ilustrasi pemeriksaan gigi oleh dokter gigi (unsplash.com/Mufid Majnun)
Gigi tetap perlu diperiksa walaupun tidak lagi sakit. Dokter gigi dapat melakukan pemeriksaan, foto rontgen, serta tes respons terhadap dingin atau rangsangan lain untuk menilai kondisi pulpa.
Perawatannya bergantung pada tingkat kerusakan. Karies yang sudah menjadi lubang mungkin memerlukan tambalan. Jika pulpa telah meradang berat atau mati, gigi dapat membutuhkan perawatan saluran akar untuk membersihkan jaringan yang terinfeksi dan mempertahankan gigi. Gigi yang sudah tidak dapat dipertahankan mungkin perlu dicabut.
Segera cari pertolongan apabila muncul demam, pembengkakan pada pipi atau rahang, nyeri ketika menggigit, atau rasa tidak enak dari area gigi. Pembengkakan yang meluas ke sekitar mata atau leher, maupun kesulitan bernapas dan menelan, memerlukan penanganan darurat.
Intinya, gigi yang tidak lagi sakit belum tentu sudah sehat. Kadang-kadang, hilangnya nyeri justru terjadi karena jaringan sarafnya telah mati. Pemeriksaan dokter gigi tetap menjadi satu-satunya cara untuk mengetahui penyebabnya.
Referensi
National Institute of Dental and Craniofacial Research, “The Tooth Decay Process: How to Reverse It and Avoid a Cavity,” diakses September 2026.
Bernard J. Hennessy, “Pulpitis,” Merck Manual Professional Edition, reviewed by David F. Murchison, diakses September 2026.
Domenico Ricucci, Simona Loghin, and José F. Siqueira Jr., “Correlation between Clinical and Histologic Pulp Diagnoses,” Journal of Endodontics 40, no. 12 (2014): 1932–39, https://doi.org/10.1016/j.joen.2014.08.010.
American Association of Endodontists, “What Is a Root Canal?,” diakses September 2026.
National Health Service, “Toothache,” diakses September 2026.