Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mengapa Seseorang Bisa Kena DBD Lebih Dari Sekali?

Seorang laki-laki terkena demam berdarah.
ilustrasi seorang laki-laki terkena demam berdarah (freepik.com/jcomp)
Intinya sih...
  • Virus dengue punya empat serotipe, sehingga kamu tetap bisa terinfeksi lagi meski sudah pernah sembuh dari DBD sebelumnya.
  • Infeksi dengue DBD atau berikutnya bisa lebih berat akibat fenomena antibody-dependent enhancement, ketika antibodi lama justru membantu virus baru masuk ke sel.
  • Lingkungan endemik dan perubahan imunitas dari waktu ke waktu membuat risiko terkena DBD berulang tetap ada sepanjang hidup, terutama di wilayah tropis.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Demam berdarah atau dengue fever (DBD/DB) dikenal sebagai penyakit yang sering muncul di daerah tropis dan subtropis. Penyebabnya adalah virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes, terutama Aedes aegypti betina.

Banyak orang mungkin mengira bahwa sekali terkena DBD akan kebal seumur hidup, tetapi kenyataannya kamu bisa terkena DBD lebih dari satu kali, bahkan beberapa kali, selama hidup.

Cerita tentang orang yang terkena DBD dua atau tiga kali bukan hal langka di komunitas yang tinggal di wilayah endemik, seperti Indonesia. Kamu atau seseorang yang kamu kenal mungkin juga pernah. Pertanyaannya, kok bisa seseorang kena DBD lebih dari satu kali?

Ternyata memang ada mekanisme biologis yang bisa menjelaskannya. Memahami mengapa infeksi virus dengue bisa berulang membantu kamu memahami risiko pribadi serta kompleksnya interaksi antara virus, nyamuk, dan sistem kekebalan tubuh.

Ada empat serotipe virus dengue

Salah satu alasan mengapa seseorang bisa mengalami DBD lebih dari sekali adalah karena virus dengue memiliki empat serotipe yang berbeda, yaitu DENV-1, DENV-2, DENV-3, dan DENV-4. Masing-masing serotipe ini dianggap sebagai keluarga yang sama namun cukup berbeda, sehingga kekebalan tubuh dari satu serotipe tidak otomatis melindungi dari serotipe lain.

Setelah kamu terinfeksi salah satu serotipe virus dengue, tubuhmu akan membentuk antibodi yang kuat dan tahan lama khusus terhadap serotipe itu. Namun, antibodi ini hanya efektif untuk serotipe yang sama, dan perlindungan terhadap serotipe lain biasanya sifatnya sementara dan parsial. Begitu perlindungan silang ini hilang, kamu masih bisa terinfeksi oleh salah satu dari tiga serotipe yang lain. Itulah sebabnya satu orang bisa terkena DBD beberapa kali selama hidupnya.

Antibodi yang pernah melindungi justru bisa memperparah

Virus dengue dan nyamuk penyebab demam berdarah/DBD.
ilustrasi virus dengue dan nyamuk penyebab demam berdarah/DBD (commons.wikimedia.org/NIAID)

Tidak hanya bisa terinfeksi ulang, kondisi kekebalan yang terbentuk dari infeksi pertama juga bisa memengaruhi respons tubuh jika terinfeksi oleh serotipe lain. Fenomena ini dikenal sebagai antibody-dependent enhancement (ADE).

Secara umum, antibodi berfungsi untuk menetralisir virus. Namun, dengan virus dengue, antibodi dari infeksi pertama dapat berikatan dengan virus dari serotipe yang berbeda tanpa benar-benar menetralkannya. Antibodi ini malah membantu virus lebih mudah masuk dan bereplikasi di dalam sel yang memiliki reseptor tertentu, seperti sel darah putih. Akibatnya, infeksi berikutnya bisa menjadi lebih berat daripada infeksi pertama, dan risiko komplikasi serius seperti dengue hemorrhagic fever/demam berdarah dengue (DHF) atau dengue shock syndrome/sindrom syok dengue (DSS) meningkat.

Faktor lingkungan dan epidemiologi

Di banyak wilayah endemik, keempat serotipe virus dengue bisa beredar secara bersamaan. Ini berarti seseorang bisa terpapar satu serotipe pada satu musim, lalu di musim lainnya terpapar serotipe berbeda dari nyamuk yang berbeda pula. Keberadaan empat serotipe ini, terutama di daerah tropis dan subtropis, menjadikan infeksi ulang lebih mungkin terjadi.

Selain itu, siklus musiman nyamuk Aedes dan pola perubahan iklim yang memengaruhi populasi nyamuk juga meningkatkan peluang kamu untuk terpapar lebih dari satu kali sepanjang hidup. Interaksi antara faktor lingkungan, karakteristik virus, dan respons imun tubuh menciptakan gambaran yang kompleks tentang risiko dan potensi infeksi berulang.

Perubahan imunitas dari waktu ke waktu

Setelah infeksi pertama, antibodi yang terbentuk untuk satu serotipe memang kuat, tetapi imunitas silang terhadap serotipe lain bersifat sementara. Seiring waktu, antibodi perlindungan terhadap serotipe bukan infeksi pertama akan menurun, sehingga seseorang menjadi rentan terhadap serotipe lain yang berbeda.

Itu artinya, bahkan jika kamu tinggal di lingkungan yang sama, setelah beberapa bulan hingga tahun pasca infeksi pertama, kamu bisa saja menghadapi risiko infeksi ulang jika terpapar serotipe berbeda. Sistem kekebalan tubuh tidak melupakan infeksi pertama, tetapi “peta” kekebalannya tidak cukup luas untuk menangkal semua varian virus dengue yang ada.

Kamu bisa kena DBD lebih dari sekali karena virus dengue memiliki empat serotipe berbeda yang masing-masing dapat menginfeksi secara terpisah. Kekebalan yang terbentuk setelah infeksi pertama hanya efektif terhadap serotipe yang sama, sementara perlindungan terhadap serotipe lain bersifat sementara dan tidak lengkap.

Faktor imunologis seperti ADE juga berperan penting dalam bagaimana infeksi berikutnya bisa menjadi lebih berat. Di daerah endemik di mana semua serotipe bisa beredar, peluang terkena dengue dua kali atau lebih pun makin tinggi.

Referensi

Shiza Malik et al., “Tracing Down the Updates on Dengue Virus—Molecular Biology, Antivirals, and Vaccine Strategies,” Vaccines 11, no. 8 (August 5, 2023): 1328, https://doi.org/10.3390/vaccines11081328.

Kay Choong See, “Dengue Vaccination: A Practical Guide for Clinicians,” Vaccines 13, no. 2 (January 30, 2025): 145, https://doi.org/10.3390/vaccines13020145.

Ruklanthi De Alwis et al., “Dengue Viruses Are Enhanced by Distinct Populations of Serotype Cross-Reactive Antibodies in Human Immune Sera,” PLoS Pathogens 10, no. 10 (October 2, 2014): e1004386, https://doi.org/10.1371/journal.ppat.1004386.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More

Mengapa Seseorang Bisa Kena DBD Lebih Dari Sekali?

22 Jan 2026, 05:05 WIBHealth