Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Waspadai Sakit Otot dan Menggigil, Ini 6 Gejala Baru COVID-19 dari CDC

Waspadai Sakit Otot dan Menggigil, Ini 6 Gejala Baru COVID-19 dari CDC
kcrw.com

COVID-19 masih menjadi pusat perhatian dunia. Beberapa negara memang sudah mengumumkan berhasil mengatasi masalah penyakit ini, namun di tempat lain masih ada yang jumlah korbannya terus meningkat. Oleh karena itu, penelitian juga masih terus dilakukan terhadap penyakit influenza ini.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengumumkan adanya gejala baru yang bisa diderita pasien COVID-19. Sebelumnya gejala yang dapat terlihat hanyalah batuk-batuk serta mengalami pneumonia.

Namun dengan kemampuan mutasinya, virus yang masih tergolong dalam H1N1 ini memberikan gejala-gejala lain. Berikut ini enam gejala lain yang diumumkan CDC.

1. Menggigil

thehindu.com
thehindu.com

Manchester Evening News membuat sebuah pemberitaan yang mana merupakan catatan harian dari isolasi seorang penderita COVID-19 di Inggris. Dalam buku harian tersebut penderita yang bernama Andrew O'Dwyer mengatakan dirinya menggigil kedinginan dengan kondisi suhu tubuh di angka 38,2 derajat Celcius pada 10 Maret.

Dalam jurnal berjudul “COVID-19 infection: Origin, transmission, and characteristics of human coronaviruses,” disebutkan pula menggigil menjadi gejalanya. Namun tidak ada penjelasan bagaimana gejala menggigil itu bisa terjadi. Perkiraan terbesar gejala ini adalah hasil reaksi berantai dari demam yang dirasakan pasien.

2. Panas dingin

rachaelrayshow.com
rachaelrayshow.com

Dilansir dari berita express.co.uk, terdapat laporan studi yang mengatakan sebagian kecil dari pasien COVID-19 mendapatkan dirinya mengalami tubuh yang panas dingin. Laporan itu dikatakan datang dari hasil penelitian di Wuhan, Tiongkok semenjak 22 Februari, tanggal penemuan virus ini. Dari 55.924 kasus yang dijadikan bahan penelitian, sebanyak 11,4 persen penderita virus tersebut melaporkan adanya gejala panas dingin.

3. Sakit otot

pexels.com/rawpixel
pexels.com/rawpixel

Health.com memberikan sedikit penjelasan sedikit bagaimana sakit di otot bisa menjadi gejala COVID-19. Dalam tulisan yang dirilis pada 30 April 2020 itu disebutkan sakit otot datang dari peradangan jaringan otot akibat infeksi virus. Informasi itu disampaikan Amir Barzin, DO, MS dari UNC Medical Center yang diwawancara health.com.

Penjelasan lebih lanjut mengatakan infeksi parah dari COVID-19 mampu merusak jaringan secara abnormal. Deskripsi sakit otot ini menurut Dr Barzin adalah adanya rasa nyeri ketika menggerakkan otot atau lembut ketika dipegang. Rasanya seperti sakit otot selesai berolahraga tetapi lebih mengarah kepada otot-otot yang spesifik.

4. Sakit kepala

americanmigrainefoundation.org
americanmigrainefoundation.org

Vox.com mendapatkan data dari World Health Organization (WHO) bahwa setidaknya 13,6 persen penderita COVID-19 melaporkan mendapatkan sakit kepala. Memang tergolong langka, tapi tetap saja sakit kepala ini sekarang diakui CDC sebagai gejala utama. Tidak ada penjelasan spesifik terkait hal ini, namun beberapa ahli menduga bahwa gejala tersebut datang dari beban mental dan stres yang mengakibatkan tekanan darah tinggi.

5. Sakit tenggorokan

mydr.com.au
mydr.com.au

Media Kalb.com menceritakan salah satu kisah penderita COVID-19 bernama Cara Lowry. Dikatakan dalam cerita tersebut, pertama kali Cara mengetahui dirinya tidak sehat adalah saat merasakan sakit tenggorokan.

Pada awalnya dia mengira itu adalah reaksi alergi, namun ternyata gejala itu berkembang menjadi demam dan awal dari infeksi COVID-19. Thenewdaily.com.au menambahkan kemungkinan besar gejala tersebut dapat bertahan kurang lebih selama satu minggu.

6. Kehilangan daya penciuman atau rasa

medicalnewstoday.com
medicalnewstoday.com

Gejala ini dilaporkan pertama kali dari Eropa dan telah ditengarai sejak awal April 2020. Dalam pemberitaan Cnet, gejala ini banyak dialami penderita COVID-19 yang datang dari Prancis. Tidak diketahui dengan jelas berapa jumlah penderita COVID-19 yang mendapatkan gejala ini. Akan tetapi satu hal yang pasti infeksi virus memang mampu menyebabkan hilangkan kemampuan indra tersebut.

Itu berarti hingga saat ini, terdapat sembilan gejala yang diakui oleh CDC. Penelitian masih terus dilanjutkan terkait penyakit ini. Tidak ada yang tahu kapankah wabah ini bakal berhenti. Karena itu, selalu jaga kesehatanmu pada masa-masa seperti ini. 

Pembaca bisa membantu kelengkapan perlindungan bagi para tenaga medis dengan donasi di program #KitaIDN: Bergandeng Tangan Melawan Corona di Kitabisa.com (http://kitabisa.com/kitaidnlawancorona)

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bayu D. Wicaksono
Septi Riyani Maulida
Bayu D. Wicaksono
EditorBayu D. Wicaksono
Follow Us

Related Articles

See More

Studi: Obat COVID-19 Ini Tak Selalu Cegah Rawat Inap

26 Apr 2026, 21:23 WIBHealth