World Health Organization, “Zika Virus,” diakses Agustus 2026.
Centers for Disease Control and Prevention, “Clinical Features of Dengue,” diakses Agustus 2026.
Leah C. Katzelnick et al., “Antibody-Dependent Enhancement of Severe Dengue Disease in Humans,” Science 358, no. 6365 (2017): 929–32, https://doi.org/10.1126/science.aan6836.
Henry Puerta-Guardo, Dustin R. Glasner, and Eva Harris, “Dengue Virus NS1 Disrupts the Endothelial Glycocalyx, Leading to Hyperpermeability,” PLOS Pathogens 12, no. 7 (2016): e1005738, https://doi.org/10.1371/journal.ppat.1005738.
Sophie Yacoub et al., “Visual and Biochemical Evidence of Glycocalyx Disruption in Human Dengue Infection, and Association with Plasma Leakage Severity,” Frontiers in Medicine 7 (2020).
Hengli Tang et al., “Zika Virus Infects Human Cortical Neural Progenitors and Attenuates Their Growth,” Cell Stem Cell 18, no. 5 (2016): 587–90, https://doi.org/10.1016/j.stem.2016.02.016.
Kendra M. Quicke et al., “Zika Virus Infects Human Placental Macrophages,” Cell Host & Microbe 20, no. 1 (2016): 83–90, https://doi.org/10.1016/j.chom.2016.05.015.
Zika dan DBD Dibawa Nyamuk yang Sama, Kenapa Dampaknya Berbeda?

Zika dan dengue sama-sama dapat ditularkan oleh Aedes aegypti dan Aedes albopictus, tetapi disebabkan oleh virus berbeda.
Dengue berat terutama berbahaya karena dapat meningkatkan permeabilitas pembuluh darah hingga menyebabkan kebocoran plasma, perdarahan, dan syok.
Zika biasanya menyebabkan penyakit ringan pada orang dewasa, tetapi mempunyai kemampuan menyerang jaringan saraf dan dapat mengganggu perkembangan janin.
Nyamuk Aedes aegypti dapat menjadi pembawa beberapa jenis virus. Spesies nyamuk ini merupakan vektor utama dengue (demam berdarah atau DBD) sekaligus Zika. Aedes albopictus juga dapat menularkan keduanya.
Namun, walaupun bisa dibawa oleh nyamuk yang sama, bukan berarti kedua virus tersebut dampaknya sama pada tubuh. Yang menentukan perjalana penyakit adalah jenis virus, sel mana yang menjadi target infeksi, dan bagaimana sistem imun meresponsnya.
Catatan penting: istilah DBD atau demam berdarah dengue masih lazim digunakan di Indonesia, tetapi klasifikasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) saat ini membangi penyakit menjadi dengue dengan atau tanpa tanda peringatan serta dengue berat (severe dengue).
Table of Content
Sama-sama flavivirus, tetapi bukan virus yang sama
Virus Zika (ZIKV) dan virus dengue (DENV) masuk dalam kelompok Flavivirus. Namun, karakter biologis dan pola kerusakan kedua virus berbeda.
Dengue sendiri memiliki empat serotipe, yaitu DENV-1, DENV-2, DENV-3, dan DENV-4. Seseorang yang pernah terinfeksi satu serotipe masih dapat terinfeksi serotipe lainnya di kemudian hari. Infeksi dengue kedua merupakan salah satu faktor yang meningkatkan risiko mengalami dengue berat.
Sebuah penelitian memberikan bukti mengenai fenomena antibody-dependent enhancement (ADE). Pada kisaran kadar antibodi dengue tertentu dari infeksi sebelumnya, antibodi tidak sepenuhnya menetralkan virus pada infeksi berikutnya dan justru berkaitan dengan risiko penyakit berat yang lebih tinggi.
Dengue berat berkaitan dengan pembuluh darah
Pada dengue, salah satu masalah terpenting adalah perubahan pada permeabilitas pembuluh darah. Dalam kasus yang berkembang menjadi dengue berat, plasma (komponen cair dalam darah) dapat keluar dari pembuluh menuju jaringan di sekitarnya.
Jika kebocoran plasma cukup banyak, volume darah yang efektif untuk menjaga sirkulasi menurun. Kondisi ini dapat menyebabkan penumpukan cairan, gangguan pernapasan hingga syok hipovolemik yang mengancam nyawa. Dengue berat juga dapat menimbulkan perdarahan berat dan kerusakan organ.
Salah satu komponen virus yang berperan adalah protein NS1. Penelitian menunjukkan bahwa NS1 dengue dapat merusak endothelial glycocalyx, lapisan pelindung pada permukaan bagian dalam pembuluh darah. Kerusakan tersebut membuat lapisan endotel menjadi lebih permeabel sehingga cairan lebih mudah keluar.
Itulah sebabnya dokter sangat memperhatikan tanda seperti nyeri perut berat, muntah terus-menerus, perdarahan mukosa, penumpukan cairan, serta perubahan hematokrit ketika menilai risiko dengue berat.
Zika lebih berkaitan dengan pada jaringan saraf

ilustrasi nyamuk Aedes aegypti yang dapat membawa virus Zika dan dengue (pexels.com/Ignacio Vazquez) Pada sebagian besar orang dewasa, infeksi virus Zika tidak menimbulkan gejala. Jika muncul, keluhannya biasanya ringan berupa ruam, demam, mata merah, nyeri otot dan sendi, sakit kepala, serta rasa tidak enak badan yang umumnya berlangsung 2–7 hari.
Namun, Zika merupakan virus neurotropik, yang artinya memiliki kemampuan menginfeksi jaringan yang berkaitan dengan sistem saraf.
Zika dapat menginfeksi sel progenitor saraf manusia, yaitu sel yang nantinya berkembang menjadi berbagai jenis sel di otak. Infeksi meningkatkan kematian sel, mengganggu siklus pembelahan sel, dan menghambat pertumbuhan populasi sel tersebut.
Pada orang dewasa, Zika juga berhubungan dengan komplikasi neurologis yang jarang, seperti sindrom Guillain-Barré, neuropati, dan mielitis.
Dampak Zika pada ibu hamil lebih serius
Virus Zika dapat menginfeksi dan bereplikasi dalam sel Hofbauer, yaitu makrofag yang terdapat di plasenta. Temuan tersebut memberikan salah satu mekanisme biologis yang dapat menjelaskan bagaimana virus menembus lingkungan plasenta dan mencapai kompartemen janin.
Jika virus mencapai otak janin yang sedang berkembang, kerusakan sel progenitor saraf dapat berkontribusi terhadap mikrosefali dan berbagai kelainan yang termasuk dalam sindrom Zika kongenital. WHO mengaitkan infeksi Zika selama kehamilan dengan kelainan mata, gangguan pendengaran, kontraktur anggota tubuh, keguguran, lahir mati, dan kelahiran prematur.
Karena itulah, tingkat keparahan penyakit pada orang dewasa bisa terlihat berkebalikan. Dengue dapat membuat pasien dewasa sangat sakit akibat kebocoran plasma, perdarahan, dan gangguan organ. Zika biasanya jauh lebih ringan pada orang dewasa, tetapi memiliki konsekuensi khusus yang sangat serius bagi sistem saraf dan janin.
Referensi













![[QUIZ] Dari Durasi Workout Kamu, Kami Bisa Tebak Masalah Hidupmu](https://image.idntimes.com/post/20260822/gambar-artikel-90_62bcda34-1f45-442a-acf2-42109b179116.png)



