Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

7 Kesalahan yang Bikin Nyeri Otot Makin Parah, Jangan Diabaikan

7 Kesalahan yang Bikin Nyeri Otot Makin Parah, Jangan Diabaikan
ilustrasi nyeri otot (magnific.com/wayhomestudio)
Intinya Sih
  • Banyak orang memperburuk nyeri otot karena menunda penanganan, tetap memaksa beraktivitas, dan mengabaikan pembengkakan yang seharusnya segera ditangani dengan metode sederhana seperti RICE.
  • Postur tubuh buruk, kurang tidur, serta dehidrasi dan pola makan tidak seimbang dapat memperlambat pemulihan otot dan meningkatkan risiko cedera baru.
  • Melewatkan fisioterapi membuat otot makin lemah dan sendi kaku, padahal latihan terarah dari tenaga medis penting untuk mengembalikan kekuatan serta mempercepat proses penyembuhan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Nyeri otot adalah keluhan yang umum, baik setelah berolahraga, mengangkat beban berat, bekerja terlalu lama, maupun akibat cedera ringan. Sayangnya, banyak orang melakukan beberapa kebiasaan yang tanpa disadari membuat nyeri otot makin parah dan proses pemulihan menjadi lebih lama.

Alih-alih membaik dalam beberapa hari, rasa sakit bisa bertahan selama berminggu-minggu jika otot yang cedera tidak ditangani dengan benar.

Penting untuk mengetahui kesalahan apa saja yang sebaiknya dihindari agar tubuh dapat pulih lebih cepat. Berikut beberapa kesalahan yang sering membuat nyeri otot memburuk.

Table of Content

1. Memaksakan diri dan menunda penanganan

1. Memaksakan diri dan menunda penanganan

Banyak orang menganggap nyeri otot cuma hal biasa yang akan hilang dengan sendirinya. Akibatnya, mereka memilih untuk menahan rasa sakit dan tetap beraktivitas seperti biasa. Menunda penanganan bisa membuat kondisi memburuk dan menghambat proses penyembuhan.

Selain itu, beberapa gejala tertentu sebenarnya bisa menjadi tanda masalah yang lebih serius, seperti pembengkakan yang besar, mati rasa, kelemahan otot, demam, atau nyeri yang semakin berat dari hari ke hari.

Jika nyeri terasa tidak biasa atau membuatmu kesulitan berjalan maupun menggunakan anggota tubuh tertentu, sebaiknya segera temui dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat.

2. Tetap menggunakan bagian tubuh yang cedera

Kesalahan berikutnya adalah tetap memaksa menggunakan bagian tubuh yang sedang cedera. Misalnya, tetap berjalan meski lutut sedang bengkak atau tetap mengangkat barang berat ketika bahu terasa sangat nyeri.

Tubuh sebenarnya memberikan sinyal bahwa area tersebut membutuhkan istirahat. Ketika sinyal ini diabaikan, jaringan otot yang rusak bisa mengalami cedera tambahan sehingga waktu pemulihan menjadi lebih panjang.

Jika dokter menyarankan penggunaan penyangga, perban, atau bahkan tongkat bantu, sebaiknya gunakan sesuai anjuran. Istirahat yang cukup pada fase awal justru dapat mempercepat proses penyembuhan.

3. Mengabaikan pembengkakan

Seorang wanita memegang leher bagian belakang dengan tangan, tampak dari belakang, menggambarkan rasa nyeri otot di area leher dan bahu.
ilustrasi nyeri otot (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)

Pembengkakan merupakan respons alami tubuh terhadap peradangan setelah cedera terjadi. Namun, bukan berarti kondisi ini boleh diabaikan. Pembengkakan yang berlangsung terus-menerus dapat menekan saraf di sekitarnya sehingga memicu rasa sakit yang lebih hebat, kesemutan, bahkan mati rasa.

Untuk mengurangi pembengkakan, dokter biasanya menyarankan metode RICE, yaitu:

  • Rest atau istirahat.
  • Ice atau kompres dingin.
  • Compression atau penggunaan perban elastis.
  • Elevation atau meninggikan posisi area yang cedera.

