Meski capaian nasional menunjukkan tren positif, malaria masih menjadi ancaman kesehatan serius, khususnya di kawasan timur Indonesia.
80 Persen Wilayah Indonesia Bebas Malaria, Papua Masih jadi Ancaman

Kemenkes menegaskan eliminasi malaria butuh komitmen jangka panjang, dengan target Indonesia Bebas Malaria pada 2030 sesuai agenda SDGs.
Hingga 2026, 80 persen wilayah Indonesia sudah bebas malaria, namun 95% kasus nasional masih terkonsentrasi di Papua akibat peningkatan deteksi aktif dan sistem pelaporan digital.
Kemenkes menerapkan strategi TOKEN serta intervensi bagi kelompok bermobilitas tinggi untuk menekan kasus di Papua, sambil mengingatkan daerah bebas agar tetap waspada terhadap risiko penularan kembali.
Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) menyebut eliminasi malaria bukanlah hasil instan. Dibutuhkan dukungan semua pihak dan konsistensi selama bertahun-tahun, di mana setiap daerah harus menyusun strategi eliminasi berkelanjutan sesuai dengan kondisi wilayahnya.
Komitmen tersebut mempertegas peta jalan pemerintah dalam mencapai target besar berupa Indonesia yang sepenuhnya Bebas Malaria pada tahun 2030, selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Hal ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, dr. Andi Saguni dalam situs resmi.
95 persen kasus ada di Papua
Hingga tahun 2026, langkah nyata Bebas Malaria ini telah membuahkan hasil signifikan. Sebanyak 412 dari 514 kabupaten/kota (sekitar 80 persen) serta tujuh provinsi di Indonesia resmi dinyatakan bebas dari penularan malaria. Ketujuh provinsi tersebut meliputi DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, Yogyakarta dan Sumatra Selatan.
Berdasarkan data Kemenkes, jumlah kasus malaria pada 2025 tercatat sebanyak 706.297 kasus, meningkat 30 persen dibandingkan tahun 2024 (543.965 kasus). Sebanyak 95 persen dari total kasus nasional tersebut—atau sekitar 674.046 kasus—terkonsentrasi di Tanah Papua.
Lonjakan angka ini dipandang bukan sebagai kemunduran. Kemenkes mencatat bahwa peningkatan kasus justru dipicu oleh masifnya upaya penemuan kasus secara aktif di lapangan serta perbaikan sistem pelaporan digital melalui Sistem Informasi Surveilans Malaria (SISMAL).
"Secara kewilayahan, dari seluruh kasus malaria di Indonesia, 95 persen berasal dari kawasan Papua yang mencakup enam provinsi. Ini menjadi atensi kita bersama untuk bisa segera diwujudkan eliminasinya,” ujar Andi.
Aksi tekan kasus malaria

Kemenkes optimistis target eliminasi di Papua dapat tercapai. Dokter Andi merujuk pada Kabupaten Maybrat di Provinsi Papua Barat Daya sebagai bukti nyata.
Sebagai wilayah baru, Maybrat berhasil menyandang status Bebas Malaria sekaligus menjadi inspirasi bagi daerah lain di Bumi Cenderawasih bahwa eliminasi bukanlah hal yang mustahil.
Guna menekan angka kasus di daerah endemis tinggi, Kemenkes menerapkan strategi TOKEN (Temukan, Obati, Kendalikan Vektor). Intervensi khusus juga menyasar kelompok bermobilitas tinggi (Mobile Migrant Population), seperti pekerja tambang, perambah hutan, TNI, Polri, dan masyarakat adat di wilayah terpencil, melalui pembagian kelambu antinyamuk serta pengobatan pencegahan yang terarah.
Namun, dr. Andi memberikan peringatan bagi 412 daerah yang telah menyandang status Bebas Malaria agar tidak lengah.
“Bagi daerah yang sudah bebas, perjuangannya belum selesai. Mempertahankan status tersebut tidak kalah beratnya. Ada beberapa daerah justru mengalami lonjakan kasus, bahkan sampai Kejadian Luar Biasa (KLB) setelah sebelumnya dinyatakan bebas,” jelasnya.
Pentingnya melakukan pencegahan
Tingginya mobilitas penduduk dan iklim tropis yang mendukung perkembangbiakan nyamuk Anopheles membuat risiko penularan kembali (re-establishment) selalu mengintai. Oleh karena itu, pengelolaan lingkungan seperti penataan tambak, lahan tambang terbengkalai, dan rawa-rawa memerlukan kolaborasi lintas kementerian, sektor swasta, serta masyarakat luas.
Sebagai bentuk apresiasi atas komitmen pemerintah daerah, Menteri Kesehatan dijadwalkan menyerahkan Sertifikat Eliminasi Malaria kepada para bupati dan wali kota yang telah berhasil menghentikan penularan di wilayahnya sepanjang tahun lalu.
Referensi
"80% Daerah Bebas Malaria, Indonesia Kejar Eliminasi Malaria pada 2030". Kemenkes. Diakses Mei 2026.



![[QUIZ] Apa Workout Personality Kamu di Gym?](https://image.idntimes.com/post/20250603/untitled-design-3-8656588e425b787fe5f397b37ec60c04-affd7824b3e5cb6b5ea53484f8fd88e7.png)
![[QUIZ] Kamu Butuh Fisioterapi atau Sports Massage? Cek Lewat Kuis Ini](https://image.idntimes.com/post/20250625/2149871275_9caf12d3-9cfe-4fa7-b91c-85eb210cb65d.jpg)






![[QUIZ] Seberapa Lelah Matamu? Cek dengan Tebak Karakter One Piece Ini](https://image.idntimes.com/post/20240928/snapinstaapp-452636034-827692952790694-3801622178133972082-n-1080-f33a875018adce7eefd5054721cbef1e-ed62346690aea3bb6677ab87f39e4157.jpg)





![[QUIZ] Apakah Kamu Punya Kecenderungan Anxiety? Cek di Sini](https://image.idntimes.com/post/20250920/arctic-qu-dtokmihuuqi-unsplash_8b1ef92d-ab4e-46ef-884b-123bdd4a932b.jpg)