Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Gejala TBC Tulang, Sering Dikira Nyeri Biasa

Gejala TBC Tulang, Sering Dikira Nyeri Biasa
ilustrasi nyeri punggung, bisa menjadi salah satu gejala TBC tulang (magnific.com/stefamerpik)
Intinya Sih
  • TBC tulang dapat menyebabkan nyeri tulang, nyeri punggung, sendi bengkak, kaku, sulit bergerak, demam, keringat malam, berat badan turun, dan tubuh terasa lemah.

  • TBC tulang paling sering mengenai tulang belakang, tetapi juga bisa menyerang sendi seperti pinggul, lutut, siku, pergelangan tangan, atau tulang panjang.

  • Segera periksa jika nyeri tulang atau punggung berlangsung lama, makin berat, disertai demam/keringat malam/berat badan turun, atau muncul kelemahan dan kebas pada kaki.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Banyak orang mengira nyeri punggung atau nyeri sendi sering disebabkan oleh salah posisi tidur, terlalu lama duduk, atau cedera ringan. Sebagian kasus memang begitu. Namun, jika nyeri tak kunjung hilang, makin mengganggu, dan disertai gejala lain seperti demam, keringat malam, atau berat badan turun, ada kemungkinan penyebabnya sesuatu yang lebih serius. Salah satunya adalah TBC tulang.

TBC atau tuberkulosis paling sering menyerang paru, tetapi bakteri Mycobacterium tuberculosis juga bisa menyebar ke organ lain, termasuk tulang dan sendi.

Gejala TBC bergantung pada bagian tubuh yang terkena. Selain paru, TBC juga dapat mengenai ginjal, otak, tulang belakang, dan kulit.

TBC yang terjadi di luar paru-paru, termasuk pada tulang dan sendi, disebut sebagai TBC ekstrapulmoner.

TBC tulang sering berkembang perlahan. Karena gejalanya tidak selalu khas, diagnosis bisa terlambat.

Studi tahun 2025 terhadap 902 pasien TBC tulang dan sendi menemukan bahwa nyeri lokal merupakan gejala paling sering, diikuti demam, keringat malam, dan gangguan saraf. Rata-rata waktu dari munculnya gejala hingga diagnosis adalah 6,1 bulan.

Table of Content

1. Nyeri tulang, nyeri punggung, atau nyeri sendi yang menetap

1. Nyeri tulang, nyeri punggung, atau nyeri sendi yang menetap

Gejala paling umum TBC tulang adalah nyeri di area yang terkena.

Jika menyerang tulang belakang, keluhannya bisa berupa nyeri punggung yang bertahan lama.

Jika mengenai sendi, keluhannya bisa berupa nyeri pada pinggul, lutut, siku, pergelangan tangan, atau sendi lain.

Nyeri punggung dapat mengarah pada TBC tulang belakang, sementara sendi yang bengkak dan nyeri dapat mengarah pada TBC tulang atau tulang rawan.

Pada TBC tulang belakang atau penyakit Pott, tinjauan dalam Asian Spine Journal menyebut gejala umum dapat meliputi nyeri punggung, nyeri tekan tulang belakang, deformitas tulang belakang, dan pada sebagian kasus gangguan saraf.

Nyeri akibat TBC tulang biasanya tidak membaik dengan istirahat biasa atau obat nyeri biasa. Pada beberapa orang, nyeri terasa lebih berat pada malam hari, saat bergerak, atau setelah aktivitas harian.

2. Sendi bengkak, kaku, dan sulit digerakkan

Jika TBC menyerang sendi, gejalanya bisa berupa bengkak, kaku, nyeri, dan gerak sendi makin terbatas.

Sendi yang sering terkena antara lain pinggul, lutut, siku, dan pergelangan tangan.

Gejalanya dapat berkembang perlahan dan tampak tidak terlalu berat meski kerusakan sendi sudah terjadi.

Ini yang membuat TBC sendi kadang mengecoh. Sendi mungkin cuma terasa pegal, kaku, atau sedikit bengkak, lalu makin lama aktivitas seperti berjalan, naik tangga, jongkok, atau mengangkat barang menjadi lebih sulit.

Pada anak, gejalanya bisa tampak sebagai pincang, malas berjalan, atau gerak yang makin terbatas.

3. Demam, keringat malam, berat badan turun, dan lemas

Seorang wanita duduk di meja makan menatap piring salad dengan ekspresi lesu, tampak kehilangan nafsu makan di dapur modern.
ilustrasi hilang nafsu makan (magnific.com/freepik)

TBC tulang tidak selalu disertai batuk.

Pada TBC di luar paru, gejala bisa mengikuti organ yang terkena. Namun, gejala umum TBC tetap bisa muncul, seperti demam, keringat malam, lemas, nafsu makan turun, dan berat badan turun.

Jika nyeri tulang atau nyeri punggung muncul bersama berat badan turun tanpa sebab jelas, demam hilang timbul, atau keringat malam sampai baju basah, jangan cuma menganggapnya sebagai masuk angin atau kelelahan.

4. Benjolan atau abses dingin di dekat tulang/sendi

Pada sebagian kasus, TBC tulang dapat membentuk abses dingin, yaitu kumpulan nanah yang biasanya tidak tampak merah dan panas seperti infeksi bakteri biasa. Abses dingin dapat terjadi pada osteitis atau peradangan tulang akibat TBC.

Benjolan seperti ini bisa muncul dekat tulang belakang, pinggang, pangkal paha, atau area sendi yang terkena. Karena tidak selalu sangat nyeri atau meradang, keluhan ini bisa lama diabaikan. Padahal, benjolan yang menetap dan disertai nyeri tulang atau gejala TBC perlu diperiksa.

