Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gigi Berlubang Tak Sakit Lagi, Apakah Sudah Sembuh?
ilustrasi sakit gigi (magnific.com/krakenimages.com)
  • Hilangnya nyeri tidak membuktikan bahwa gigi berlubang telah sembuh.

  • Kerusakan awal yang belum menjadi lubang dapat diremineralisasi, tetapi lubang yang sudah terbentuk tidak menutup sendiri.

  • Pada karies yang dalam, nyeri bisa berhenti karena jaringan saraf di dalam gigi telah mati, sementara infeksi tetap berlanjut.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Beberapa hari lalu, gigi terasa sakit sampai kamu tidak bisa tidur. Lalu, tanpa pengobatan, sakitnya mendadak hilang, dan kamu merasa lega. Akan tetapi, itu belum tentu menandakan kesembuhan. Jika lubang sudah terbentuk, gigi yang terdampak tidak akan sembuh sendiri.

Pada tahap paling awal, kerusakan gigi dapat terlihat sebagai bercak putih tanpa lubang. Mineral dari air liur dan fluorida masih dapat membantu memperbaiki lapisan email pada tahap ini. Namun, ketika email sudah runtuh dan terbentuk lubang, kerusakan tersebut bersifat permanen dan umumnya perlu diperbaiki oleh dokter gigi.

Mengapa sakitnya bisa hilang?

Di bagian tengah gigi terdapat pulpa, yaitu jaringan berisi saraf dan pembuluh darah. Ketika karies makin dalam dan mendekati pulpa, jaringan tersebut dapat meradang. Inilah yang dapat menimbulkan nyeri berdenyut atau rasa sakit berkepanjangan setelah terkena makanan panas, dingin, atau manis.

Jika kerusakan terus berlanjut, pulpa dapat mengalami nekrosis, yang artinya kematian jaringan. Pada keadaan ini, gigi mungkin berhenti merespons rangsangan karena sarafnya sudah tidak berfungsi. Pada peradangan pulpa yang tidak dapat dipulihkan, nyeri dapat berhenti selama beberapa hari ketika jaringan pulpa mulai mati.

Yang jadi masalah, bakteri dan peradangan tidak selalu ikut menghilang. Infeksi dapat bergerak melalui ujung akar menuju tulang penyangga gigi. Gejalanya bisa muncul kembali sebagai sakit saat menggigit, benjolan pada gusi, rasa tidak enak di mulut, atau abses. Sebagian infeksi di sekitar akar bahkan dapat berkembang tanpa nyeri yang jelas.

Penelitian yang membandingkan gejala pasien dengan pemeriksaan jaringan pulpa juga menunjukkan bahwa keluhan klinis tidak selalu menggambarkan keadaan jaringan gigi secara sempurna. Artinya, rasa sakit saja tidak cukup untuk menentukan apakah sebuah gigi masih sehat, sedang meradang, atau sarafnya sudah mati.

Apa yang perlu dilakukan?

ilustrasi pemeriksaan gigi oleh dokter gigi (unsplash.com/Mufid Majnun)

Gigi tetap perlu diperiksa walaupun tidak lagi sakit. Dokter gigi dapat melakukan pemeriksaan, foto rontgen, serta tes respons terhadap dingin atau rangsangan lain untuk menilai kondisi pulpa.

Perawatannya bergantung pada tingkat kerusakan. Karies yang sudah menjadi lubang mungkin memerlukan tambalan. Jika pulpa telah meradang berat atau mati, gigi dapat membutuhkan perawatan saluran akar untuk membersihkan jaringan yang terinfeksi dan mempertahankan gigi. Gigi yang sudah tidak dapat dipertahankan mungkin perlu dicabut.

Segera cari pertolongan apabila muncul demam, pembengkakan pada pipi atau rahang, nyeri ketika menggigit, atau rasa tidak enak dari area gigi. Pembengkakan yang meluas ke sekitar mata atau leher, maupun kesulitan bernapas dan menelan, memerlukan penanganan darurat.

Intinya, gigi yang tidak lagi sakit belum tentu sudah sehat. Kadang-kadang, hilangnya nyeri justru terjadi karena jaringan sarafnya telah mati. Pemeriksaan dokter gigi tetap menjadi satu-satunya cara untuk mengetahui penyebabnya.

Referensi

National Institute of Dental and Craniofacial Research, “The Tooth Decay Process: How to Reverse It and Avoid a Cavity,” diakses September 2026.

Bernard J. Hennessy, “Pulpitis,” Merck Manual Professional Edition, reviewed by David F. Murchison, diakses September 2026.

Domenico Ricucci, Simona Loghin, and José F. Siqueira Jr., “Correlation between Clinical and Histologic Pulp Diagnoses,” Journal of Endodontics 40, no. 12 (2014): 1932–39, https://doi.org/10.1016/j.joen.2014.08.010.

American Association of Endodontists, “What Is a Root Canal?,” diakses September 2026.

National Health Service, “Toothache,” diakses September 2026.

Curated For You

Editorial Team

Related Article