Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Benarkah Minum Banyak Air Langsung Meningkatkan Produksi ASI?
ilustrasi minum air putih (pexels.com/cottonbro studio)
  • Minum air berlebihan tidak otomatis meningkatkan produksi ASI; produksi terutama mengikuti prinsip supply and demand, yaitu frekuensi dan efektivitas ASI dikeluarkan melalui menyusui atau memompa.
  • Ibu menyusui disarankan minum saat haus dan memantau tanda hidrasi, seperti warna urine. Cairan juga bisa berasal dari buah tinggi air serta makanan berkuah.
  • Kecukupan ASI lebih tepercaya dinilai dari kenaikan berat badan dan popok basah bayi. Jika ada kekhawatiran, tingkatkan pengeluaran ASI efektif dan konsultasikan tenaga kesehatan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saat menyusui, rasa haus memang bisa datang lebih sering. Tak heran banyak ibu kemudian berpikir bahwa makin banyak air yang diminum, makin banyak pula ASI yang dihasilkan. Apalagi, sebagian besar kandungan ASI memang terdiri dari air. Namun, apakah benar menambah asupan air bisa langsung membuat produksi ASI meningkat?

Nyatanya, tubuh memiliki mekanisme yang cukup efisien dalam mengatur produksi ASI, sehingga minum air dalam jumlah berlebihan bukanlah cara utama untuk meningkatkan persediaan ASI. Mari, kita bahas lebih dalam seputar hal ini.

1. Apakah banyak minum air bisa menambah produksi ASI?

ASI memang mengandung banyak air dan tubuh membutuhkan cairan untuk memproduksinya. Meski begitu, minum lebih banyak dari kebutuhan tubuh tidak otomatis membuat produksi ASI meningkat.

Produksi ASI terutama bekerja dengan prinsip supply and demand. Makin sering dan efektif ASI dikeluarkan dari payudara melalui menyusui atau memompa, makin kuat sinyal bagi tubuh untuk memproduksi ASI.

Sebaliknya, ketika ASI jarang dikeluarkan, tubuh dapat menangkap sinyal bahwa kebutuhan bayi sedang berkurang.

Jadi, jika kamu sudah cukup minum, menambah beberapa gelas air lagi belum tentu membuat ASI tiba-tiba menjadi lebih banyak.

2. Berapa banyak air yang harus diminum saat menyusui?

Kebutuhan cairan tidak sama untuk semua orang. Jumlahnya dapat dipengaruhi oleh ukuran tubuh, aktivitas, cuaca, pola makan, dan kondisi kesehatan.

Untuk ibu menyusui, salah satu cara sederhana adalah minum ketika merasa haus. Tidak perlu memaksa diri menghabiskan air dalam jumlah tertentu hanya karena khawatir ASI akan berkurang.

Beberapa tanda yang bisa diperhatikan:

  • Urine berwarna kuning pucat biasanya menunjukkan tubuh cukup terhidrasi.

  • Urine yang lebih gelap dapat menjadi tanda bahwa kamu perlu menambah cairan.

  • Rasa haus, mulut kering, sakit kepala, pusing, atau tubuh terasa lemas juga dapat muncul ketika tubuh kekurangan cairan.

Air putih bukan satu-satunya sumber cairan. Makanan dengan kandungan air tinggi seperti semangka, jeruk, mentimun, serta makanan berkuah juga dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan sehari-hari.

3. Bagaimana cara tahu ASI sudah cukup?

ilustrasi bayi menangis (pexels.com/Huynh Van)

Sebelum sibuk mencari cara untuk memperbanyak ASI, penting untuk memastikan apakah produksi ASI memang kurang. Pasalnya, payudara yang terasa lebih lembek, bayi sering menyusu, atau hasil pompa yang sedikit tidak selalu berarti ASI tidak cukup.

Salah satu indikator yang lebih dapat diandalkan adalah kondisi bayi. Bayi yang mendapatkan cukup ASI umumnya mengalami kenaikan berat badan yang sesuai dan memiliki jumlah popok basah yang memadai.

Bayi yang menyusu dengan efektif biasanya mulai mengalami kenaikan berat badan secara konsisten dan menghasilkan sekitar 6–8 popok basah per hari.

