Rasa cemburu atau ingin mengetahui keberadaan pasangan sesekali dapat muncul dalam sebuah hubungan. Namun, Ratih Ibrahim, Senior Clinical Psychologist dan Direktur Personal Growth menjelaskan bahwa perilaku posesif umumnya berakar dari rasa tidak aman (insecure) dan keinginan memiliki pasangan secara berlebihan.
Menurutnya, orang yang posesif biasanya sering meminta kepastian, mudah cemburu, atau ingin mengetahui lokasi dan aktivitas pasangan setiap saat. Meski demikian, perilaku tersebut belum tentu disertai ancaman maupun kekerasan.
"Perilaku posesif menunjukkan adanya relasi yang tidak sehat. Dasarnya adalah perasaan insecure pada si posesif itu. Umumnya ditandai dengan rasa ingin memiliki yang berlebihan, yang ditunjukkan dengan sering meminta kepastian, cemburu berlebihan, atau ingin mengetahui keberadaan pasangan setiap saat, memonitor keberadaan dan gerak-gerik pasangan," jelasnya.
Meski tidak dapat dianggap sebagai bentuk hubungan yang sehat, tetapi perilaku posesif masih berbeda dengan kekerasan. Perbedaannya terletak pada ada atau tidaknya unsur intimidasi, ancaman, pembatasan kebebasan, maupun kekerasan fisik yang dilakukan terhadap pasangan.