Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Dampak Terlalu Sering Minum Es bagi Kesehatan Tubuh

5 Dampak Terlalu Sering Minum Es bagi Kesehatan Tubuh
ilustrasi minum minuman dingin (pexels.com/Timur Weber)

Minuman dingin sering menjadi pilihan banyak orang, terutama saat cuaca panas atau setelah beraktivitas seharian. Sensasi segar dari es batu di dalam minuman memang terasa menyenangkan dan dapat membantu meredakan rasa haus dengan cepat. Tidak heran banyak orang terbiasa menambahkan es ke dalam berbagai jenis minuman.

Namun, kebiasaan minum es terlalu sering ternyata tidak selalu baik bagi tubuh. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa suhu minuman yang sangat dingin dapat memengaruhi cara kerja organ dalam. Melansir penelitian berjudul Water in the Body: The Harm of Drinking Ice Water and Ice Drinks oleh Maria Kuman, suhu minuman yang terlalu dingin dapat memengaruhi fungsi beberapa organ penting di dalam tubuh.

1. Dapat memperlambat proses pencernaan

Seorang pria mengenakan kaus putih memegang perutnya dengan ekspresi tidak nyaman di depan latar belakang biru muda.
ilustrasi sakit perut (pexels.com/cottonbro studio)

Minuman yang terlalu dingin dapat menurunkan suhu lambung secara mendadak. Ketika hal ini terjadi, tubuh harus bekerja lebih keras untuk menormalkan kembali suhu tersebut agar sistem pencernaan dapat bekerja dengan baik. Proses penyesuaian suhu ini bisa membuat proses pencernaan berjalan lebih lambat.

Melansir penelitian Water in the Body: The Harm of Drinking Ice Water and Ice Drinks oleh Maria Kuman, minuman es dapat mendinginkan area lambung dan organ di sekitarnya. Kondisi ini berpotensi memperlambat aktivitas organ seperti hati dan limpa yang berada di dekat lambung. Akibatnya, proses metabolisme tubuh tidak berjalan seoptimal biasanya.

2. Berpotensi membuat darah menjadi lebih kental

Dokter perempuan memeriksa tekanan darah seorang pasien perempuan yang mengenakan kerudung di ruang konsultasi medis.
ilsutrasi dokter memeriksa pasien (pexels.com/Thirdman)

Suhu minuman juga dapat memengaruhi sistem peredaran darah. Ketika organ yang berperan dalam pembentukan dan penyaringan darah mengalami penurunan aktivitas, kualitas sirkulasi darah dapat ikut terpengaruh. Hal ini tentu berpengaruh pada kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Dilansir penelitian yang sama oleh Maria Kuman, pendinginan pada organ hati dan limpa dapat memperlambat proses pemurnian darah. Kondisi tersebut dapat membuat darah menjadi lebih kental dibandingkan kondisi normal. Darah yang terlalu kental dapat meningkatkan risiko gangguan pada sistem peredaran darah.

3. Dapat meningkatkan risiko gangguan jantung dan stroke

Seorang pria duduk di tepi tempat tidur sambil memegang kepala dan perut, tampak kesakitan di kamar tidur yang sederhana.
ilustrasi sakit (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Sirkulasi darah yang kurang optimal dapat memberikan dampak serius pada kesehatan tubuh. Ketika darah menjadi lebih kental, alirannya di dalam pembuluh darah juga dapat menjadi lebih lambat. Hal ini dapat meningkatkan tekanan pada pembuluh darah dalam jangka panjang.

Melansir penelitian Water in the Body: The Harm of Drinking Ice Water and Ice Drinks oleh Maria Kuman yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Immunology & Microbiology pada tahun 2023, darah yang lebih kental berpotensi meningkatkan risiko serangan jantung. Selain itu, kondisi ini juga dapat memicu pecahnya pembuluh darah di otak yang dikenal sebagai stroke.

4. Bisa memengaruhi kesehatan mata

Seorang dokter mata memeriksa pasien pria menggunakan alat slit lamp untuk mengevaluasi kesehatan mata di klinik.
ilustrasi memeriksa kesehatan mata (pexels.com/Antoni Shkraba Studio)

Fungsi organ dalam tubuh sering kali saling berkaitan satu sama lain. Salah satu contohnya adalah hubungan antara fungsi hati dengan kesehatan mata. Hati berperan dalam menghasilkan enzim yang membantu proses pembentukan vitamin penting bagi tubuh.

Dilansir penelitian Maria Kuman tersebut, hati membantu mengubah karoten menjadi vitamin A yang penting bagi kesehatan penglihatan. Jika fungsi hati menurun, proses tersebut juga dapat terganggu. Dalam jangka panjang, kondisi ini disebut berpotensi meningkatkan risiko gangguan penglihatan seperti katarak.

5. Membuat tubuh bekerja lebih keras menjaga suhu

Seorang perempuan mengenakan kaus hitam tersenyum sambil memegang gelas plastik berisi minuman dingin berwarna kuning dengan sedotan.
ilustrasi minum es (pexels.com/Pierina Diez)

Tubuh manusia memiliki mekanisme alami untuk menjaga suhu internal agar tetap stabil. Ketika kita mengonsumsi minuman yang sangat dingin, tubuh perlu menyesuaikan suhu tersebut agar kembali ke kondisi normal. Proses ini membutuhkan energi tambahan dari tubuh.

Melansir penelitian Water in the Body: The Harm of Drinking Ice Water and Ice Drinks oleh Maria Kuman, suhu dingin dari minuman es dapat menurunkan aktivitas organ yang berada di sekitar lambung untuk sementara waktu. Jika kebiasaan ini berlangsung terus-menerus, tubuh harus bekerja lebih keras untuk menyeimbangkan kondisi tersebut. Akibatnya, efisiensi kerja tubuh juga bisa menurun.

Minum air tetap menjadi kebutuhan penting bagi tubuh agar tetap terhidrasi dengan baik. Namun, memperhatikan suhu minuman juga tidak kalah penting untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Dengan membatasi konsumsi minuman es, tubuh dapat bekerja lebih optimal tanpa harus terus-menerus menyesuaikan perubahan suhu yang ekstrem.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Atqo Sy
EditorAtqo Sy
Follow Us

Related Articles

See More

Studi: Obat COVID-19 Ini Tak Selalu Cegah Rawat Inap

26 Apr 2026, 21:23 WIBHealth