Dengan mengetahui kebiasaan yang sebaiknya dihindari, risiko gangguan kesehatan akibat paparan suhu tinggi dapat diminimalkan sehingga aktivitas sehari-hari tetap berjalan dengan nyaman. Sebagai upaya menjaga tubuh agar tetap sehat, kamu perlu menghindari beberapa hal di bawah ini saat cuaca panas melanda. Yuk, simak!
Jangan Lakukan Ini saat Cuaca Panas, Bisa Menyebabkan Pingsan!

- Langsung mandi setelah kepanasan bisa memicu pusing, kram otot, hingga pingsan karena perubahan suhu tubuh yang terlalu drastis.
- Mencuci muka dengan sabun saat kulit masih panas dapat merusak kelembapan alami dan skin barrier, sebaiknya gunakan air biasa lalu pelembap.
- Minum air terlalu dingin secara berlebihan ketika tubuh panas bisa menyebabkan kram perut dan gangguan saluran napas, lebih aman minum air suhu normal bertahap.
Tanpa disadari, saat cuaca panas melanda, banyak orang justru melakukan kebiasaan yang sebaiknya dihindari. Aktivitas tersebut sering dianggap dapat mengurangi rasa gerah atau membuat tubuh terasa lebih nyaman, padahal dalam kondisi tertentu justru berpotensi menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan. Karena itu, penting untuk memahami apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat cuaca panas agar tubuh tetap terlindungi dan terhindar dari risiko gangguan kesehatan.
1. Hindari mandi saat suhu tubuh panas

Setelah beraktivitas di lingkungan dengan suhu yang tinggi, sebaiknya tidak langsung mandi. Paparan sinar matahari dapat meningkatkan suhu tubuh, membuat pori-pori terbuka, dan menyebabkan jantung berdetak lebih cepat. Jika tubuh yang masih panas langsung disiram dengan air dingin, tubuh dapat memberikan respons yang tiba-tiba sehingga berisiko memicu pusing mendadak, kram otot, hingga pingsan.
"Habis kepanasan, langsung mandi? Kebiasaan ini bisa berbahaya untuk tubuh kamu. Kenapa berbahaya? Saat kita terkena panas, suhu tubuh menjadi tinggi, pori-pori terbuka, dan jantung berdetak dengan cepat. Apabila dalam kondisi tersebut tubuh langsung dibasuh air dingin, maka tubuh akan merasa kaget sehingga dapat menyebabkan pusing mendadak, otot kram, bahkan pingsan," ujar Stella Nanyk, dokter umum dan spesialis akupuntur dalam akun Tiktok miliknya @dr.stella.nanyk
Kondisi tersebut karena perubahan suhu yang terlalu drastis, dapat memengaruhi respons tubuh dan sirkulasi darah. Oleh karena itu, setelah selesai beraktivitas di cuaca panas, dianjurkan untuk beristirahat terlebih dahulu selama sekitar 15–30 menit di tempat yang teduh atau sejuk agar suhu tubuh kembali normal. Setelah tubuh terasa lebih nyaman dan tidak lagi terlalu panas, barulah mandi.
2. Hindari mencuci muka menggunakan sabun

Saat kulit masih terasa panas setelah terpapar sinar matahari, sebaiknya hindari langsung mencuci muka menggunakan sabun. Menurut Tirta Mandira Hudhi, dokter umum dan influencer, penggunaan sabun ketika suhu kulit masih tinggi dapat membuat kulit kehilangan kelembapan alaminya. Pada kondisi tersebut, skin barrier sedang bekerja melindungi kulit dari paparan radikal bebas, polusi, dan bakteri.
"Mencuci muka setelah terkena sengatan panas diperbolehkan, tapi dengan catatan tidak memakai sabun. Mencuci muka dengan sabun akan mengurangi tekstur kelembapan. Pada kondisi tersebut, skin barrier sedang melindungki kulit. Apabila langsung mencuci muka tanpa pelembap, maka dapat membuat kulit kering. Oleh karena itu, lakukan cuci muka tanpa sabun dan gunakan pelembap," ungkapnya, dikutip dari kanal YouTube @TirtaPengPengPeng.
Apabila wajah langsung dibersihkan dengan sabun tanpa diikuti penggunaan pelembap, kulit berisiko menjadi lebih kering dan terasa tertarik. Oleh karena itu, setelah beraktivitas di bawah terik matahari, biarkan suhu kulit kembali normal terlebih dahulu. Jika ingin membersihkan wajah, gunakan air terlebih dahulu, lalu aplikasikan pelembap agar kelembapan kulit tetap terjaga.
3. Hindari minum air yang terlalu dingin secara berlebihan

Saat cuaca panas, minum air memang menjadi cara terbaik untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang. Namun, hindari mengonsumsi air yang terlalu dingin dalam jumlah banyak sekaligus ketika tubuh masih sangat panas. Perubahan suhu yang mendadak dapat membuat sebagian orang mengalami rasa tidak nyaman, seperti perut terasa kram, nyeri, atau sensasi tidak nyaman pada tenggorokan.
"Jangan meminum air es secara berlebihan ketika cuaca panas karena memiliki efek negatif terhadap tubuh. Pertama, penyempitan pembuluh darah. Kedua, kontraksi pada perut dan usus. Ketiga, memicu gangguan pada saluran pernafasan. Keempat, meningkatkan resiko dehidrasi," jelas Agus Chen, ahli akupunktur, dalam akun Tiktok @akupunktur_dokterchen.
Sebagai gantinya, konsumsi air putih dengan suhu normal secara bertahap agar tubuh dapat beradaptasi dengan baik. Yang paling penting, pastikan kebutuhan cairan tetap terpenuhi untuk mencegah dehidrasi selama beraktivitas di cuaca panas.
Cuaca panas memang tidak dapat dihindari, tetapi dampaknya terhadap kesehatan dapat diminimalkan dengan kebiasaan yang benar dan tepat. Selain menggunakan perlengkapan yang mendukung saat beraktivitas di luar ruangan, penting juga untuk menghindari kebiasaan yang berisiko bagi tubuh setelah terpapar suhu tinggi.
Memberikan waktu bagi tubuh untuk menyesuaikan kembali suhunya, menjaga asupan cairan, serta merawat kulit dengan benar merupakan langkah sederhana yang dapat membantu menjaga kondisi tubuh tetap prima. Dengan menerapkan kebiasaan tersebut, aktivitas di tengah cuaca panas pun dapat dilakukan dengan lebih aman dan nyaman.




![[QUIZ] Kenali Tanda-Tanda NPD Dalam Dirimu](https://image.idntimes.com/post/20250316/af5a53bb-312a-4641-b065-06d2a9672492-1b0ff41e9a8a4649da2e26c7a193b2b1-26a21f9272a3347bc3b2430766f4ec1d.jpeg)


![[QUIZ] Mitos atau Fakta: Seberapa Paham Kamu soal Dunia Lari?](https://image.idntimes.com/post/20260625/pexels-eddson-lens-748406628-29400388_6e217a3a-5fd2-437a-9b64-22454064b7f3.jpg)


![[QUIZ] Cek Kebiasaan Buang Air Besar Kamu, Sudah Sehat Belum?](https://image.idntimes.com/post/20251019/20251019_171715_26c40da1-3cae-49cc-82f4-445f713dace2.jpg)










