Hormon berperan mengatur siklus tidur, metabolisme, nafsu makan, hingga respons tubuh terhadap stres. Ketika waktu tidur terus berkurang, produksi beberapa hormon akan berubah sehingga memengaruhi kesehatan secara menyeluruh. Berikut empat dampak kebiasaan begadang terhadap hormon tubuh yang tidak boleh diabaikan.
4 Dampak Kebiasaan Begadang terhadap Hormon Tubuh, Jangan Disepelekan!

- Begadang dan paparan layar malam hari menurunkan melatonin, mengganggu ritme sirkadian, serta membuat tidur lebih dangkal dan pemulihan tubuh kurang optimal.
- Kurang tidur dapat menjaga kortisol tetap tinggi pada malam hari, sehingga tubuh lebih sulit rileks dan berkaitan dengan peningkatan tekanan darah, gangguan konsentrasi, serta penurunan imun.
- Begadang meningkatkan ghrelin, menurunkan leptin, dan mengurangi produksi hormon pertumbuhan; kondisi ini memicu rasa lapar, risiko kenaikan berat badan, serta memperlambat regenerasi jaringan.
Begadang cukup sering terjadi bagi sebagian orang karena tuntutan pekerjaan, belajar, atau kebiasaan menggunakan gadget hingga larut malam. Padahal, kurang tidur tidak hanya membuat tubuh terasa lelah, tetapi juga mengganggu keseimbangan hormon yang mengatur berbagai fungsi penting dalam tubuh. Dampaknya bahkan dapat dirasakan meski kebiasaan ini berlangsung dalam waktu yang relatif singkat.
1. Produksi melatonin menurun sehingga kualitas tidur memburuk

Ilustrasi perempuan yang tertidur (pexels.com/Kinga Howard) Melatonin dikenal sebagai hormon yang membantu mengatur ritme sirkadian atau jam biologis tubuh. Hormon ini diproduksi lebih banyak saat malam hari sebagai sinyal bahwa tubuh perlu beristirahat. Kebiasaan begadang, terutama sambil terpapar cahaya dari layar ponsel atau komputer, dapat menghambat produksi melatonin sehingga tubuh lebih sulit merasa mengantuk.
Ketika kadar melatonin menurun, kualitas tidur ikut terganggu meskipun durasi tidur pada akhirnya tercukupi. Tidur menjadi lebih dangkal, lebih mudah terbangun, dan proses pemulihan tubuh tidak berlangsung secara optimal. Jika berlangsung terus menerus, gangguan pada ritme sirkadian juga dapat memengaruhi fungsi hormon lain yang bekerja mengikuti siklus harian.
2. Kortisol meningkat dan membuat tubuh lebih mudah mengalami stres
.jpg)
ilustrasi seseorang yang sedang stres (unsplash.com/SEO Galaxy) Kortisol merupakan hormon yang membantu tubuh merespons tekanan fisik maupun psikologis. Dalam kondisi normal, kadar kortisol paling tinggi pada pagi hari untuk membantu tubuh lebih siap beraktivitas, kemudian perlahan menurun menjelang malam. Kebiasaan begadang dapat mengganggu pola tersebut sehingga kadar kortisol tetap tinggi pada waktu yang seharusnya digunakan untuk beristirahat.
Peningkatan kortisol dalam jangka panjang berkaitan dengan berbagai masalah kesehatan seperti tekanan darah yang meningkat, gangguan konsentrasi, hingga penurunan fungsi sistem imun. Tubuh juga menjadi lebih sulit merasa rileks karena terus berada dalam kondisi siaga. Akibatnya, kita dapat merasa mudah lelah sekaligus sulit memperoleh tidur yang berkualitas.
3. Hormon pengatur nafsu makan menjadi tidak seimbang

ilustrasi pria yang sedang makan (pexels.com/cottonbro studio) Kurang tidur memengaruhi dua hormon penting yang mengatur rasa lapar, yaitu ghrelin dan leptin. Kadar ghrelin yang merangsang rasa lapar cenderung meningkat, sedangkan leptin yang memberikan sinyal kenyang justru menurun. Perubahan ini membuat kita lebih mudah merasa lapar meskipun kebutuhan energi sebenarnya telah tercukupi.
Selain meningkatkan nafsu makan, kebiasaan begadang juga membuat kita lebih tertarik mengonsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak. Kombinasi perubahan hormon serta pilihan makanan yang kurang sehat dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan apabila berlangsung dalam waktu lama. Inilah salah satu alasan mengapa kurang tidur sering dikaitkan dengan gangguan metabolisme.
4. Hormon pertumbuhan tidak diproduksi secara optimal

ilustrasi seorang pria di kasur (pexels.com/cottonbro studio) Growth hormone atau hormon pertumbuhan tidak hanya berperan pada masa anak-anak, tetapi juga penting bagi orang dewasa. Hormon ini membantu memperbaiki jaringan tubuh, mendukung pembentukan massa otot, serta berperan dalam proses pemulihan setelah beraktivitas. Sebagian besar hormon pertumbuhan diproduksi saat kita memasuki fase tidur yang paling dalam.
Apabila kebiasaan begadang membuat durasi maupun kualitas tidur menurun, produksi hormon pertumbuhan juga ikut berkurang. Akibatnya, proses regenerasi jaringan menjadi kurang optimal sehingga tubuh membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih dari kelelahan atau aktivitas fisik. Dalam jangka panjang, kondisi ini juga dapat memengaruhi kesehatan otot dan metabolisme tubuh.
Begadang bukan sekadar mengurangi waktu istirahat, tetapi juga mengganggu keseimbangan hormon yang mengatur berbagai fungsi penting dalam tubuh. Beberapa perubahan hormon di atas dapat memberikan dampak yang luas terhadap kesehatan. Karena itu, menjaga waktu tidur yang cukup dan konsisten menjadi salah satu langkah sederhana untuk membantu tubuh tetap berfungsi secara optimal setiap hari.









![[QUIZ] Cek Risiko Tech Neck dari Cara Kamu Pegang HP](https://image.idntimes.com/post/20260822/gambar-artikel-90_62bcda34-1f45-442a-acf2-42109b179116.png)


![[QUIZ] Dari Masalah Kesehatanmu saat Ini, Ini Jus yang Bisa Kamu Minum](https://image.idntimes.com/post/20260714/upload_fb55bb03ef8e096afd1d12b06f081ef9_8b5cfdf7-0ac7-4ed9-a9bc-2057765b9daa.png)





![[QUIZ] Mitos atau Fakta: Seberapa Paham Kamu soal Dunia Lari?](https://image.idntimes.com/post/20260625/pexels-eddson-lens-748406628-29400388_6e217a3a-5fd2-437a-9b64-22454064b7f3.jpg)



