Dalam beberapa dekade terakhir, pengobatan kanker ginjal mengalami perkembangan besar. Terapi modern kini tidak hanya bergantung pada operasi, tetapi juga mencakup terapi target dan imunoterapi.
Penelitian menunjukkan obat imunoterapi tertentu dapat meningkatkan kelangsungan hidup pasien dengan kanker ginjal stadium lanjut dibanding terapi konvensional.
Terapi ini bekerja dengan cara membantu sistem imun tubuh mengenali dan menyerang sel kanker.
Selain itu, pendekatan pengobatan yang lebih personal, yaitu dengan mempertimbangkan karakteristik genetik tumor, juga mulai diterapkan dalam perawatan kanker ginjal modern.
Perkembangan ini memberikan harapan baru bagi pasien, terutama mereka yang didiagnosis pada stadium lanjut.
Angka harapan hidup kanker ginjal bervariasi dan sangat dipengaruhi oleh stadium penyakit saat diagnosis. Jika kanker terdeteksi pada tahap awal ketika masih terbatas di ginjal, peluang bertahan hidup lima tahun dapat mencapai lebih dari 90 persen. Namun, ketika kanker telah menyebar ke organ lain, angka tersebut dapat menurun secara signifikan.
Meskipun demikian, kemajuan dalam diagnosis dan terapi kanker terus meningkatkan peluang hidup pasien. Deteksi dini, pengobatan yang tepat, serta pemantauan medis secara rutin berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup dan harapan hidup pasien kanker ginjal.
Referensi
"Cancer Stat Fact GLOBOCAN 2022." International Agency for Research on Cancer (IARC). Diakses Maret 2026.
"Cancer Stat Fact GLOBOCAN 2022 - INDONESIA." IARC. Diakses Maret 2026.
“Kidney and Renal Pelvis Cancer Statistics.” National Cancer Institute. Diakses Maret 2026.
James J. Hsieh et al., “Renal Cell Carcinoma,” Nature Reviews Disease Primers 3, no. 1 (March 9, 2017): 17009, https://doi.org/10.1038/nrdp.2017.9.
Börje Ljungberg et al., “The Epidemiology of Renal Cell Carcinoma,” European Urology 60, no. 4 (July 6, 2011): 615–21, https://doi.org/10.1016/j.eururo.2011.06.049.
Robert J. Motzer et al., “Nivolumab Plus Ipilimumab Versus Sunitinib in Advanced Renal-Cell Carcinoma,” New England Journal of Medicine 378, no. 14 (March 21, 2018): 1277–90, https://doi.org/10.1056/nejmoa1712126.