Penanganan sederhana ini sering kali membantu mempercepat pemulihan dan mengurangi rasa nyeri.

4. Postur tubuh yang buruk

Postur tubuh yang buruk tidak selalu langsung menimbulkan rasa sakit, tetapi dapat memberikan tekanan tambahan pada otot dan sendi dalam jangka panjang.

Kebiasaan membungkuk saat bekerja di depan komputer, duduk terlalu lama dengan posisi yang salah, atau sering menundukkan kepala saat menggunakan HP dapat membuat otot leher, bahu, dan punggung bekerja lebih keras dari seharusnya. Seiring waktu, kondisi ini dapat memperburuk nyeri otot yang sudah ada sebelumnya. 

Cobalah untuk menjaga posisi duduk dan berdiri tetap tegak. Selain itu, hindari kebiasaan membungkuk terlalu lama saat bekerja atau menggunakan gadget.

5. Kurang tidur

Tidur merupakan salah satu proses terpenting dalam pemulihan tubuh. Saat tidur, tubuh memperbaiki jaringan yang rusak dan memperkuat sistem kekebalan tubuh. Sebaliknya, kurang tidur dapat meningkatkan sensitivitas saraf terhadap rasa sakit sehingga cedera yang sebenarnya ringan terasa jauh lebih menyakitkan.

Selain itu, kelelahan akibat kurang tidur juga meningkatkan risiko cedera baru karena tubuh menjadi kurang fokus dan gerakan menjadi kurang stabil saat beraktivitas atau berolahraga. Usahakan tidur cukup setiap malam dengan jadwal yang teratur agar proses pemulihan berjalan lebih optimal.

6. Kurang minum dan pola makan yang buruk

Seorang wanita bersandar di meja dengan wajah lelah, menatap segelas air di depannya, menggambarkan kondisi kurang minum.
ilustrasi orang kurang minum (unsplash.com/☀️Shine_ Photos)

Otot membutuhkan cairan dan nutrisi yang cukup agar dapat berfungsi dan memperbaiki diri setelah mengalami cedera. Dehidrasi dapat mengurangi elastisitas otot sehingga risiko kram maupun robekan otot menjadi lebih tinggi. Sementara itu, kekurangan protein dan mineral penting, seperti magnesium serta kalium dapat memperlambat proses perbaikan jaringan otot.

Karena itu, jangan hanya fokus pada obat atau kompres. Pastikan kebutuhan cairan harian terpenuhi dan konsumsi makanan bergizi seimbang yang kaya akan protein, vitamin, dan mineral.

7. Melewatkan sesi fisioterapi

Sebagian orang takut bergerak karena khawatir rasa sakit akan bertambah parah atau cedera kembali terjadi. Akibatnya, banyak orang melewatkan jadwal fisioterapi yang telah disusun oleh tenaga kesehatan. Padahal, latihan dalam fisioterapi dirancang khusus untuk membantu tubuh bergerak kembali secara aman sekaligus mengembalikan kekuatan otot secara bertahap.

Menghindari terapi justru dapat membuat otot makin lemah, sendi menjadi kaku, dan masa pemulihan berlangsung lebih lama.

Konsistensi menjalani fisioterapi biasanya menjadi salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan pemulihan.

Nyeri otot memang sering kali akan membaik sendiri, tetapi kebiasaan yang salah dapat membuat kondisi tersebut bertahan lebih lama bahkan berkembang menjadi masalah yang lebih serius. Istirahat yang cukup, menjaga asupan nutrisi, serta mengikuti anjuran tenaga medis dapat membantu otot pulih lebih cepat dan mengurangi risiko cedera berulang.

Referensi

Dr Apoorv Dua Clinic. Diakses pada Juni 2026. "Muscle Injury Causes: Everyday Mistakes That Lead to Muscle Damage."

Everyday Health. Diakses pada Juni 2026. "8 Ways You Might Be Making Acute Pain Worse (and What to Do Instead)."

Pain and Spine Specialists. Diakses pada Juni 2026. "Top 7 Common Mistakes Chronic Pain Sufferers Need To Avoid."

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F

Related Articles

See More