- Sistem kekebalan tubuh.
- Hormon.
- Kesehatan jantung.
- Energi.
7 Suplemen Ini Dapat Membantu Menurunkan Kadar Hormon Kortisol

- Kortisol adalah hormon stres yang berperan penting dalam metabolisme, kekebalan tubuh, dan peradangan; kadar tinggi secara terus-menerus dapat memicu masalah kesehatan jangka panjang.
- Tujuh suplemen seperti magnesium, omega-3, L-theanine, fosfatidilserin, holy basil, vitamin C, dan lemon balm terbukti membantu menurunkan kadar kortisol serta mendukung ketenangan dan fungsi tubuh.
- Selain konsumsi suplemen, menjaga pola makan seimbang dan gaya hidup sehat juga berperan besar dalam mengontrol kadar kortisol agar tubuh tetap bugar dan tidak mudah stres.
Kortisol adalah hormon yang diproduksi tubuh sebagai respons terhadap stres. Ini adalah salah satu hormon yang membantu kamu merespons situasi berbahaya atau mengancam jiwa. Akan tetapi, kortisol memiliki banyak peran lain dalam tubuh. Kortisol juga memengaruhi hal-hal seperti metabolisme, tingkat peradangan, dan sistem kekebalan tubuh.
Di kondisi saat ini, kadar kortisol banyak orang meningkat lebih sering daripada seharusnya. Ketika kadar kortisol terus meningkat, ini dapat menyebabkan masalah kesehatan jangka pendek dan jangka panjang.
Kabar baiknya, diet, gaya hidup, dan suplemen yang tepat dapat membantu menurunkan kadar kortisol. Ketahui apa saja suplemen yang dapat membantu menurunkan hormon kortisol.
Table of Content
1. Magnesium
Magnesium adalah bahan penting untuk banyak proses berbeda dalam tubuh. Artinya, magnesium memainkan peran besar dalam kesehatan. Bahkan, tekanan darah dan gula darah dapat membaik dengan kadar magnesium yang sehat.
Kekurangan magnesium dikaitkan dengan peningkatan stres. Dan, peningkatan stres dapat menurunkan kadar magnesium. Jadi, ini adalah hubungan timbal balik. Kabar baiknya, suplemen magnesium dapat mengurangi kadar kortisol.
Namun, perlu diketahui bahwa konsumsi magnesium dalam dosis tinggi dapat menyebabkan diare. Jadi, pastikan kamu tidak mengonsumsi magnesium melebihi dosis yang dibutuhkan.
2. Asam lemak omega-3
Minyak ikan adalah suplemen makanan yang mengandung asam lemak, termasuk omega-3. Omega-3 sangat bermanfaat untuk:
Meskipun pil minyak ikan sering mengandung omega-3, pil tersebut mungkin juga mengandung omega-6. Omega-6 adalah asam lemak lain. Omega-6 mungkin tidak membantu menurunkan kortisol atau stres. Jadi, pastikan kamu memilih minyak ikan yang mengandung omega-3 untuk membantu menurunkan kadar kortisol dengan lebih baik.
3. L-theanine

