Anak perlu dipantau secara berkala untuk melihat apakah berat dan tinggi badannya mulai mengikuti kurva yang lebih baik.
Jika setelah perbaikan makan dan kesehatan anak tetap tidak tumbuh sesuai harapan, dokter bisa menilai kemungkinan lain, seperti gangguan hormon, penyakit kronis, kelainan genetik, atau masalah penyerapan.
Panduan perawakan pendek pada anak menekankan bahwa evaluasi perlu mempertimbangkan pola pertumbuhan, tinggi orang tua, usia tulang, pubertas, serta kemungkinan penyakit yang mendasari.
Jangan berhenti setelah satu kali konsultasi. Catat berat dan tinggi anak setiap bulan atau sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Segera periksa jika tinggi badan anak berada jauh di bawah standar usia, grafik pertumbuhan mendatar atau turun, berat badan sulit bertambah, anak sering sakit, diare berulang, batuk lama, tampak sangat pucat, atau perkembangan terlambat.
Kesimpulannya, cara menambah tinggi anak yang sudah stunting adalah dengan memastikan diagnosis, mencari penyebab, memperbaiki gizi, mengobati penyakit, menjaga lingkungan bersih, memberi stimulasi, dan memantau pertumbuhan secara rutin. Tinggi badan mungkin tidak selalu bisa dikejar sepenuhnya, tetapi pertumbuhan dan perkembangan anak tetap bisa dioptimalkan.
Referensi
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes). “Stunting.” Diakses Juli 2026.
Kemenkes. “1000 HPK Kunci Cegah Stunting.” Diakses Juli 2026.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). “Kurva Pertumbuhan WHO.” Diakses Juli 2026.
IDAI. “Mencegah Anak Berperawakan Pendek.” Diakses Juli 2026.
Batubara, José R. L., et al. Perawakan Pendek pada Anak dan Remaja di Indonesia" (PDF). IDAI. Diakses Juli 2026.
World Health Organization (WHO). “WHO Guideline for Complementary Feeding of Infants and Young Children 6–23 Months of Age.” Diakses Juli 2026.
WHO. “WHO Guideline on the Prevention and Management of Wasting and Nutritional Oedema (Acute Malnutrition) in Infants and Children under 5 Years.” Diakses Juli 2026.
Prentice, Andrew M., Kate A. Ward, Gail R. Goldberg, et al. “Critical Windows for Nutritional Interventions against Stunting.” American Journal of Clinical Nutrition 97, no. 5 (2013): 911–918. https://doi.org/10.3945/ajcn.112.052332.
Koshy, Beena, Sushil John, Gagandeep Kang, et al. “Are Early Childhood Stunting and Catch-Up Growth Associated with School Age Cognition? Evidence from an Indian Birth Cohort.” PLOS ONE 17, no. 3 (2022): e0264018. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0264018.
Leroy, Jef L., and Edward A. Frongillo. “Can Children Catch Up from the Consequences of Undernourishment? Evidence from Child Linear Growth, Development and Recovery from Severe Acute Malnutrition.” Advances in Nutrition 10, no. 6 (2019): 1032–1041. https://doi.org/10.1093/advances/nmz053.