Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

7 Minuman Pagi yang Bisa Mendukung Kesehatan Ginjal

7 Minuman Pagi yang Bisa Mendukung Kesehatan Ginjal
ilustrasi seorang minum kopi pada pagi hari (pexels.com/Proyek Saham RDNE)
Intinya Sih
  • Artikel ini menyoroti pentingnya memilih minuman pagi yang mendukung fungsi ginjal, seperti air putih, kopi tanpa gula, teh hijau, jus jeruk alami, susu rendah lemak, air lemon, dan smoothie buah utuh.

  • Hidrasi cukup membantu ginjal menyaring limbah dengan efisien serta mencegah pembentukan batu ginjal; sementara antioksidan dari kopi dan teh hijau berperan melindungi sel ginjal dari kerusakan oksidatif.

  • Minuman berpemanis tinggi seperti soda atau energi sebaiknya dihindari karena dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes tipe 2, dan penyakit ginjal kronis dalam jangka panjang.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Saat kamu baru bangun tidur, ginjal sudah bekerja keras. Organ ini menyaring sekitar 180 liter cairan setiap hari, membuang limbah metabolisme, menjaga keseimbangan elektrolit, membantu mengatur tekanan darah, hingga berperan dalam produksi sel darah merah. Karena itulah kebiasaan pertama setelah bangun tidur bisa memengaruhi kesehatan ginjal dalam jangka panjang.

Beberapa minuman dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi ginjal. Berikut ini rekomendasi minuman yang mendukung kesehatan ginjal, yang layak dikonsumsi pada pagi hari.

Table of Content

1. Air putih tetap juaranya

1. Air putih tetap juaranya

Ginjal butuh cairan yang cukup agar dapat menyaring limbah dan membuang zat sisa melalui urine. Ketika tubuh kekurangan cairan, urine menjadi lebih pekat sehingga meningkatkan risiko terbentuknya kristal dan batu ginjal pada sebagian orang.

Hidrasi yang baik membantu ginjal bekerja lebih efisien. Selain itu, asupan cairan yang cukup berkaitan dengan penurunan risiko kekambuhan batu ginjal.

Pagi hari adalah waktu yang baik untuk mengganti cairan yang hilang selama tidur. Segelas atau dua gelas air putih setelah bangun tidur dapat menjadi langkah sederhana yang bermanfaat bagi kesehatan ginjal.

2. Kopi tanpa banyak gula

Beberapa studi observasional besar menemukan bahwa konsumsi kopi dalam jumlah moderat berkaitan dengan risiko penyakit ginjal kronis yang lebih rendah. Para peneliti menduga efek ini berkaitan dengan kandungan antioksidan dan senyawa bioaktif di dalam kopi.

Menurut sebuah metaanalisis, konsumsi kopi berhubungan dengan penurunan risiko penyakit ginjal kronis dibandingkan dengan tidak minum kopi sama sekali.

Namun, manfaat ini bisa berkurang jika kopi dicampur gula, sirop, krimer tinggi gula, atau taburan berkalori tinggi. Karena itu, kopi hitam atau kopi dengan sedikit susu tanpa tambahan gula berlebihan merupakan pilihan yang lebih baik.

3. Teh hijau

Seorang perempuan memegang cangkir kecil berisi teh hijau hangat di dekat bibirnya, siap untuk menyeruput dengan perlahan.
ilustrasi minum teh hijau (pexels.com/ROMAN ODINTSOV)

Teh hijau kaya akan polifenol, terutama epigallocatechin gallate (EGCG). EGCG dikenal memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi.

Stres oksidatif dan peradangan kronis merupakan dua faktor yang berperan dalam perkembangan berbagai penyakit kronis, termasuk penyakit ginjal.

Beberapa penelitian menunjukkan senyawa dalam teh hijau dapat membantu melindungi sel-sel ginjal dari kerusakan oksidatif. Meski sebagian besar bukti masih berasal dari studi laboratorium dan penelitian observasional, tetapi hasilnya cukup menjanjikan.

Selain itu, teh hijau tanpa gula juga merupakan minuman rendah kalori yang dapat mendukung pengendalian berat badan dan kesehatan metabolik, dua faktor yang terkait dengan kesehatan ginjal.

4. Jus jeruk tanpa tambahan gula

Jeruk mengandung sitrat alami, zat yang dapat membantu mengurangi pembentukan jenis batu ginjal tertentu, terutama batu kalsium oksalat. Peningkatan asupan sitrat sebagai salah satu strategi pencegahan batu ginjal pada individu yang berisiko.

Konsumsi minuman berbasis sitrus dapat meningkatkan kadar sitrat dalam urine. Sitrat bekerja dengan cara menghambat pembentukan dan pertumbuhan kristal yang dapat berkembang menjadi batu ginjal.

Pastikan untuk memilih jus jeruk tanpa tambahan gula berlebih. Asupan gula yang tinggi justru dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes tipe 2, dan penyakit ginjal dalam jangka panjang.

