Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Apakah BAB Warna Hitam Berbahaya? Ini Penjelasannya

Apakah BAB Warna Hitam Berbahaya? Ini Penjelasannya
ilustrasi buang air besar (freepik.com/Jcomp)
Intinya Sih
  • Perubahan warna BAB menjadi hitam tidak selalu berbahaya, bisa disebabkan oleh makanan, suplemen zat besi, atau obat tertentu.

  • Jika BAB hitam tampak pekat, lengket, dan berbau menyengat disertai nyeri perut atau lemas, hal ini dapat menandakan perdarahan saluran pencernaan yang memerlukan pemeriksaan medis segera.

  • Dokter dapat melakukan tes darah, CT scan, atau endoskopi untuk memastikan sumber perdarahan serta menentukan apakah kondisi tersebut termasuk melena atau hanya efek konsumsi makanan dan obat.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article
Artikel ini telah ditinjau secara medis oleh
dr. Duddy Mulyawan D, Sp.PD-KGEH,FINASIM

Perubahan warna pada BAB bisa membuat siapa saja khawatir, apalagi jika warnanya menjadi hitam. Banyak orang langsung berpikir ini tanda masalah serius, padahal penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari makanan hingga kondisi medis tertentu.

Lantas, apakah BAB warna hitam berbahaya? Jawabannya tergantung penyebabnya. Jika disebabkan oleh makanan atau obat tertentu, biasanya tidak berbahaya. Namun, jika disertai gejala seperti nyeri perut, lemas, atau pusing, bisa jadi tanda perdarahan pada saluran pencernaan yang memerlukan perhatian medis. Berikut penjelasan lengkapnya.

Table of Content

1. Apakah BAB warna hitam berbahaya?

1. Apakah BAB warna hitam berbahaya?

BAB berwarna hitam sebenarnya tidak selalu berbahaya. Dalam beberapa kasus, warna hitam pada feses bisa disebabkan oleh kondisi wajar, seperti konsumsi suplemen zat besi, obat yang mengandung bismut (misalnya untuk gangguan lambung), atau makanan berwarna gelap seperti cokelat maupun tinggi pewarna. Biasanya, feses tetap memiliki tekstur normal dan tidak disertai keluhan lain.

Jika penyebabnya berasal dari makanan atau obat, warna hitam ini umumnya bersifat sementara dan akan kembali normal setelah konsumsi dihentikan. Kamu juga tidak akan merasakan gejala tambahan seperti nyeri atau lemas. Karena itu, penting mengingat kembali apa yang baru saja kamu konsumsi dalam beberapa hari terakhir sebagai langkah awal untuk membedakannya.

Namun, perlu waspada jika BAB hitam terlihat pekat, lengket, berbau sangat menyengat, dan menyerupai aspal. Kondisi ini dikenal sebagai melena. Ini bisa menjadi tanda adanya perdarahan di saluran pencernaan bagian atas, seperti lambung atau usus halus. Apalagi jika disertai gejala seperti nyeri perut, pusing, lemas, atau muntah darah, sebaiknya segera periksa ke dokter.

2. Penyebab BAB warna hitam

Penyebab BAB warna hitam
ilustrasi buang air besar (unsplash.com/Giorgio Trovato)

BAB berwarna hitam bisa terjadi karena berbagai hal, baik kondisi medis yang serius maupun faktor yang sebenarnya tidak berbahaya. Pada beberapa kasus, BAB hitam bisa menjadi tanda adanya perdarahan atau gangguan pada saluran pencernaan, seperti:

  • Luka atau robekan pada dinding saluran cerna
  • Robekan pada kerongkongan akibat muntah hebat
  • Peptic ulcer (tukak lambung)
  • Gastritis (radang lambung)
  • Esofagitis (radang kerongkongan)
  • Varises atau pelebaran vena pada lambung atau kerongkongan
  • Acute hemorrhagic erosive gastropathy (Erosi lapisan lambung)
  • Kanker pada kerongkongan, pankreas, atau lambung.

Namun, ada juga penyebab BAB hitam yang tergolong tidak berbahaya, misalnya:

  • Obat yang mengandung Bismuth subsalicylate
  • Konsumsi arang aktif (activated charcoal)
  • Makanan berwarna gelap
  • Suplemen zat besi.

3. Jenis pemeriksaan

Untuk memastikan apakah BAB hitam yang kamu alami merupakan melena, dokter biasanya akan memulai dengan pemeriksaan dasar, lalu dilanjutkan dengan tes lanjutan untuk mengetahui sumber perdarahannya. Berikut beberapa tes yang dilakukan.

  • Tes darah

Tes darah ini membantu dokter menilai kondisi kesehatan secara keseluruhan, termasuk jumlah darah yang hilang akibat perdarahan. Hasilnya bisa memberikan petunjuk awal mengenai seberapa serius kondisi dan kemungkinan penyebab melena.

  • Pemeriksaan pencitraan (CT scan atau CT angiogram)

CT scan atau CT angiogram digunakan untuk melihat secara detail kondisi saluran pencernaan dan menemukan lokasi perdarahan yang mungkin tidak terlihat secara langsung. Tes ini sangat berguna ketika perdarahan tidak terlalu jelas atau sulit ditentukan sumbernya.

  • Endoskopi saluran cerna atas

Endoskopi adalah prosedur di mana dokter memasukkan selang tipis dengan kamera ke dalam kerongkongan, lambung, dan usus halus bagian atas. Selain memungkinkan dokter melihat sumber perdarahan secara langsung, prosedur ini juga bisa digunakan untuk mengambil sampel jaringan atau menghentikan perdarahan yang aktif dengan tindakan medis tertentu.

Dari makanan yang kita konsumsi sampai gejala medis yang serius, penyebab perubahan warna ini memang beragam. Namun, dengan bekal informasi tadi, kamu kini punya panduan untuk menilai sendiri apakah BAB warna hitam berbahaya atau tidak. Semoga ulasan ini bermanfaat!

FAQ seputar apakah BAB warna hitam berbahaya

Apakah BAB hitam selalu berbahaya?

Tidak, bisa disebabkan oleh makanan atau obat tertentu, tapi juga bisa tanda perdarahan saluran cerna.

Makanan apa yang bisa membuat BAB menjadi hitam?

Contohnya blueberry, licorice hitam, atau makanan tinggi pewarna gelap.

Obat atau suplemen apa yang menyebabkan BAB hitam?

Zat besi, obat yang mengandung bismuth, dan arang aktif.

Referensi

“Why Is Your Poop Black and Tarry?”. WebMD. Diakses Maret 2026.
“Melena (Black Stool)”. Cleveland Clinic. Diakses Maret 2026.
“Ulcer Black Stool: 5 Alarming Facts (Emergency)”. Liv Hospital. Diakses Maret 2026.
“Black or Tarry Stools”. MedlinePlus. Diakses Maret 2026.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Lea Lyliana
Fahreza Murnanda
Lea Lyliana
EditorLea Lyliana

Related Articles

See More