Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Luka Terkena Air Laut Tidak Boleh Disepelekan, Kenapa?

Luka Terkena Air Laut Tidak Boleh Disepelekan, Kenapa?
ilustrasi mengobati luka di lengan (magnific.com/magnific)
  • Air laut mengandung mikroorganisme yang dapat masuk melalui luka terbuka.

  • Infeksi tertentu dapat memburuk cepat, terutama pada orang dengan penyakit hati atau daya tahan tubuh lemah.

  • Segera bersihkan luka dan cari pertolongan bila muncul tanda infeksi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Goresan di kaki mungkin tidak terasa begitu sakit saat kamu berjalan di pantai. Namun, begitu terkena air laut, muncul rasa perih. Perlu diketahui bahwa luka yang terbuka memberi jalan bagi bakteri di air untuk masuk ke tubuh.

Air laut tidak steril. Bakteri Vibrio, misalnya, hidup secara alami di perairan pesisir, termasuk air asin dan air payau—campuran air laut dan air tawar. Kandungan garam tidak membuat air tersebut aman untuk membersihkan luka.

  1. Luka kecil pun dapat menjadi pintu masuk

    Paparan tidak harus terjadi saat berenang. Berjalan di air dangkal, memancing, atau berada dalam situasi evakuasi di laut juga dapat membuat luka bersentuhan dengan air.

    Luka yang perlu dilindungi mencakup lecet, sayatan, bekas operasi yang belum sembuh, serta tindik dan tato baru.

    Memang, tidak setiap luka yang terkena air laut akan terinfeksi. Namun, beberapa bakteri dapat menyebabkan infeksi serius. Salah satunya adalah Vibrio vulnificus, yang pada kasus berat dapat merusak jaringan di sekitar luka dan menimbulkan infeksi yang mengancam nyawa.

  2. Kondisi kesehatan memengaruhi risikonya

    Siapa pun dapat mengalami infeksi Vibrio. Risiko infeksi dan komplikasi berat meningkat pada orang dengan kondisi tertentu, termasuk penyakit hati, diabetes, kanker, serta mereka yang menjalani pengobatan penekan daya tahan tubuh.

    Tinjauan sistematis dan metaanalisis pada 2019 menggabungkan 12 studi dengan 1.157 pasien yang sudah mengalami infeksi kulit dan jaringan lunak nekrotik akibat V. vulnificus—infeksi berat yang menyebabkan kematian jaringan. Pada kelompok ini, penyakit hati berkaitan dengan risiko kematian sekitar 2,6 kali lebih tinggi dibandingkan tanpa penyakit hati.

    Temuan ini menunjukkan alasan kelompok rentan perlu lebih berhati-hati.

  3. Apa yang perlu dilakukan setelah terpapar air laut?

    Tangan membasuh kaki perempuan dengan sabun saat perawatan spa, dengan kaki direndam dalam wadah berisi air.
    ilustrasi cuci kaki dengan sabun (magnific.com/jcomp)

    Segera cuci luka secara menyeluruh dengan sabun dan air bersih mengalir setelah terkena air laut atau air payau. Hindari paparan ulang selama luka masih terbuka. Jika kontak dengan air pesisir mungkin terjadi, lindungi luka menggunakan penutup tahan air.

    Perhatikan perubahan pada luka. Kemerahan, nyeri, bengkak, terasa hangat, perubahan warna kulit, atau keluar cairan dapat menandakan infeksi. Segera periksakan diri apabila tanda-tanda tersebut muncul setelah terpapar air laut, terutama jika disertai demam. Lepuh, nyeri yang cepat memberat, atau kondisi tubuh yang memburuk memerlukan pertolongan segera di IGD.

    Saat diperiksa, beri tahu tenaga kesehatan bahwa luka terkena air laut, kapan kejadiannya, dan apakah ada penyakit penyerta. Informasi ini membantu menentukan kemungkinan penyebab serta pengobatannya.

    Jika dokter mencurigai infeksi luka akibat Vibrio, penanganan tidak perlu menunggu hasil laboratorium. Antibiotik dini dan, pada kasus tertentu, tindakan untuk membuang jaringan yang rusak dapat menyelamatkan nyawa. Luka yang awalnya tampak kecil tetap perlu dibersihkan dan dipantau setelah terpapar air laut.

    Referensi

    Centers for Disease Control and Prevention, “Preventing Vibrio Infection,” diakses Juli 2026.

    Centers for Disease Control and Prevention, “About Vibrio Infection,” diakses Juli 2026.

    Po-Yao Chuang et al., “Hepatic Disease and the Risk of Mortality of Vibrio vulnificus Necrotizing Skin and Soft Tissue Infections: A Systematic Review and Meta-analysis,” PLOS ONE 14, no. 10 (2019): e0223513, https://doi.org/10.1371/journal.pone.0223513.

    Centers for Disease Control and Prevention, “Clinical Overview of Vibriosis,” diakses Juli 2026.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More