5. Susu rendah lemak

Susu dapat menjadi bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan ginjal jika dikonsumsi sesuai kebutuhan individu.

Susu mengandung protein, kalsium, kalium, dan berbagai mikronutrien penting. Pada orang dengan fungsi ginjal normal, nutrisi tersebut dapat mendukung kesehatan secara keseluruhan.

Selain itu, beberapa penelitian menunjukkan bahwa pola makan sehat yang mencakup produk susu rendah lemak berkaitan dengan tekanan darah yang lebih baik. Ini penting karena hipertensi merupakan salah satu penyebab utama penyakit ginjal kronis.

Namun, bagi pasien penyakit ginjal kronis stadium lanjut, kebutuhan kalium dan fosfor dapat berbeda. Karena itu, pemilihan susu sebaiknya disesuaikan dengan rekomendasi dokter atau ahli gizi.

6. Air dengan irisan lemon

Segelas infused water berisi irisan lemon dan daun mint segar di atas meja putih dengan potongan lemon di sampingnya.
ilustrasi infused water lemon biji (pexels.com/Breakingpic)

Menambahkan irisan lemon ke dalam air dapat meningkatkan asupan sitrat, meskipun jumlahnya biasanya tidak sebesar perasan lemon murni.

Bagi orang yang rentan mengalami batu ginjal, sitrat dapat membantu mengurangi pembentukan kristal kalsium.

Selain itu, rasa segar dari lemon sering membuat orang lebih mudah minum air dalam jumlah cukup sepanjang hari, yang merupakan faktor paling penting dalam pencegahan batu ginjal.

7. Smoothie buah utuh yang tidak berlebihan

Jika dibuat dengan komposisi yang tepat, smoothie bisa menjadi pilihan sarapan praktis.

Buah-buahan menyediakan vitamin, mineral, serat, dan berbagai senyawa antioksidan yang mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan. Namun, perbedaannya ada pada pembuatannya. Smoothie yang menggunakan buah utuh, yoghurt tanpa gula, atau susu rendah lemak umumnya lebih baik dibanding smoothie yang dicampur sirop, gula tambahan, atau es krim.

Ginjal dipengaruhi oleh kesehatan metabolik. Karena itu, menjaga kadar gula darah dan berat badan tetap sehat merupakan salah satu investasi terbaik untuk kesehatan ginjal jangka panjang.

Minuman yang sebaiknya tidak menjadi kebiasaan pagi

Penelitian menunjukkan konsumsi minuman berpemanis secara rutin berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit ginjal kronis. Risiko itu kemungkinan dipengaruhi oleh efek minuman manis terhadap obesitas, diabetes tipe 2, tekanan darah, dan peradangan.

Minuman energi tinggi gula, soda, teh manis berlebihan, dan berbagai minuman ultraproses sebaiknya tidak menjadi pilihan utama untuk memulai harimu.

Ginjal bekerja tanpa henti setiap hari. Cara menjaganya sederhana, yaitu cukup minum air, menjaga pola makan, mengontrol tekanan darah, mengelola gula darah, dan memilih minuman yang mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Referensi

Angela C Webster et al., “Chronic Kidney Disease,” The Lancet 389, no. 10075 (November 23, 2016): 1238–52, https://doi.org/10.1016/s0140-6736(16)32064-5.

National Kidney Foundation. "Hydration and Kidney Health." Diakses Juni 2026.

Curhan, Gary C., et al. "Beverage Use and Risk for Kidney Stones." Annals of Internal Medicine 128, no. 7 (1998): 534–540. https://doi.org/10.7326/0003-4819-128-7-199804010-00003

Karn Wijarnpreecha et al., “Association of Coffee Consumption and Chronic Kidney Disease: A Meta-analysis,” International Journal of Clinical Practice 71, no. 1 (December 9, 2016): e12919, https://doi.org/10.1111/ijcp.12919.

National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK). "Prevent Kidney Stones." Diakses Juni 2026.

Pietro Manuel Ferraro et al., “Dietary and Lifestyle Risk Factors Associated With Incident Kidney Stones in Men and Women,” The Journal of Urology 198, no. 4 (March 30, 2017): 858–63, https://doi.org/10.1016/j.juro.2017.03.124.

American Urological Association. "Medical Management of Kidney Stones Guideline." Diakses Juni 2026.

Jin Li et al., “Association of Tea Consumption With All-cause/Cardiovascular Disease Mortality in the Chronic Kidney Disease Population: An Assessment of Participation in the National Cohort,” Renal Failure 47, no. 1 (January 13, 2025): 2449578, https://doi.org/10.1080/0886022x.2025.2449578.

Paul E. Stevens et al., “KDIGO 2024 Clinical Practice Guideline for the Evaluation and Management of Chronic Kidney Disease,” Kidney International 105, no. 4 (March 13, 2024): S117–314, https://doi.org/10.1016/j.kint.2023.10.018.

World Health Organization. "Healthy Diet." Diakses Juni 2026.

Share Article
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F

Related Articles

See More