ilustrasi pria sedang mandi (magnific.com/freepik)
Beberapa langkah yang dapat membantu meliputi:
Menjaga kebersihan kulit.
Menghindari berbagi handuk atau alat cukur.
Mengganti pakaian yang basah oleh keringat.
Mengelola diabetes dengan baik.
Menurunkan berat badan jika diperlukan.
Berhenti merokok.
Pada kasus bisul berulang akibat kolonisasi S. aureus, dokter terkadang merekomendasikan strategi dekolonisasi menggunakan antiseptik atau antibiotik topikal tertentu.
Bisul di ketiak umumnya terjadi akibat infeksi bakteri pada folikel rambut dan sering dipicu oleh kombinasi kelembapan, gesekan, dan luka kecil pada kulit. Sebagian besar kasus dapat membaik dengan kompres hangat dan perawatan mandiri yang tepat. Namun, tidak semua benjolan di ketiak adalah bisul.
Jika benjolan sering kambuh, muncul dalam jumlah banyak, meninggalkan jaringan parut, atau membentuk terowongan di bawah kulit, ini dapat mengarah pada hidradenitis suppurativa atau masalah kesehatan lain yang perlu evaluasi medis.
Selain itu, hindari memencet bisul karena ini justru dapat memperburuk infeksi dan memperlambat proses penyembuhan.
Referensi
Ali Alikhan, Peter J. Lynch, and Daniel B. Eisen, “Hidradenitis Suppurativa: A Comprehensive Review,” Journal of the American Academy of Dermatology 60, no. 4 (March 17, 2009): 539–61, https://doi.org/10.1016/j.jaad.2008.11.911.
Dennis L. Stevens et al., “Practice Guidelines for the Diagnosis and Management of Skin and Soft Tissue Infections: 2014 Update by the Infectious Diseases Society of America,” Clinical Infectious Diseases 59, no. 2 (June 20, 2014): e10–52, https://doi.org/10.1093/cid/ciu296.
Steven Y. C. Tong et al., “Staphylococcus Aureus Infections: Epidemiology, Pathophysiology, Clinical Manifestations, and Management,” Clinical Microbiology Reviews 28, no. 3 (May 28, 2015): 603–61, https://doi.org/10.1128/cmr.00134-14.
Christos C. Zouboulis et al., “Hidradenitis Suppurativa/Acne Inversa: Criteria for Diagnosis, Severity Assessment, Classification and Disease Evaluation,” Dermatology 231, no. 2 (January 1, 2015): 184–90, https://doi.org/10.1159/000431175.
Addison K. May et al., “Treatment of Complicated Skin and Soft Tissue Infections,” Surgical Infections 10, no. 5 (October 1, 2009): 467–99, https://doi.org/10.1089/sur.2009.012.