Dr. dr. Sukamto Koesnoe, SpPD, K-AI, FINASIM, Ketua Satgas Imunisasi Dewasa Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) (IDN Times/Misrohatun)
Ketua Satgas Imunisasi Anak Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Prof. Dr. dr. Hartono Gunardi, Sp.A, Subsp.T.K.P.S(K), memaparkan bahwa hingga saat ini masih banyak orang tua yang menganggap DBD sebagai penyakit musiman yang hanya perlu diwaspadai pada waktu-waktu tertentu. Padahal, risiko penularan dapat terjadi kapan saja.
"Risiko penularan dapat terjadi kapan saja, dan pada sebagian kasus berkembang menjadi kondisi yang mengancam jiwa, termasuk syok dengue yang memerlukan penanganan segera. Perlindungan terhadap anak tidak bisa hanya mengandalkan satu langkah. Menerapkan 3M Plus dan mengenali gejala DBD sejak dini tetap penting," jelasnya.
Selain itu, pendekatan yang komprehensif, termasuk perlindungan dari dalam melalui vaksinasi, juga dapat membantu mengurangi risiko rawat inap dan komplikasi akibat DBD. Karena itu, IDAI mendorong orang tua untuk aktif berkonsultasi dengan dokter anak dan memberikan rekomendasi vaksin dengue pada anak untuk perlindungan optimal dari DBD.
DBD sering kali identik dengan penyakit pada anak, padahal orang dewasa juga dapat terinfeksi dan mengalami komplikasi serius, menurut Dr. dr. Sukamto Koesnoe, SpPD, K-AI, FINASIM, Ketua Satgas Imunisasi Dewasa Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI).
Risiko ini makin besar pada individu dengan kondisi penyerta, seperti hipertensi yang berisiko komplikasi 2-3 kali lebih tinggi, diabetes melitus 3-5 kali lebih tinggi, penyakit ginjal hingga 7 kali lebih tinggi dan mereka yang memiliki asma atau penyakit paru kronis, bahkan 2-12 kali lebih tinggi dibandingkan pasien tanpa komorbiditas.
Selain berdampak pada kesehatan, DBD juga memengaruhi produktivitas dan kualitas hidup pasien dan keluarganya. Pencegahan yang komprehensif perlu menjadi perhatian seluruh kelompok usia. PAPDI telah merekomendasikan vaksinasi DBD bagi orang dewasa usia 18-60 tahun sebagai bagian dari upaya perlindungan yang komprehensif.