Comscore Tracker

Salah Satu Kanker Paling Mematikan, Ini 5 Fakta Kanker Pankreas

Merokok bisa meningkatkan risiko kanker pankreas

Kanker pankreas adalah kanker yang dimulai di jaringan pankreas. Pankreas merupakan organ endokrin vital yang terletak di belakang perut. Organ ini berperan penting dalam pencernaan dengan memproduksi enzim yang diperlukan tubuh untuk mencerna lemak, karbohidrat, dan protein.

Selain itu, pankreas juga memproduksi dua hormon penting, yaitu glukagon dan insulin. Hormon-hormon tersebut bertanggung jawab untuk mengontrol metabolisme glukosa (gula). Insulin membantu sel memetabolisme glukosa untuk menghasilkan energi, sementara glukagon membantu meningkatkan kadar glukosa bila terlalu rendah.

Kanker pankreas merupakan salah satu bentuk kanker yang paling mematikan. Banyak penderitanya yang tidak terdiagnosis hingga akhirnya kanker sudah menyebar (metastasis) ke luar pankreas dan sulit untuk disembuhkan.

Menurut keterangan dari American Cancer Society (ACS), kanker pankreas merupakan kanker paling mematikan ketiga di Amerika Serikat, dengan jumlah kematian diperkirakan mencapai 45.750 jiwa pada tahun 2019. Dilansir Healthline, tingkat kelangsungan hidup lima tahun untuk semua stadium kanker pankreas adalah 9 persen.

Untuk mewaspadai kehadiran kanker yang mematikan ini, berikut deretan fakta medis seputar kanker pankreas yang perlu kamu ketahui.

1. Apa penyebab kanker pankreas?

Salah Satu Kanker Paling Mematikan, Ini 5 Fakta Kanker Pankreasilustrasi sel kanker pankreas (goodnewsnetwork.org)

Penyebab pasti kanker pankreas tidak diketahui. Namun, kanker ini terjadi saat sel-sel di pankreas mengembangkan perubahan (mutasi) pada DNA mereka.

DNA sel berisi instruksi yang memberi tahu sel apa yang harus dilakukan. Mutasi ini memberi tahu sel untuk tumbuh tidak terkendali dan terus hidup setelah sel normal mati. Sel-sel yang terakumulasi ini bisa membentuk tumor. Jika tidak diobati, sel kanker bisa menyebar ke organ dan pembuluh darah terdekat, dan ke bagian tubuh yang jauh.

Dokter telah mengidentifikasi beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko kanker pankreas. Dilansir Mayo Clinic, faktor risiko kanker tersebut meliputi:

  • Merokok
  • Diabetes
  • Peradangan kronis pada pankreas (pankreatitis)
  • Kegemukan
  • Usia yang lebih tua, kebanyakan orang yang terdiagnosis kanker ini berusia di atas 65 tahun
  • Riwayat keluarga dengan kanker pankreas
  • Riwayat keluarga dari sindrom genetik yang bisa meningkatkan risiko kanker, seperti mutasi gen BRCA2, sindrom Lynch, dan sindrom familial atypical mole - malignant melanoma (FAMMM)

Sebuah penelitian besar menunjukkan fakta bahwa kombinasi merokok, diabetes jangka panjang, dan pola makan yang buruk bisa meningkatkan risiko kanker pankreas, melebihi risiko salah satu faktor ini saja.

2. Apa saja tanda dan gejala kanker pankreas?

Salah Satu Kanker Paling Mematikan, Ini 5 Fakta Kanker Pankreasilustrasi penyakit kuning atau jaundice (belmarrahealth.com)

Dilansir Healthline, kanker pankreas sering kali tidak menunjukkan gejala hingga penyakitnya mencapai stadium lanjut. Oleh sebab itu, biasanya tidak ada tanda awal dari kanker pankreas. Bahkan setelah kanker berkembang, beberapa gejala yang paling umum bisa jadi tidak kentara, seperti:

  • Kehilangan selera makan
  • Pembekuan darah
  • Penyakit kuning atau jaudice
  • Sakit perut atau punggung bawah
  • Penurunan berat badan yang tidak disengaja
  • Depresi

Kanker pankreas yang menyebar bisa memperburuk gejala yang sudah ada sebelumnya. Jika kanker menyebar, penderitanya kemungkinan mengalami tanda dan gejala tambahan dari kanker pankreas stadium lanjut.

Baca Juga: 7 Gejala Kanker Pankreas Ini Bisa Kamu Amati, Waspadai Sedini Mungkin!

3. Bagaimana cara dokter mendiagnosisnya?

Salah Satu Kanker Paling Mematikan, Ini 5 Fakta Kanker Pankreasilustrasi sampel darah (freepik.com/rawpixel.com)

Dalam proses diagnosis kanker pankreas, dokter akan mengajukan pertanyaan seputar gejala apa saja yang dialami pasien, memeriksa riwayat kesehatan pasien dan keluarganya, serta melakukan pemeriksaan fisik.

