ilustrasi pasangan yang sedang konflik (pexels.com/ANTONI SHKRABA production)
Paparan stres berkepanjangan dikaitkan dengan peningkatan risiko sindrom metabolik, yakni kumpulan kondisi seperti obesitas sentral, hipertensi, dan resistansi insulin.
Sebuah tinjauan ilmiah menyoroti peran stres psikososial sebagai faktor yang berkontribusi pada penyakit kardiometabolik melalui jalur neuroendokrin dan inflamasi. Kortisol yang tinggi dalam jangka panjang dapat meningkatkan nafsu makan, terutama terhadap makanan tinggi gula dan lemak. Kombinasi perubahan hormonal dan pola makan emosional ini memperbesar risiko kenaikan berat badan dan gangguan metabolisme.
Dengan kata lain, tubuh menyimpan jejak stres dalam bentuk perubahan fisiologis yang terukur.
Hubungan toksik bukan sekadar pengalaman emosional yang menyakitkan. Beberapa bukti menunjukkan bahwa stres kronis akibat konflik, manipulasi, atau kekerasan emosional dapat memengaruhi tekanan darah, kualitas tidur, sistem imun, hingga metabolisme. Tubuh dan pikiran bekerja sebagai satu kesatuan.
Mengenali tanda-tanda hubungan yang tidak sehat adalah langkah awal untuk melindungi kesehatan secara menyeluruh. Mencari dukungan profesional, membangun jaringan sosial yang suportif, dan menetapkan batasan yang jelas bukan hanya keputusan emosional, tetapi juga keputusan kesehatan.
Referensi
"Stress effects on the body." American Psychological Association. Diakses Februari 2026.
Bruce S. McEwen, “Protective and Damaging Effects of Stress Mediators,” New England Journal of Medicine 338, no. 3 (January 15, 1998): 171–79, https://doi.org/10.1056/nejm199801153380307.
Adrian Liston and Daniel H. D. Gray, “Homeostatic Control of Regulatory T Cell Diversity,” Nature Reviews. Immunology 14, no. 3 (January 31, 2014): 154–65, https://doi.org/10.1038/nri3605.
"Relationship quality impacts heart health, study shows." News Medical Life Sciences. Diakses Februari 2026.
Karen Bouchard et al., “Better Together: Relationship Quality and Mental Health Among Cardiac Patients and Spouses,” Family Process 62, no. 4 (November 20, 2022): 1624–39, https://doi.org/10.1111/famp.12836.
Christian Templin et al., “Clinical Features and Outcomes of Takotsubo (Stress) Cardiomyopathy,” New England Journal of Medicine 373, no. 10 (September 2, 2015): 929–38, https://doi.org/10.1056/nejmoa1406761.
Andrew Steptoe and Mika Kivimäki, “Stress and Cardiovascular Disease,” Nature Reviews Cardiology 9, no. 6 (April 3, 2012): 360–70, https://doi.org/10.1038/nrcardio.2012.45.
Ji Hyun Lee, William J. Chopik, and Lawrence B. Schiamberg, “Longitudinal Associations Between Marital Quality and Sleep Quality in Older Adulthood,” Journal of Behavioral Medicine 40, no. 5 (April 11, 2017): 821–31, https://doi.org/10.1007/s10865-017-9850-2.
"Stress and Heart Health." American Heart Association. Diakses Februari 2026.
"About Sleep and Your Heart Health." CDC. Diakses Februari 2026.