. American Lung Association. Diakses pada Juli 2026.