Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Buah Beku Tidak Selalu Kalah dari Buah Segar, Ini Alasannya

Buah Beku Tidak Selalu Kalah dari Buah Segar, Ini Alasannya
ilustrasi buah beku (pexels.com/Antoni Shkraba)
Intinya Sih
  • Buah beku diproses saat kualitasnya masih optimal, sehingga kandungan gizi dan rasa dapat terkunci lebih baik dibanding buah segar yang disimpan lama atau melalui distribusi panjang.
  • Penelitian menunjukkan kandungan vitamin pada buah beku sering serupa dengan buah segar, bahkan bisa lebih tinggi dibanding buah segar yang sudah beberapa hari disimpan di kulkas.
  • Buah beku menawarkan kepraktisan, harga stabil, daya simpan panjang, serta membantu konsumsi buah lebih rutin asalkan dipilih tanpa tambahan gula dan disimpan sesuai petunjuk kemasan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Di rak supermarket, buah segar biasanya terlihat lebih sehat. Sementara itu, buah beku kadang dianggap sebagai pilihan kedua. Menjadi pilihan kalau buah segar sedang mahal, tidak musim, atau tidak sempat belanja.

Selain itu, ada juga anggapan bahwa begitu buah masuk freezer, nutrisinya langsung turun banyak dan manfaat kesehatannya tidak lagi sama.

Buah segar memang pilihan yang sangat baik. Namun, buah beku juga bisa menjadi pilihan sehat, praktis, dan bergizi. Dalam banyak kasus, buah beku tidak kalah dari buah segar, terutama jika buah segar tersebut sudah melewati perjalanan panjang, disimpan berhari-hari, atau akhirnya membusuk sebelum sempat dimakan.

Table of Content

1. Buah beku biasanya diproses saat kualitasnya masih baik

Salah satu alasan buah beku bisa tetap bergizi adalah waktu pemrosesannya. Banyak buah beku komersial dipanen saat matang atau mendekati puncak kematangan, lalu diproses dan dibekukan dalam waktu relatif singkat. Proses ini membantu “mengunci” kualitas buah pada saat kandungan gizi dan rasanya masih baik.

Sebaliknya, buah segar tidak selalu sampai ke tangan konsumen dalam kondisi baru dipetik. Sebagian buah harus dipanen lebih awal agar kuat selama pengangkutan, lalu melewati proses sortasi, distribusi, penyimpanan, penjualan, dan penyimpanan lagi di rumah. Selama proses itu, sebagian zat gizi, terutama vitamin yang sensitif terhadap oksigen, cahaya, dan suhu, dapat berkurang secara bertahap.

Ini bukan berarti buah segar menjadi tidak sehat. Buah segar tetap sangat baik. Namun, label “segar” tidak selalu berarti baru dipanen pagi tadi. Dalam kehidupan sehari-hari, buah segar yang sudah beberapa hari di kulkas bisa saja memiliki kandungan zat gizi yang tidak jauh berbeda dari buah beku.

2. Pembekuan membantu memperlambat penurunan zat gizi

Buah segar masih mengalami perubahan: tekstur melunak, warna berubah, air berkurang, enzim bekerja, dan sebagian zat gizinya bisa menurun.

Pembekuan memperlambat banyak proses tersebut. Suhu rendah membuat reaksi kimia dan aktivitas mikroba berjalan jauh lebih lambat. Karena itulah, buah beku bisa bertahan lebih lama dibanding buah segar.

Pembekuan tidak mengurangi zat gizi secara bermakna dan hanya sedikit mengubah nilai protein makanan. Meski buah bukan sumber protein utama, tetapi prinsip ini membantu menjelaskan bahwa proses pembekuan sendiri tidak otomatis menghilangkan nutrisi.

Yang lebih sering berubah pada buah beku adalah teksturnya. Saat buah dibekukan, kristal es dapat merusak sebagian dinding sel. Ketika buah dicairkan, teksturnya bisa menjadi lebih lembek atau berair. Namun, perubahan tekstur tidak sama dengan hilangnya semua manfaat gizi.

3. Kandungan vitamin buah beku bisa serupa dengan buah segar

Beberapa stroberi beku dan selai stroberi dalam toples kaca kecil di atas keranjang rotan putih dengan potongan roti panggang.
ilustrasi buah stroberi frozen (unsplash.com/Monika Grabkowska)

Beberapa penelitian membandingkan kandungan zat gizi pada produk segar dan beku. Salah satu yang sering dikutip adalah penelitian Bouzari, Holstege, dan Barrett yang membandingkan retensi vitamin pada delapan jenis buah dan sayuran. Studi tersebut menemukan bahwa vitamin C tidak berbeda bermakna pada lima dari delapan komoditas, dan pada tiga komoditas lain justru lebih tinggi pada sampel beku dibanding sampel segar.

