Hal yang paling penting adalah memastikan ASI dikeluarkan secara rutin dan efektif. Beberapa hal yang dapat membantu antara lain:
Makin sering payudara dikosongkan, makin kuat sinyal yang diterima tubuh untuk membuat ASI. Jika bayi tidak menyusu langsung, memompa secara teratur dapat membantu mempertahankan rangsangan tersebut.
Pelekatan yang kurang tepat dapat membuat bayi kesulitan mendapatkan ASI secara optimal. Akibatnya, payudara mungkin tidak mendapatkan rangsangan yang cukup untuk mempertahankan produksi.
Kontak kulit ke kulit dengan bayi dapat membantu mendukung proses menyusui dan merangsang pelepasan oksitosin, hormon yang berperan dalam refleks pengeluaran ASI. Kontak kulit ke kulit juga dianjurkan sebagai bagian dari dukungan terhadap keberhasilan menyusui.
Menyusui membutuhkan energi. Tubuh juga membutuhkan asupan makanan yang cukup untuk mendukung kebutuhan ibu dan produksi ASI. Diperkirakan kebutuhan energi tambahan sekitar 450–500 kalori per hari selama menyusui.
Kurang tidur dan stres juga bisa membuat proses menyusui terasa jauh lebih berat. Karena itu, menjaga kondisi tubuh dan mencari kesempatan untuk beristirahat tetap penting.
Oat, biji-bijian tertentu, herbal, atau produk yang dipasarkan sebagai lactation booster memang sering disebut dapat membantu produksi ASI. Namun, produk semacam ini sebaiknya tidak dianggap sebagai pengganti menyusui atau memompa secara efektif.
Jika memang terdapat masalah produksi ASI, mencari penyebabnya terlebih dahulu jauh lebih penting daripada menambahkan makanan atau suplemen tertentu.