“Exercise and Diarrhea or Constipation.” Health. Diakses September 2026.
“HYROX Workout.” Medical News Today. Diakses September 2026.
“Beyond the Burn: Decoding the HYROX Hype.” Patient.info. Diakses September 2026.
“Why Is My Stomach Upset After Exercising?” Northeast Digestive. Diakses September 2026.
“Exercise & GI Symptoms.” International Foundation for Gastrointestinal Disorders (IFFGD). Diakses September 2026.
“Peristalsis.” Cleveland Clinic. Diakses September 2026.
“How to Treat and Prevent Diarrhea During and After Exercise.” Vinmec International Hospital. Diakses September 2026.
Kenapa Olahraga Intens Seperti HYROX Bisa Trigger Buang Air Besar?

- Olahraga intens seperti HYROX mengalihkan lebih banyak aliran darah ke otot dan mengurangi pasokan ke pencernaan, yang dapat memicu mulas, kembung, kram, diare, atau dorongan buang air besar.
- Guncangan berulang saat berlari dapat merangsang peristaltik, yaitu gerakan otot tak sadar di sistem pencernaan. Jika gerakannya terlalu cepat, pencernaan dan penyerapan makanan dapat terganggu.
- Makan terlalu dekat dengan waktu latihan, terutama makanan tinggi serat, lemak, dan gula, dapat menyebabkan sakit perut, kembung, serta kram saat berolahraga intens.
Salah satu tujuan utama banyak orang melakukan olahraga adalah untuk menjaga agar tubuh tetap sehat. Gak heran kalau banyak orang yang mulai melakukan berbagai olahraga intens seperti HYROX. Dilansir Medical News Today, HYROX adalah kompetisi kebugaran global yang menggabungkan olahraga lari dengan latihan fungsional lainnya.
Format yang unik memberikan kesempatan pada tubuh untuk mengembangkan daya tahan kardiovaskular, kekuatan, dan ketahanan mental. Meski begitu, para ahli menyarankan mereka yang berpartisipasi dalam ajang ini untuk tetap berhati-hati. Lantas, kenapa olahraga intens seperti HYROX bisa men-trigger buang air besar? Berikut jawabannya!
1. Tubuh lebih fokus mengalirkan darah ke otot

gambar orang yang sedang berlatih untuk kompetisi Hyrox (unsplash.com/Alexandre ricart) Saat beraktivitas, jantung kita akan memprioritaskan bagian tubuh mana yang membutuhkan pasokan darah lebih banyak. Hal yang sama juga terjadi ketika kita berolahraga. Dilansir Northwest Digestive, saat kita melakukan olahraga, jantung akan lebih banyak memasok darah ke otot, untuk memastikan otot memiliki cukup oksigen dan nutrisi agar bisa bekerja dengan baik.
Sebaliknya, jantung akan mengurangi pasokan darah ke organ lain, termasuk yang ada di sistem pencernaan. Meski hal ini hanya berlangsung sementara, kurangnya pasokan darah dapat memperlambat proses pencernaan bahkan memicu terjadinya sejumlah masalah gangguan pencernaan seperti mulas, sendawa, kembung, kram perut, bahkan keinginan untuk buang air besar secara mendesak, dan diare.
2. Guncangan fisik yang berulang memicu peristaltik

gambar sistem pencernaan tubuh manusia (unsplash.com/Julien Tromeur) Berlari dapat menyebabkan guncangan fisik berulang yang pada akhirnya memicu terjadinya peristaltik. Dilansir Cleveland Clinic, peristaltik adalah gerakan otot tak sadar yang terjadi di sistem pencernaan. Gerakan ini dimulai di tenggorokan saat menelan, kemudian mendorong makanan dan cairan ke sistem pencernaan. Sebenarnya, peristaltik merupakan kondisi yang normal, dengan catatan, pergerakan yang terjadi gak terlalu cepat atau terlalu lambat.
Pergerakan makanan yang terlalu cepat membuat saluran pencernaan gak memiliki waktu yang cukup untuk memecah makanan, dan menyerap nutrisinya. Sedangkan pergerakan yang terlalu lambat membuat saluran pencernaan gak mampu membersihkan limbah, dan bakteri yang menumpuk secara teratur. Kondisi ini pada akhirnya menyebabkan sejumlah gejala seperti sembelit, diare, sakit perut, kembung, dan mual.
3. Konsumsi makanan sebelum olahraga juga bisa menyebabkan sakit perut

gambar makanan berlemak yang sebaiknya dihindari saat berolahraga (unsplash.com/Fidel Fernando) Mengisi perut sebelum melakukan olahraga intens seperti HYROX memang membantu kita mendapatkan energi yang dibutuhkan. Namun kamu juga harus memastikan telah memberikan waktu yang cukup bagi tubuh untuk mencerna makanan sebelum sesi olahraga dimulai. Selain itu, apa yang kita makan juga sangat berpengaruh pada kondisi kita saat melakukan olahraga.
Dilansir Health, sebelum berolahraga sebaiknya hindari makanan yang tinggi serat, lemak, dan gula. Meski pada kondisi biasa, makanan ini gak memberikan efek apapun, saat olahraga situasinya berbeda. Makanan seperti ini membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna. Ketika kamu memulai sesi olahraga, sistem pencernaan belum selesai bekerja dan akhirnya menyebabkan sejumlah masalah seperti sakit perut, kembung, dan kram.
Mengalami sakit perut hingga ingin buang air setelah melakukan olahraga intens seperti HYROX bisa disebabkan oleh banyak hal. Namun hanya karena kamu pernah mengalami sakit perut, bukan berarti kamu harus berhenti berolahraga. Dengan mengatur waktu makan dan memilih makanan yang tepat, kondisi ini seharusnya gak akan terulang. Jika perutmu masih sakit bahkan setelah menerapkan pola makan yang baik, kamu bisa berkonsultasi dengan dokter dan tenaga kesehatan.
Referensi
![[QUIZ] Dari Kebiasaan Olahragamu, Kami Tebak Kamu Sudah Siap Ikut HYROX atau Belum](https://image.idntimes.com/post/20260711/3b12b7e9-1964-4f46-987d-335389a347c0_813eb20e-af68-4319-a7b7-f6b7b9c50718.jpeg)













![[QUIZ] Latihan Kardio Pilihanmu Bisa Ungkap Siapa Dirimu Sebenarnya](https://image.idntimes.com/post/20260822/gambar-artikel-90_62bcda34-1f45-442a-acf2-42109b179116.png)