Studi lain oleh Li dan rekan membandingkan produk segar, produk segar yang disimpan di kulkas selama lima hari, dan produk beku. Penelitian ini menganalisis beberapa komoditas, termasuk bluberi dan stroberi, serta menilai vitamin C, beta-karoten, dan folat. Hasilnya, pada mayoritas perbandingan, tidak ada perbedaan signifikan dalam kandungan vitamin yang dinilai. Ketika ada perbedaan bermakna, produk beku lebih sering mengungguli produk segar yang sudah disimpan dibanding sebaliknya.

Temuan seperti ini penting karena kebiasaan konsumen tidak selalu langsung makan buah pada hari pembelian. Banyak orang membeli buah segar untuk stok beberapa hari. Dalam skenario seperti ini, perbandingannya bukan lagi buah beku vs buah segar yang baru dipetik, melainkan buah beku vs buah segar yang sudah disimpan.

Namun, perlu dicatat juga bahwa hasil penelitian bisa berbeda tergantung jenis buah, jenis zat gizi, metode pembekuan, durasi penyimpanan, suhu freezer, dan cara pencairan.

4. Serat dalam buah tetap ada

Salah satu manfaat besar buah adalah seratnya. Serat membantu mendukung kesehatan pencernaan, memberi rasa kenyang lebih lama, membantu pengendalian gula darah, dan berkontribusi pada pola makan sehat.

Pada buah beku utuh atau potongan buah beku, serat tetap ada karena bagian buahnya masih dikonsumsi. Ini berbeda dari jus buah, yang sering kali kehilangan sebagian serat karena proses penyaringan dan lebih mudah dikonsumsi berlebihan.

Jadi, buah beku tetap lebih baik dibanding minuman rasa buah, sirop buah, atau jus manis kemasan. Kalau pilihannya adalah smoothie dari stroberi beku tanpa gula tambahan dibanding minuman rasa stroberi dengan gula tinggi, pilihan buah beku jelas lebih menguntungkan.

5. Antioksidan bisa tetap terjaga, meski hasilnya bervariasi

Buah mengandung berbagai senyawa bioaktif, termasuk polifenol, antosianin, karotenoid, vitamin C, dan E. Banyak dari senyawa ini berperan sebagai antioksidan dalam makanan.

Tinjauan tentang aktivitas antioksidan pada pangan nabati beku menunjukkan bahwa efek pembekuan terhadap antioksidan bisa bervariasi.

Pada sebagian buah dan sayuran, aktivitas antioksidan bisa tetap terjaga dengan baik. Pada sebagian lainnya, perubahan dapat terjadi tergantung jenis bahan, struktur buah, metode pembekuan, suhu penyimpanan, lama penyimpanan, dan cara pencairan.

Buah beku tetap dapat menjadi sumber vitamin, mineral, serat, dan senyawa bioaktif yang baik, selama dipilih dan disimpan dengan benar.

6. Buah beku membantu orang makan buah lebih rutin

Seorang wanita memegang buah persik sambil memilih buah segar di rak supermarket dengan tas kain besar di bahunya.
ilustrasi belanja buah segar di supermarket (pexels.com/Greta Hoffman)

Manfaat kesehatan buah baru terasa jika buah benar-benar dimakan secara konsisten. Pada poin ini, buah beku lebih unggul.

Buah segar mudah rusak. Stroberi, bluberi, mangga potong, nanas, atau pisang matang bisa cepat berubah tekstur, berjamur, atau tidak menarik lagi setelah beberapa hari. Akhirnya malah mubazir.

Buah beku bisa disimpan lebih lama, tersedia kapan saja, dan disiapkan untuk sarapan, smoothie, oatmeal, yoghurt, overnight oats, pancake, atau topping makanan. Bagi orang yang sibuk, tinggal sendiri, punya anggaran terbatas, atau tidak selalu sempat belanja, buah beku bisa membuat kebiasaan makan buah lebih realistis.

7. Buah beku bisa lebih terjangkau dan tersedia sepanjang tahun

Harga buah segar bisa sangat bergantung pada musim, lokasi, cuaca, dan distribusi. Saat tidak musim, beberapa buah bisa menjadi mahal atau kualitasnya menurun. Buah beku membantu menyediakan pilihan yang lebih stabil sepanjang tahun.

Ini penting karena akses dan biaya sering menjadi alasan orang kurang makan buah. Jika buah beku membuat seseorang lebih mudah makan buah, maka itu bisa menjadi pilihan yang masuk akal.

Misalnya, buah beri segar sering mahal dan cepat rusak. Dalam bentuk beku, buah beri bisa lebih hemat karena tidak perlu langsung habis dalam satu atau dua hari.