Dokter juga akan merekomendasikan beberapa tes untuk memastikan diagnosis kanker pankreas. Dilansir Medical News Today, tes yang kemungkinan akan direkomendasikan dokter termasuk:

  • Tes darah, termasuk tes fungsi hati
  • Tes urine dan feses
  • Tes pencitraan, seperti sinar-X, pemindaian ultrasound, atau MRI
  • Biopsi

4. Pengobatan kanker pankreas

Salah Satu Kanker Paling Mematikan, Ini 5 Fakta Kanker Pankreasilustrasi pembedahan (unsplash.com/Bofu Shaw)

Pengobatan untuk kanker pankreas tergantung pada stadium kanker. Tujuan pengobatan ada dua, yaitu membunuh sel kanker dan mencegahnya menyebar. Penurunan berat badan, obstruksi usus, sakit perut, dan gagal hati, merupakan beberapa komplikasi yang paling umum selama pengobatan kanker pankreas.

Dilansir Healthline, pilihan pengobatan untuk kanker pankreas meliputi:

  • Operasi. Keputusan untuk menjalani operasi untuk kanker pankreas bermuara pada dua hal, yaitu lokasi kanker dan stadium kanker. Pembedahan bisa mengangkat seluruh atau sebagian pankreas. Ini bisa menghilangkan tumor asli, tetapi tidak akan menghilangkan kanker yang telah menyebar ke bagian tubuh lainnya. Pembedahan kemungkinan tidak cocok untuk pasien dengan kanker pankreas stadium lanjut.
  • Terapi radiasi. Pilihan pengobatan lain harus dieksplorasi setelah kanker menyebar ke luar pankreas.Terapi radiasi menggunakan sinar-X dan sinar berenergi tinggi lainnya untuk membunuh sel kanker.
  • Kemoterapi. Dalam beberapa kasus, dokter kemungkinan menggabungkan perawatan lain dengan kemoterapi, yang menggunakan obat pembunuh kanker untuk membantu mencegah pertumbuhan sel kanker di masa depan.
  • Terapi bertarget. Jenis pengobatan kanker ini menggunakan obat-obatan atau tindakan lain untuk secara khusus menargetkan sel kanker dan bekerja untuk menghancurkannya. Obat-obatan ini dirancang untuk tidak merusak sel yang sehat atau normal.

Peluang kesembuhan kanker pankreas akan lebih besar bila terdeteksi dini. Dua jenis operasi, yaitu prosedur Whipple atau pankreatektomi, bisa mengangkat sebagian atau seluruh pankreas. Ini akan menghilangkan tumor kanker awal.

Namun, sayangnya sebagian besar terlambat terdeteksi, dan bila terdeteksi sudah pada stadium lanjut dan sudah menyebar. Bila kanker telah menyebar ke area tubuh lainnya, mengangkat tumor atau pankreas tidak akan menyembuhkan kanker. Pengobatan lain harus dipertimbangkan.

5. Apakah kanker pankreas bisa dicegah?

Salah Satu Kanker Paling Mematikan, Ini 5 Fakta Kanker Pankreasilustrasi makan sehat (freepik.com/senivpetro)

Peneliti dan dokter belum memahami apa yang menyebabkan kanker pankreas, sehingga itu membuat belum terdapat langkah-langkah untuk mencegahnya.

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker pankreas yang tak bisa dimodifikasi, seperti jenis kelamin, usia, dan DNA. Namun, tetap ada faktor-faktor yang bisa dimodifikasi untuk menurunkan risiko kanker pankreas, seperti:

  • Berhenti merokok. Merokok meningkatkan risiko beberapa jenis kanker, termasuk kanker pankreas
  • Kurangi atau berhenti konsumsi alkohol. Banyak minum minuman beralkohol bisa meningkatkan risiko pankreatitis kronis dan kemungkinan kanker pankreas.
  • Menjaga berat badan yang sehat. Kelebihan berat badan atau obesitas merupakan faktor risiko utama untuk beberapa jenis kanker
  • Olahraga rutin
  • Perbanyak konsumsi sayuran dan buah-buahan segar
  • Membatasi asupan daging merah

Itulah deretan fakta medis seputar kanker pankreas, salah satu kanker paling mematikan. Jika memiliki tanda atau gejala yang mengarah pada kanker ini, segera periksakan diri ke dokter. Semakin cepat kanker terdiagnosis dan mendapat perawatan yang tepat, maka semakin besar juga peluang kesembuhannya. 

Baca Juga: Waspadai Sejak Dini, Ini 7 Penyebab Umum Timbulnya Kanker Pankreas

Eliza Ustman Photo Verified Writer Eliza Ustman

'Menulislah dengan hati, maka kamu akan mendapatkan apresiasi yang lebih berarti'

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya