"Incline Walking vs Running: Which is Better for Fat Loss?" Fit&Well. Diakses pada April 2026.
"Incline Walking vs. Running: Which Is Better for Burning Fat?" GQ. Diakses pada April 2026.
Haggerty, M., Dickin, D. C., Popp, J., & Wang, H. (2014). "The influence of incline walking on joint mechanics." Gait & Posture, 39(4), 1017–1021. https://doi.org/10.1016/j.gaitpost.2013.12.027.
Higgins, S., Dickin, D. C., Hankemeier, D., Wells, M. D., & Wang, H. (2024). "The effect of incline walking on lower extremity and trunk mechanics in older adults." Sports Medicine and Health Science, 7(1), 56–60. https://doi.org/10.1016/j.smhs.2024.03.010.
"10 Health Benefits of Incline Walking and How to Get Started." Verywell Health. Diakses pada April 2026.
"Incline Walking Burns 7% More Fat than Running, Scientists Confirm – Here's How To Do It Right." Women's Health. Diakses pada April 2026.
Berlari vs Jalan Menanjak, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

- Berlari membakar kalori lebih cepat dan meningkatkan kapasitas aerobik, namun memberi tekanan besar pada sendi sehingga berisiko cedera bila tekniknya kurang tepat.
- Jalan menanjak efektif membakar lemak dengan intensitas sedang, melatih otot kaki, serta memiliki dampak rendah pada sendi sehingga cocok untuk pemula atau yang memiliki masalah lutut.
- Pilihan terbaik tergantung tujuan dan kondisi tubuh; kombinasi berlari dan jalan menanjak bisa memberi hasil optimal sekaligus menjaga konsistensi latihan tanpa risiko cedera tinggi.
Saat membahas olahraga kardio, perdebatan antara berlari dan jalan menanjak (incline walking) hampir selalu muncul. Keduanya sama-sama efektif untuk membantu menurunkan berat badan, meningkatkan kesehatan jantung, dan membangun daya tahan tubuh. Namun, pilihan terbaik tidak bisa disamaratakan karena sangat bergantung pada tujuan, kondisi fisik, usia, hingga riwayat cedera seseorang.
Alih-alih mencari mana yang paling unggul, lebih tepat jika kamu memahami kelebihan masing-masing. Dengan begitu, kamu bisa memilih jenis latihan yang paling sesuai dan realistis untuk dijalani secara konsisten. Ini dia perbandingan antara berlari dan jalan menanjak.
Table of Content
1. Perbandingan dalam pembakaran kalori dan lemak
Berlari dikenal sebagai cara cepat untuk membakar kalori dalam waktu singkat. Dalam 30 menit lari dengan kecepatan sedang, seseorang bisa membakar ratusan kalori. Selain itu, berlari juga meningkatkan detak jantung lebih cepat dan memicu efek after-burn (excess post-exercise oxygen consumption/EPOC), yaitu kondisi saat tubuh tetap membakar kalori meski latihan sudah selesai.
Di sisi lain, jalan menanjak juga tidak kalah efektif. Pada kemiringan tertentu, jumlah kalori yang terbakar bisa menyamai atau bahkan melampaui lari, tergantung berat badan dan intensitas latihan. Menariknya, jalan menanjak cenderung menggunakan persentase lemak yang lebih tinggi sebagai sumber energi.
2. Manfaat untuk kesehatan jantung
Kedua jenis olahraga ini sama-sama baik untuk kesehatan jantung. Berlari cenderung meningkatkan kapasitas aerobik lebih cepat karena intensitasnya tinggi.
Namun, jalan menanjak tetap mampu meningkatkan detak jantung ke zona kardio sedang, sehingga sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan aktivitas fisik harian orang dewasa. Jadi, meskipun lebih santai, manfaatnya tetap signifikan.
3. Efek terhadap otot tubuh

Salah satu keunggulan jalan menanjak adalah kemampuannya melatih otot kaki. Saat berjalan di tanjakan, otot paha depan, paha belakang, bokong, dan betis bekerja lebih keras.
Ini membuat jalan menanjak terasa seperti kombinasi antara kardio dan latihan kekuatan ringan. Sementara itu, berlari lebih fokus pada peningkatan daya tahan dibanding pembentukan otot.
4. Dampak pada sendi dan risiko cedera
Berlari memberikan tekanan yang cukup besar pada sendi, terutama lutut dan pergelangan kaki. Dalam jangka panjang, hal ini bisa meningkatkan risiko cedera jika tidak dilakukan dengan teknik yang benar.
Sebaliknya, jalan menanjak memiliki dampak yang lebih rendah pada sendi. Bahkan, aktivitas ini bisa membantu mengurangi tekanan pada lutut. Karena itu, jalan menanjak lebih aman untuk pemula, orang dengan berat badan berlebih, atau yang memiliki masalah sendi ringan.
5. Mana yang sebaiknya kamu pilih?
Pilihan terbaik tergantung pada kebutuhan dan kondisi tubuhmu. Jika kamu ingin hasil cepat dan tidak memiliki masalah sendi, berlari bisa jadi pilihan yang tepat. Namun, jika kamu mencari olahraga yang lebih ringan, aman, dan tetap efektif, jalan menanjak adalah alternatif yang sangat baik.
Kamu juga tidak harus memilih salah satu saja. Mengombinasikan keduanya dalam jadwal mingguan justru bisa memberikan hasil yang lebih optimal sekaligus menjaga tubuh tetap aman dari cedera.
Kesimpulannya, berlari unggul dalam membakar kalori lebih cepat, sementara jalan menanjak menawarkan pembakaran lemak yang efisien dengan risiko cedera yang lebih rendah. Pada akhirnya, olahraga terbaik adalah yang bisa kamu lakukan secara konsisten.
Referensi




![[QUIZ] Seberapa Lelah Matamu? Cek dengan Tebak Tokoh Upin & Ipin Ini](https://image.idntimes.com/post/20250530/upin-ipin-1-87f35002d1686dda73e55d82638c9f56-7771c6a2ddf99d5c2b32499897f284cd.jpg)
![[QUIZ] Dari Warna Sepatu Olahragamu, Kami Tebak Cara Kamu Hadapi Tantangan](https://image.idntimes.com/post/20220409/pexels-run-ffwpu-2526878-231598487f96cc977f2f775a83051a8e-0f10c519478ccc720c29106b6975c7b5.jpg)












