HIV dapat menular dari ibu ke anak selama kehamilan, persalinan, atau menyusui. Namun, diagnosis dan pengobatan antiretroviral (ARV) dapat mencegah penularan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut, tanpa intervensi, risiko penularan berkisar 15–45 persen.
Pada 30 Oktober 2026, WHO mengumumkan Barbados telah mengeliminasi penularan HIV dari ibu ke anak sebagai masalah kesehatan masyarakat. Dalam periode 2022–2024, tidak ada infeksi HIV baru akibat penularan tersebut yang dilaporkan pada bayi yang lahir di negara itu.
Layanan kesehatan di Barbados membantu menjangkau ibu hamil sejak masa kehamilan. Dalam penilaian WHO, 98 persen ibu hamil mendapat layanan antenatal, 98 persen menjalani tes HIV, dan 98 persen ibu hamil yang hidup dengan HIV menerima terapi ARV selama periode tiga tahun tersebut.
Pemeriksaan dan pengobatan HIV bagi ibu hamil tersedia gratis di klinik dan rumah sakit pemerintah, tanpa memandang kewarganegaraan. Tes dilakukan secara sukarela dan rahasia. Bayi yang terpapar HIV juga mendapat pemeriksaan dini dan pemantauan lanjutan. Langkah-langkah ini memungkinkan perempuan memperoleh perawatan untuk kesehatannya sendiri sekaligus menurunkan risiko penularan kepada bayi.