Hubungan seharusnya menjadi ruang aman. Tempat pulang ketika hari terasa berat, bukannya menambah tekanan. Namun, tidak semua hubungan berjalan demikian. Ada hubungan yang perlahan menggerus rasa percaya diri, membuat seseorang meragukan dirinya sendiri, atau hidup terus-terusan dalam kondisi waspada. Istilah seperti gaslighting kini makin akrab, tetapi dampaknya sering dipersempit hanya pada kesehatan mental.
Padahal, tubuh tidak pernah benar-benar memisahkan emosi dan fisik. Ketika konflik, manipulasi, atau kekerasan emosional terjadi secara berulang, sistem stres di otak aktif lebih lama dari yang seharusnya. Detak jantung meningkat, tekanan darah naik, hormon stres dilepaskan. Jika situasi ini menjadi pola, tubuh dipaksa berada dalam mode “siaga” berkepanjangan.
Dalam dunia medis, itu dikenal sebagai stres kronis, kondisi yang dalam jangka panjang berkaitan dengan berbagai penyakit serius. Hubungan toksik bisa menjadi faktor risiko biologis yang nyata.