8. Buah beku bisa mengurangi food waste

Buah segar yang terlalu lama disimpan sering berakhir di tempat sampah. Buah beku waktu simpannya lebih panjang.

Karena porsinya bisa diambil sedikit demi sedikit, kamu tidak harus menghabiskan semuanya sekaligus. Ini cocok untuk orang yang makan buah dalam porsi kecil, tinggal sendiri, atau ingin menyiapkan bahan smoothie dan sarapan tanpa takut cepat busuk.

Stok satu atau dua jenis buah beku di freezer agar tetap punya pilihan sehat saat tidak sempat belanja.

9. Tetap baca label

Semangkuk sereal dengan potongan buah beri beku seperti raspberry dan blackberry, disajikan di atas meja berwarna terang.
ilustrasi buah-buahan beku dan sereal (pexels.com/Vladan Pavicevic)

Masalah pada buah beku biasanya bukan pembekuannya, melainkan tambahannya.

Buah beku idealnya cuma berisi buah. Pada label komposisi, seharusnya tertulis nama buahnya saja. Yang perlu diwaspadai adalah produk yang ditambah:

  • Gula.
  • Sirup.
  • Saus manis.
  • Konsentrat jus.
  • Madu.
  • Topping manis.
  • Krim.
  • Perisa dengan pemanis.
  • Campuran dessert.

Tambahan gula dapat meningkatkan kalori dan asupan gula harian tanpa membuat kenyang sebaik buah utuh.

10. Risiko keamanan pangan

Pembekuan membantu memperlambat pertumbuhan mikroorganisme, tetapi tidak selalu membunuh semua bakteri atau virus. Pembekuan dapat menghentikan pertumbuhan banyak bakteri, tetapi sebagian mikroorganisme bisa bertahan pada suhu rendah.

Pada buah beri beku, pernah tercatat bahwa buah beri beku dapat dikaitkan dengan wabah penyakit bawaan makanan, termasuk hepatitis A dan norovirus, karena virus dapat bertahan pada suhu rendah.

Jadi keamanan pangan tetap penting. Beberapa langkah yang bisa dilakukan:

  • Beli produk dari merek atau produsen tepercaya.
  • Pastikan kemasan utuh dan tidak rusak.
  • Pilih buah beku yang masih keras dan tidak menggumpal besar karena es.
  • Hindari produk yang tampak pernah mencair lalu membeku lagi.
  • Simpan segera di freezer.
  • Ikuti instruksi pada kemasan.
  • Jangan biarkan buah beku terlalu lama di suhu ruang.
  • Gunakan peralatan bersih saat mengambil buah.
  • Untuk kelompok rentan, seperti ibu hamil, lansia, anak kecil, atau orang dengan imun lemah, pertimbangkan saran keamanan pangan yang lebih ketat.

11. Cara memilih buah beku yang sehat

Agar buah beku benar-benar menjadi pilihan sehat, gunakan panduan sederhana ini:

  • Pilih yang komposisinya hanya buah. Cek daftar bahan. Pilihan terbaik biasanya hanya mencantumkan satu bahan, yaitu buah. Jika daftar bahannya panjang dan berisi gula, sirop, perisa, atau saus, produk itu lebih dekat ke dessert daripada buah utuh.
  • Cari label tanpa gula tambahan. Pilih produk dengan keterangan: no added sugar; unsweetened; tanpa tambahan gula. Ini khususnya penting untuk orang yang sedang mengontrol berat badan, gula darah, atau ingin mengurangi konsumsi gula tambahan.
  • Perhatikan tekstur dalam kemasan. Buah beku yang baik biasanya masih terpisah atau hanya sedikit menempel. Jika isi kemasan menjadi bongkahan es besar, itu bisa menandakan produk pernah mencair dan membeku kembali. Kondisi ini dapat menurunkan kualitas rasa dan tekstur.
  • Ambil paling akhir saat belanja. Jika belanja di supermarket, ambil buah beku menjelang akhir belanja agar tidak terlalu lama berada di suhu ruang. Setelah sampai rumah, segera masukkan ke freezer.
  • Simpan pada suhu freezer yang tepat. Simpan pada suhu sekitar -18 derajat Celsius atau sesuai standar freezer rumah tangga. Pastikan pintu freezer tertutup rapat dan hindari sering mencairkan lalu membekukan ulang.

12. Buah beku vs buah segar, pilih mana?

Seorang penjual menata berbagai jenis buah segar seperti apel, anggur, dan persik di kios pasar tradisional yang penuh warna.
ilustrasi toko buah (unsplash.com/Jorge Franganillo)

Buah segar dan buah beku bisa sama-sama menjadi bagian pola makan sehat.

Pilih buah segar jika:

  • Kamu akan segera memakannya.
  • Buah sedang musim dan kualitasnya baik.
  • Kamu ingin tekstur renyah atau segar.
  • Buah mudah didapat dan harganya terjangkau.