Jika kamu pernah merasa lebih rileks setelah menyesap secangkir teh hijau, ini berkat kandungan L-theanine dalam teh.
L-theanine adalah asam amino yang telah terbukti dapat meningkatkan ketenangan dan fokus tanpa membuatmu mengantuk atau gelisah.
L-theanine bekerja dengan meningkatkan gelombang otak alfa yang terkait dengan kewaspadaan yang rileks. Ini dapat membantu meredakan peningkatan kortisol yang disebabkan oleh stres sekaligus meningkatkan kualitas tidur dan mengurangi kecemasan.
4. Fosfatidilserin
Fosfatidilserin adalah zat mirip lemak yang ditemukan di sel-sel otak yang memiliki kemampuan unik untuk meredam lonjakan kortisol, terutama setelah stres mental atau aktivitas fisik yang berat.
Suplemen ini sering digunakan untuk menurunkan kortisol malam hari, yang membantu tidur dan pemulihan. Suplemen ini juga dapat mendukung daya ingat dan fokus di usia paruh baya.
Untuk mendapatkan manfaat yang signifikan, kamu perlu mendapatkan fosfatidilserin 100 hingga 300 mg per hari. Manfaat lainnya adalah membantu pemulihan setelah berolahraga, membantu tidur, dan mengurangi penurunan kognitif terkait usia.
5. Holy basil
Holy basil adalah salah satu herbal andalan dalam pengobatan Ayurveda. Holy basil dianggap sebagai adaptogen dan tonik penenang. Holy basil bermanfaat dalam membantu mengatur produksi kortisol, mendukung keseimbangan gula darah, dan mengurangi gejala kecemasan.
Manfaat lain dari holy basil, meliputi:
- Mengurangi kadar kortisol.
- Memperbaiki gejala stres, kecemasan, dan depresi.
- Mendukung pengaturan gula darah (penting karena kortisol tinggi sering mengganggu kontrol glukosa).
Suplemen holy basil sangat bermanfaat untuk orang yang mengalami stres dan fluktuasi gula darah, yang ditandai dengan mengidam makanan manis dan penurunan energi.
6. Vitamin C

Vitamin C paling dikenal karena manfaatnya untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Namun, sebenarnya vitamin C juga penting untuk fungsi adrenal. Kelenjar adrenal menyimpan beberapa konsentrasi vitamin C tertinggi dalam tubuh, dan menggunakannya dengan cepat selama masa stres.
Mendapatkan asupan vitamin C yang cukup dapat membantu kelenjar adrenal berfungsi dengan baik dan mencegah produksi kortisol yang berlebihan. Vitamin C juga bertindak sebagai antioksidan, mengurangi peradangan yang disebabkan oleh stres kronis.
Vitamin C paling baik dikonsumsi oleh orang yang mengalami stres kronis, sering sakit, atau mereka yang sedang dalam masa pemulihan setelah latihan fisik intensif.
7. Lemon balm
Lemon balm adalah herba dari keluarga mint, yang dikenal luas karena khasiatnya yang menenangkan. Daun lemon balm kadang-kadang digunakan untuk membuat teh, memberi rasa pada makanan, atau membuat obat tradisional. Tersedia juga sebagai suplemen.
Kandungan fitokimia dalam lemon balm dapat mengurangi kadar kortisol untuk meningkatkan kualitas tidur dan memberikan sifat antidepresan.
Demikianlah beberapa suplemen yang bermanfaat untuk menurunkan kadar hormon kortisol. Selain dengan suplemen, perbaikan pola makanan dan kebiasaan gaya hidup dapat membantu mengurangi kadar kortisol tinggi yang menyertai stres.
Referensi
GoodRx. Diakses pada April 2026. "How Can You Reduce Cortisol Naturally? Supplements, Foods, and More."
Midi. Diakses pada April 2026. "6 Supplements to Reduce High Cortisol in Women."
The Lucy Rose Clinic. Diakses pada April 2026. "7 Supplements to Reduce Cortisol and Restore Hormonal Balance."
Verywell Health. Diakses pada April 2026. "10 Supplements That Lower Cortisol Levels Naturally."


![[QUIZ] Pilihan Menu Favoritmu di Aplikasi Ojol Ungkap Risiko Kesehatanmu](https://image.idntimes.com/post/20250521/seblak-4439fd7c67a33b9b7d49baed91e06faa-d0ea42c568cc86100c30fac0081628c1.png)

![[QUIZ] Kardio vs Latihan Beban, Mana yang Lebih Cocok Buatmu?](https://image.idntimes.com/post/20250508/16190-06da9cb21925c208b6c5f4982411b31d-64cf4b37dcccc6b4a69fd3cc38dec42a.jpeg)








![[QUIZ] Seberapa Tajam Matamu? Cek dengan Tebak Karakter Upin & Ipin Ini](https://image.idntimes.com/post/20250526/image-15-38aaa07364b27568f6d9ac02c74958a2.jpg)

![[QUIZ] Kamu Lebih Cocok Menekuni Yoga atau Pilates? Cek di Sini](https://image.idntimes.com/post/20260112/2148835402_3a8446ea-72fe-4533-a1c8-63b69e7ce486.jpg)