5. Kelemahan, kebas, kesemutan, atau sulit berjalan

Ini tanda yang lebih serius, terutama pada TBC tulang belakang. Kenapa?

Infeksi dapat merusak tulang belakang, membentuk abses, atau menekan saraf dan sumsum tulang belakang. Tinjauan tentang TBC tulang belakang melaporkan bahwa komplikasi neurologis dapat terjadi pada sekitar 10–43 persen kasus TBC tulang belakang.

Gejalanya bisa berupa kaki terasa lemah, kebas, kesemutan, langkah tidak stabil, sulit berjalan, atau nyeri yang menjalar.

Jika tekanan pada saraf makin berat, bisa terjadi gangguan buang air kecil atau buang air besar. Ini termasuk tanda bahaya dan perlu penanganan segera.

6. Perubahan bentuk tulang belakang

Ilustrasi dua tubuh manusia dengan tulang belakang berwarna oranye, memperlihatkan perbedaan bentuk tulang belakang normal dan kifosis.
ilustrasi kifosis (magnific.com/kjpargeter)

Pada TBC tulang belakang yang sudah pada tahap lanjut, kerusakan tulang dapat menyebabkan perubahan bentuk tulang belakang (deformitas), seperti punggung tampak makin membungkuk atau muncul gibbus (pembengkokan tajam dan menonjol pada tulang belakang atau kifosis lokal akibat kerusakan atau runtuhnya satu atau beberapa ruas tulang belakang).

Bukan cuma masalah postur, jika tulang belakang rusak dan tidak stabil, risiko gangguan saraf serta keterbatasan gerak bisa meningkat.

Kapan harus segera periksa?

Segera periksa ke dokter jika kamu mengalami:

  • Nyeri punggung, nyeri tulang, atau nyeri sendi yang menetap lebih dari beberapa minggu.
  • Nyeri makin berat, terutama pada malam hari.
  • Sendi bengkak, kaku, atau sulit digerakkan.
  • Nyeri disertai demam, keringat malam, berat badan turun, atau lemas.
  • Ada benjolan menetap di dekat tulang belakang, pinggul, atau sendi.
  • Kaki terasa lemah, kebas, kesemutan, atau sulit berjalan.
  • Gangguan buang air kecil atau buang air besar.
  • Punya riwayat kontak erat dengan pasien TBC, pernah terkena TBC, HIV, diabetes, atau kondisi yang melemahkan daya tahan tubuh.

Dokter biasanya akan menilai riwayat gejala, pemeriksaan fisik, tes darah, pemeriksaan dahak jika curiga ada TBC paru, tes molekuler/kultur, serta pencitraan seperti rontgen, CT scan, atau MRI.

Untuk TBC tulang belakang, MRI sering dianggap lebih sensitif dibanding rontgen dalam melihat keterlibatan tulang, diskus, abses, dan tekanan pada saraf.

Apakah TBC tulang menular?

TBC tulang biasanya tidak menular lewat sentuhan biasa. Penularan TBC umumnya terjadi melalui udara dari orang dengan TBC paru atau TBC laring yang aktif.

Orang dengan TBC ekstrapulmoner biasanya tidak menular, kecuali jika juga memiliki TBC paru, TBC laring, lesi terbuka, atau prosedur tertentu yang menghasilkan aerosol.

Meski begitu, seseorang dengan TBC tulang tetap perlu dievaluasi apakah ada TBC paru bersamaan. Ini penting untuk pengobatan pasien dan perlindungan orang sekitar.

Gejala TBC tulang dapat meliputi nyeri tulang atau punggung yang menetap, sendi bengkak dan kaku, sulit bergerak, demam, keringat malam, berat badan turun, lemas, benjolan atau abses dingin, hingga kelemahan dan kebas pada kaki jika tulang belakang terlibat.

Karena gejalanya sering samar dan mirip nyeri otot, cedera, atau radang sendi, TBC tulang bisa dengan mudah terlambat didiagnosis. Kuncinya, jangan menunggu nyeri berbulan-bulan. Jika nyeri tulang atau punggung menetap dan disertai gejala sistemik seperti demam, keringat malam, atau berat badan turun, segera ke dokter.

TBC tulang bisa diobati, tetapi diagnosis dan pengobatan dini sangat penting untuk mencegah kerusakan tulang, sendi, dan saraf.

Referensi

World Health Organization. “Tuberculosis.” Diakses Juli 2026.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC). “Signs and Symptoms of Tuberculosis.” Diakses Juli 2026.

CDC. “Clinical Overview of Tuberculosis Disease.” Diakses Juli 2026.

Médecins Sans Frontières. “2.2 Extrapulmonary Tuberculosis.” MSF Medical Guidelines. Diakses Juli 2026.

Rasouli, Mohammad R., Alexander R. Mirkoohi, Ali R. Vaccaro, Ke-Vin Yarandi, and Farshid Rahimi-Movaghar. “Spinal Tuberculosis: Diagnosis and Management.” Asian Spine Journal 6, no. 4 (2012): 294–308.

Garg, Ravindra Kumar, and Dilip S. Somvanshi. “Spinal Tuberculosis: A Review.” Journal of Spinal Cord Medicine 34, no. 5 (2011): 440–454.

Yuan, Y., et al. “Bone and Joint Tuberculosis: Clinical Manifestation, Diagnostic Delay, and Treatment Outcomes.” BMC Infectious Diseases (2025).

Leonard, Michael K., Jr., and William R. Blumberg. “Musculoskeletal Tuberculosis.” Microbiology Spectrum 5, no. 2 (2017).

Lee, Jin Young. “Diagnosis and Treatment of Extrapulmonary Tuberculosis.” Tuberculosis and Respiratory Diseases 78, no. 2 (2015): 47–55.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F

Related Articles

See More