American Heart Association, “Part 10: Adult and Pediatric Special Circumstances of Resuscitation,” dalam 2025 American Heart Association Guidelines for CPR and ECC, bagian 11.
Cleveland Clinic, “Cerebral Hypoxia,” diakses September 2026.
Pertti K. Suominen dan Raisa Vähätalo, “Neurologic Long Term Outcome after Drowning in Children,” Scandinavian Journal of Trauma, Resuscitation and Emergency Medicine 20 (2012): 55, https://doi.org/10.1186/1757-7241-20-55.
Alexis A. Topjian et al., “Brain Resuscitation in the Drowning Victim,” Neurocritical Care 17, no. 3 (2012): 441–67, https://doi.org/10.1007/s12028-012-9747-4.
Apa yang Terjadi pada Otak saat Seseorang Tenggelam?

Tenggelam mengganggu pernapasan sehingga pasokan oksigen ke otak dapat menurun.
Dampaknya bervariasi, dari gangguan kesadaran sementara hingga cedera otak berat.
Pertolongan cepat penting, sementara pemulihan perlu dinilai melalui pemeriksaan berulang.
Saat seseorang berhasil diselamatkan dari air, orang-orang di sekitarnya biasanya menunggu tanda-tanda korban kembali bernapas. Namun, selama pernapasannya terganggu, otak dapat mengalami kekurangan oksigen. Itulah sebabnya penyelamatan dari air dan pemulihan kondisi tubuh merupakan dua tahap yang sama pentingnya
Table of Content
Pasokan oksigen terputus, fungsi otak terganggu
Saat tenggelam, seseorang tidak dapat bernapas secara efektif. Jika kekurangan oksigen berlanjut, jantung dapat berhenti memompa darah, sehingga pasokan oksigen ke otak makin terganggu.
Otak butuh oksigen untuk menjalankan fungsinya. Ketika pasokannya tidak mencukupi (disebut hipoksia otak) komunikasi antarsel saraf terganggu. Seseorang dapat kehilangan koordinasi, menjadi bingung, mengantuk, lalu kehilangan kesadaran. Pada kondisi berat, bisa terjadi kejang atau koma. Sel-sel otak dapat mulai mati dalam hitungan menit ketika kekurangan oksigen berat berlangsung.
Jika pasokan oksigen sekaligus aliran darah berkurang, dokter menyebutnya cedera otak hipoksik-iskemik. Tingkat kerusakannya bergantung pada seberapa berat dan lama gangguan tersebut terjadi, serta pertolongan yang diberikan.
Bernapas kembali belum tentu menandakan otak sudah pulih
Setelah pernapasan dan sirkulasi kembali, pasien yang mengalami cedera berat tetap butuh pemantauan. Dokter akan menilai kesadaran, respons tubuh, kemungkinan kejang, serta kecukupan oksigen dan tekanan darah. Pemeriksaan aktivitas listrik otak atau pencitraan dapat diperlukan untuk memahami kondisinya.
Hasil pemulihan tidak seragam. Sebagian penyintas pulih tanpa gangguan berat, sementara lainnya mengalami masalah ingatan, konsentrasi, bicara, atau gerakan.
Cedera yang sangat berat dapat menyebabkan gangguan kesadaran berkepanjangan atau kematian.
Sebuah penelitian menemukan bahwa pemeriksaan dasar yang tampak baik saat anak pulang dari rumah sakit belum tentu menangkap seluruh dampak pada kemampuan berpikirnya. Kesulitan tertentu baru dapat terlihat ketika tuntutan belajar meningkat. Karena itu, pemantauan jangka panjang penting bagi anak yang memerlukan resusitasi setelah tenggelam.
Lamanya tenggelam bukan satu-satunya penentu kondisi otak

ilustrasi berenang di laut (unsplash.com/Tim Marshall) Lamanya di dalam air merupakan faktor penting. Makin lama otak kekurangan oksigen, makin besar risiko cedera. Namun, perkiraan durasi kejadian sering tidak tepat, dan hasil pemulihan juga dipengaruhi kecepatan pertolongan serta kondisi pernapasan dan sirkulasi. Prognosis perlu dinilai melalui pemeriksaan berulang.
Yang perlu dilakukan segera adalah memulihkan pernapasan dan aliran darah. Setelah korban berada di tempat aman, apabila ia tidak responsif dan tidak bernapas normal, panggil bantuan darurat dan mulai resusitasi jantung paru (RJP atau CPR).
Pedoman American Heart Association 2025 merekomendasikan RJP dengan bantuan napas dan kompresi dada pada henti jantung akibat tenggelam. Jika penolong tidak mampu memberikan bantuan napas, kompresi dada tetap dapat dilakukan sambil menunggu bantuan. Pertolongan tidak perlu menunggu kepastian apakah otak sudah mengalami cedera.
Referensi



![[QUIZ] Seberapa Open-Minded Kamu? Kuis Ini Bisa Mengungkapnya](https://image.idntimes.com/post/20260718/upload_81eef7479c8aeb23b53726edf15fecd4_1085b833-0382-4947-ba19-8d7bad3edfd5.png)












![[QUIZ] Latihan Kardio Pilihanmu Bisa Ungkap Siapa Dirimu Sebenarnya](https://image.idntimes.com/post/20260822/gambar-artikel-90_62bcda34-1f45-442a-acf2-42109b179116.png)


