Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Mikroplastik Bukan Cuma Limbah, tetapi Juga Aktif secara Kimia

3 min read
Mikroplastik Bukan Cuma Limbah, tetapi Juga Aktif secara Kimia
ilustrasi mikroplastik (IDN Times/Aditya Pratama)
  • Studi Nature menemukan beberapa mikroplastik dapat menghasilkan spesies oksigen reaktif (ROS) saat bersentuhan dengan air, menunjukkan fragmen plastik tidak sepenuhnya pasif secara kimia.

  • ROS bersifat sangat reaktif dan dalam kondisi tertentu dapat mengubah protein serta komponen tubuh lain, sehingga memberi petunjuk mekanisme interaksi mikroplastik dengan makhluk hidup.

  • Penelitian laboratorium ini belum mengukur paparan manusia, jenis kemasan tertentu, atau dampak kesehatan langsung; frekuensi reaksi dan relevansinya dalam tubuh masih perlu diteliti.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Botol minum, wadah bekal, dan kemasan makanan rasanya sudah menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Plastik dipilih karena ringan dan praktis. Namun, ketika plastik pecah menjadi fragmen yang sangat kecil lalu bersentuhan dengan air, apakah sifatnya tetap sama seperti benda plastik utuh?

Studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Nature mencoba menjawab sebagian pertanyaan itu. Para peneliti menemukan bahwa permukaan sejumlah mikroplastik dapat memicu reaksi kimia saat bertemu air. Temuan ini memberi petunjuk tentang bagaimana partikel plastik mungkin berinteraksi dengan sistem biologis.

  1. Mikroplastik bertemu air, apa yang terjadi?

    Mikroplastik adalah potongan plastik yang sangat kecil, berukuran kurang dari 5 milimeter. Saat plastik pecah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, permukaannya menjadi lebih luas sehingga lebih banyak bagian yang bersentuhan dengan lingkungan, termasuk air.

    Tim peneliti dari Universitas Columbia dan Universitas California, Berkeley, Amerika Serikat (AS) menguji interaksi mikroplastik dengan air melalui eksperimen kimia dan perhitungan teoretis. Mereka menemukan bahwa bahwa beberapa jenis mikroplastik dapat menghasilkan reactive oxygen species atau spesies oksigen reaktif (ROS) saat bersentuhan dengan air. Reaksi ini diduga berkaitan dengan sifat permukaan plastik.

    ROS adalah molekul yang sangat mudah bereaksi. Dalam kondisi tertentu, molekul ini dapat mengubah protein dan komponen penting lain di dalam tubuh. Temuan ini memberi petunjuk tentang salah satu cara mikroplastik mungkin berinteraksi dengan makhluk hidup.

    Namun, penelitian ini belum menunjukkan bahwa proses tersebut menyebabkan penyakit pada manusia. Para peneliti menilai temuan ini sebagai dugaan mekanisme yang masih perlu diteliti lebih lanjut.

  2. Belum menjawab risiko dari makanan atau kemasan tertentu

    Ilustrasi mikroplastik sebagai gambaran partikel plastik berukuran kecil yang dapat mencemari lingkungan.
    ilustrasi mikroplastik (IDN Times/Aditya Pratama)

    Plastik banyak digunakan untuk mengemas makanan dan minuman. Karena itu, para peneliti juga menaruh perhatian pada keberadaan mikroplastik di air dan rantai makanan.

    Namun, penelitian ini tidak meneliti mikroplastik dari jenis kemasan atau makanan tertentu. Penelitian ini juga tidak mengukur berapa banyak mikroplastik yang dikonsumsi seseorang maupun dampaknya terhadap kesehatan manusia secara langsung.

    Karena itu, hasil studi ini tidak bisa digunakan untuk menyimpulkan bahwa satu botol minuman atau satu kemasan makanan tertentu akan merusak kesehatan. Penelitian ini hanya menunjukkan reaksi kimia yang dapat terjadi pada mikroplastik di laboratorium.

    Studi ini mengubah pemahaman tentang mikroplastik, yaitu fragmen plastik kecil mungkin tidak sepenuhnya pasif saat bersentuhan dengan air. Temuan tersebut membantu ilmuwan merumuskan pertanyaan baru tentang paparan, reaksi kimia, dan kemungkinan dampaknya pada tubuh.

    Namun, masih banyak yang perlu diketahui—termasuk seberapa sering reaksi ini terjadi dalam kondisi nyata, berapa besar paparan yang berpotensi berdampak, serta apakah efek yang terlihat di laboratorium juga terjadi di dalam tubuh manusia.

    Referensi

    Naixin Qian et al., “Intrinsic Physicochemical Activity at Microplastic–Water Interfaces,” Nature 658 (2026): 650–57, https://doi.org/10.1038/s41586-026-11141-y.

    Columbia University, “Microplastics Are Chemically Active, and Could Cause Biological Harm,” Columbia News, October 14, 2026, https://news.columbia.edu/news/microplastics-are-chemically-active-and-could-cause-biological-harm.

    Qian et al., “Intrinsic Physicochemical Activity”; Columbia University, “Microplastics Are Chemically Active and Could Cause Biological Harm,” Phys.org, October 14, 2026, https://phys.org/news/2026-10-microplastics-chemically-biological.html.

    Qian et al., “Intrinsic Physicochemical Activity”; Columbia University, “Microplastics Are Chemically Active,” Columbia News.

    Wilkins, “This New Research about Microplastics”; Qian et al., “Intrinsic Physicochemical Activity.”

    Qian et al., “Intrinsic Physicochemical Activity”; Columbia University, “Microplastics Are Chemically Active,” Phys.org.

Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More