Sebaiknya hindari penggunaan kembali masker disposable sebisa mungkin. Namun, jika kamu berada dalam situasi darurat dan terpaksa menggunakan ulang masker disposable, berikut adalah langkah-langkah untuk meminimalkan risiko infeksi:
Berhati-hati saat melepas masker. Jika perlu menyesuaikan posisi masker, cuci tangan terlebih dahulu atau gunakan hand sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 60 persen. Saat melepas masker, pastikan pegang bagian tali dan hindari menyentuh langsung permukaan masker.
Simpan masker di tempat yang bersih dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Hindari meletakkan masker di permukaan yang kotor maupun memegangnya terus-menerus di tangan. Saat tidak digunakan, masker sebaiknya disimpan di dalam wadah yang memungkinkan sirkulasi udara, seperti kantong kertas atau wadah plastik terbuka. Jangan gunakan kantong plastik atau wadah penyimpanan lain yang menutup rapat dan menghalangi aliran udara sepenuhnya.
Masker bedah atau respirator N95 hanya boleh digunakan kembali oleh orang yang sama; jangan pernah memberikannya kepada orang lain.
Penggunaan berkelanjutan (extended use) lebih baik daripada penggunaan ulang (reuse). Lebih baik tetap mengenakan respirator selama satu shift kerja penuh daripada melepas dan memasangnya berulang kali. Hal ini meminimalkan kontak antara tangan, masker, dan permukaan lain sehingga mengurangi risiko penyebaran partikel infeksius.
Pada akhirnya, masker sekali pakai sebaiknya diganti jika sudah lembap, kotor, rusak, atau terkena percikan, sedangkan masker kain perlu dicuci sebelum digunakan kembali. Dengan penggunaan dan perawatan yang tepat, efektivitas masker dapat tetap terjaga.
Referensi
ABC News. Diaskes pada September 2026. "There's Fresh Focus on Using Masks to Slow COVID-19. So Can You Reuse Masks? And If So, What's the Best Way?"
Armbrust American. Diakses pada September 2026. "Can You Reuse Face Mask?"
Business Insider. Diaskes pada September 2026. "Can You Reuse a Face Mask? It Won't be as Effective If You Do."