Anemia hemoragik disebabkan oleh perdarahan cepat, sehingga tubuh kehilangan banyak darah. Menurut jurnal "Medical Science Monitor", sejumlah kondisi klinis yang dapat menyebabkan anemia hemoragik akut, seperti:
- Perdarahan saluran cerna (disebabkan oleh operasi, pecahnya varises gastroesofagus, serta luka usus halus dan lambung);
- Batuk berdarah akibat penyakit paru-paru;
- Perdarahan akibat erosi tumor ke dalam pembuluh darah;
- Penyakit yang berhubungan dengan defek hemostatik (seperti hemofilia, disfungsi trombosit, dan lain-lain);
- Cedera traumatis.
Setelah mengalami perdarahan, pada keadaan normal dan konsentrasi sel darah merah rendah, plasma darah yang hilang akibat perdarahan akan diganti dalam waktu 1-3 hari. Jumlah sel darah merah akan kembali normal dalam waktu 3-6 minggu.
Oleh karena lamanya waktu yang diperlukan untuk mengembalikan jumlah sel darah merah menjadi normal, pasien anemia hemoragik sering membutuhkan transfusi darah untuk mempercepat kenaikan jumlah sel darah merah.
Nah, itulah lima jenis anemia dan perbedaannya. Beberapa jenisnya ada yang bisa dicegah, tetapi ada pula yang tidak bisa (seperti pada kasus yang diturunkan dari orang tua dan anak).
Kalau kamu merasakan gejala seperti lemas dan cepat lelah, sakit kepala dan pusing, sering mengantuk (misalnya setelah makan), kulit tampak pucat atau kekuningan, detak jantung tidak teratur, napas pendek, nyeri dada, serta dingin di tangan dan kaki, sebaiknya periksakan diri ke dokter agar bisa ditangani.