Jika bayi tumbuh dengan baik, aktif, dan mendapatkan cukup popok basah, belum tentu kamu perlu meningkatkan produksi ASI. Sebaliknya, jika berat badan bayi sulit naik, popok basah jauh lebih sedikit dari biasanya, bayi tampak sangat lemas, atau ada kekhawatiran mengenai kecukupan ASI, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau konsultan laktasi.

4. Apa yang lebih berpengaruh terhadap produksi ASI?

Hal yang paling penting adalah memastikan ASI dikeluarkan secara rutin dan efektif. Beberapa hal yang dapat membantu antara lain:

  • Lebih sering menyusui atau memompa

Makin sering payudara dikosongkan, makin kuat sinyal yang diterima tubuh untuk membuat ASI. Jika bayi tidak menyusu langsung, memompa secara teratur dapat membantu mempertahankan rangsangan tersebut.

  • Pastikan pelekatan bayi efektif

Pelekatan yang kurang tepat dapat membuat bayi kesulitan mendapatkan ASI secara optimal. Akibatnya, payudara mungkin tidak mendapatkan rangsangan yang cukup untuk mempertahankan produksi.

  • Lakukan kontak kulit ke kulit

Kontak kulit ke kulit dengan bayi dapat membantu mendukung proses menyusui dan merangsang pelepasan oksitosin, hormon yang berperan dalam refleks pengeluaran ASI. Kontak kulit ke kulit juga dianjurkan sebagai bagian dari dukungan terhadap keberhasilan menyusui.

  • Jangan lupa makan dan beristirahat

Menyusui membutuhkan energi. Tubuh juga membutuhkan asupan makanan yang cukup untuk mendukung kebutuhan ibu dan produksi ASI. Diperkirakan kebutuhan energi tambahan sekitar 450–500 kalori per hari selama menyusui.

Kurang tidur dan stres juga bisa membuat proses menyusui terasa jauh lebih berat. Karena itu, menjaga kondisi tubuh dan mencari kesempatan untuk beristirahat tetap penting.

  • Jangan langsung mengandalkan ASI booster

Oat, biji-bijian tertentu, herbal, atau produk yang dipasarkan sebagai lactation booster memang sering disebut dapat membantu produksi ASI. Namun, produk semacam ini sebaiknya tidak dianggap sebagai pengganti menyusui atau memompa secara efektif.

Jika memang terdapat masalah produksi ASI, mencari penyebabnya terlebih dahulu jauh lebih penting daripada menambahkan makanan atau suplemen tertentu.

5. Adakah cara memperbanyak ASI dalam satu hari?

Sayangnya, tidak ada trik yang bisa menjamin produksi ASI langsung melonjak hanya dalam sehari.

Jika memang produksi ASI rendah, peningkatannya biasanya butuh waktu. Tubuh perlu mendapatkan sinyal berulang bahwa kebutuhan bayi meningkat. Karena itu, menyusui atau memompa lebih sering dan memastikan ASI dikeluarkan secara efektif merupakan langkah yang jauh lebih penting daripada menambah jumlah air minum.

Jadi, minumlah saat haus, jangan menunggu sampai tubuh kekurangan cairan, tetapi juga tidak perlu memaksa diri minum berlebihan demi mengejar produksi ASI.

Hidrasi yang cukup membantu tubuh tetap nyaman dan berfungsi dengan baik, tetapi bukan solusi untuk membuat ASI bertambah.

Pada akhirnya, produksi ASI lebih banyak ditentukan oleh mekanisme supply and demand. Kalau kamu merasa ASI benar-benar berkurang, fokuslah pada frekuensi dan efektivitas pengeluaran ASI serta cari bantuan tenaga kesehatan bila diperlukan.

Referensi

Healthline. Diakses pada Agustus 2026. "Can You Increase Breast Milk in One Day?"

Mrs. Patel's. Diakses pada Agustus 2026. "Debunking Myths: The Truth About Water and Milk Supply."

The University of Texas Southwestern Medical Center. Diakses pada Agustus 2026. "4 Factors That Can Decrease Breast Milk Supply – and How to Replenish It."

Curated For You

Editorial Team

Related Article