Pilih buah beku jika:

  • Kamu ingin stok lebih tahan lama.
  • Buah segar sedang mahal atau tidak musim.
  • Kamu sering membuang buah karena busuk.
  • Kamu butuh bahan smoothie atau sarapan praktis.
  • Kamu ingin makan buah lebih rutin tanpa sering belanja.

Buah segar bisa untuk camilan langsung, sementara buah beku bisa menjadi penyelamat saat kulkas kosong atau saat kamu butuh menu cepat.

13. Apakah buah beku aman untuk orang dengan diabetes?

Orang dengan diabetes tidak otomatis harus menghindari buah, termasuk buah beku. Yang lebih penting adalah porsi, jenis buah, tambahan gula, dan kombinasi makanannya.

Buah beku tanpa gula tambahan masih mengandung karbohidrat alami dari buah. Jadi, porsinya tetap perlu diperhatikan. Untuk membantu respons gula darah lebih stabil, buah bisa dipasangkan dengan sumber protein atau lemak sehat, misalnya yoghurt plain, kacang, chia seed, atau oatmeal.

Yang sebaiknya dihindari adalah buah beku dengan tambahan gula, sirop, atau saus manis. Jika punya diabetes dan menggunakan insulin atau obat tertentu, pengaturan porsi buah sebaiknya disesuaikan dengan arahan dokter atau ahli gizi.

14. Kesalahan umum saat mengonsumsi buah beku

Beberapa kesalahan yang membuat buah beku menjadi kurang sehat atau kurang aman:

  • Membeli buah beku yang ditambah banyak gula.
  • Menganggap smoothie buah bebas kalori sehingga porsinya berlebihan.
  • Mencampur buah beku dengan sirup, susu kental manis, atau es krim terlalu sering.
  • Membiarkan buah beku mencair lama di suhu ruang.
  • Membekukan ulang buah yang sudah mencair sepenuhnya.
  • Tidak memperhatikan tanggal dan kualitas kemasan.
  • Menganggap semua buah beku pasti aman dimakan tanpa melihat instruksi kemasan.

Buah beku sehat jika digunakan seperti buah, bukan diperlakukan seperti bahan dessert manis setiap hari.

Buah beku bisa sama sehatnya dengan buah segar karena proses pembekuan membantu mempertahankan banyak zat gizi dan memperlambat penurunan kualitas.

Kandungan vitamin pada produk beku sering kali serupa dengan produk segar, terutama jika dibandingkan dengan buah segar yang sudah disimpan beberapa hari.

Keunggulan buah beku bukan hanya soal nutrisi, tetapi juga praktis, tahan lama, tersedia sepanjang tahun, bisa lebih hemat, dan membantu orang makan buah lebih konsisten.

Namun, tetap pilih buah beku secara cermat. Pilih buah beku tanpa tambahan gula, simpan dengan benar, ikuti instruksi kemasan, dan sertakan dalam pola makan seimbang. Buah segar tetap baik, buah beku juga bisa baik. Yang paling sehat adalah pola makan yang membuat kamu lebih mudah makan buah secara rutin.

Referensi

Bouzari, Ali, Dirk Holstege, and Diane M. Barrett. “Vitamin Retention in Eight Fruits and Vegetables: A Comparison of Refrigerated and Frozen Storage.” Journal of Agricultural and Food Chemistry 63, no. 3 (2015): 957–962. https://doi.org/10.1021/jf5058793.

Food and Drug Administration. “Are You Storing Food Safely?” Diakses Juni 2026.

Food and Drug Administration. “FDA Sampling Frozen Berries for Harmful Viruses.” Diakses Juni 2026.

Food and Drug Administration. “Selecting and Serving Produce Safely.” Diakses Juni 2026.

Li, Linshan, Ronald B. Pegg, Ronald R. Eitenmiller, Ji-Yeon Chun, and Adrian L. Kerrihard. “Selected Nutrient Analyses of Fresh, Fresh-Stored, and Frozen Fruits and Vegetables.” Journal of Food Composition and Analysis 59 (2017): 8–17. https://doi.org/10.1016/j.jfca.2017.02.002.

Neri, Lilia, Marco Faieta, Carla Di Mattia, and Paola Pittia. “Antioxidant Activity in Frozen Plant Foods: Effect of Cryoprotectants, Freezing Process and Frozen Storage.” Foods 9, no. 12 (2020): 1886. https://doi.org/10.3390/foods9121886.

U.S. Department of Agriculture and U.S. Department of Health and Human Services. "Dietary Guidelines for Americans, 2025–2030." Diakses Juni 2026.

U.S. Department of Agriculture, MyPlate. “The Fruit Group: Focus on Fruits.” Diakses Juni 2026.

Share Article
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F

Related Articles

See More