Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Apakah Semprotan Magnesium Efektif Membantu Tidur Lebih Nyenyak?

Apakah Semprotan Magnesium Efektif Membantu Tidur Lebih Nyenyak?
ilustrasi semprotan kaki (pexels.com/Vidal Balielo Jr)
Share Article

Saat memiliki masalah tidur, suplemen magnesium sering kali direkomendasikan. Tujuannya untuk membantu tidur lebih baik. Yap, magnesium adalah mineral kunci yang membantu tubuh untuk lebih rileks dan mengatur suasana hati serta memudahkan untuk tidur.

Mineral magnesium bekerja dengan menyeimbangkan neurotransmiter dalam tubuh. Neurotransmiter adalah pembawa pesan kimia yang membuat sel saling berkomunikasi satu sama lain. Saat terjadi stres, penuh tekanan, atau pikiran yang terlalu aktif, neurotransmiter akan menjadi tegang atau terangsang, yang membuat tubuh terus terjaga. Nah, magnesium akan menggeser keseimbangan neurotransmiter tersebut untuk membuat tubuh lebih tenang sehingga membantu untuk tidur.

Selain tersedia dalam bentuk suplemen makanan, magnesium juga tersedia dalam bentuk semprotan topikal. Semprotan magnesium ini biasanya disemprotkan di kaki sebelum tidur yang dipercaya dapat membuat tidur lebih cepat dan nyenyak. Nah, apakah semprotan magnesium ini efektif untuk membuat tidur lebih nyenyak? Yuk, kita ulik fakta-fakta ilmiahnya berikut ini.

  1. 1. Apa itu semprotan magnesium?

    ilustrasi produk semprotan
    ilustrasi produk semprotan (pixabay.com/chezbeate)

    Semprotan magnesium adalah semprotan topikal yang dibuat dari campuran magnesium klorida dan air. Ini biasanya dipasarkan dengan label “minyak magnesium” meski di dalamnya bukan dibuat dari minyak. Akan tetapi, semprotan magnesium kadang juga ditambahkan beberapa aroma yang menenangkan, seperti lavender, sehingga membuat tubuh terasa lebih rileks saat menghirupnya.

    Penggunaan semprotan magnesium cukup sederhana karena hanya dengan menyemprotkannya pada kaki sebelum tidur. Karena produk ini diaplikasikan secara topikal, semprotan magnesium biasanya dipilih oleh beberapa orang sebagai alternatif suplementasi magnesium oral. Beberapa alasannya untuk menghindari terlalu banyak konsumsi suplemen atau karena adanya risiko efek samping beberapa jenis magnesium. FYI, beberapa jenis magnesium oral, seperti magnesium sitrat, memiliki efek samping menyebabkan gangguan pencernaan.

  2. 2. Apakah efektif menyemprotkan magnesium di kaki untuk membantu tidur?

    ilustrasi menyemprot kaki
    ilustrasi menyemprot kaki (pexels.com/Jonathan Nenemann)

    Meski populer, sayangnya penggunaan semprotan magnesium ternyata tidak efektif untuk meningkatkan kualitas tidur. Melalui laman Mayo Clinic, profesor Denise M Millstine, MD menjelaskan bahwa penyerapan melalui kulit (transdermal) dari semprotan magnesium cukup rendah atau tidak efisien. Jadi, penggunaan magnesium topikal, baik dalam bentuk semprotan atau gel, tidak disarankan untuk membantu tidur.

    Dalam jurnal Nutrients 2017 dijelaskan bahwa kulit adalah organ terbesar tubuh yang menjadi penghalang tubuh dengan lingkungan luar. Untuk menembus kulit, suatu zat harus menembus epidermis (lapisan kulit terluar). Selain itu, alternatif lainnya melalui kelenjar keringat atau folikel rambut.

    Pada lapisan epidermis, terdapat stratum korneum, lapisan terluar epidermis yang terdiri dari sel-sel kulit mati. Stratum korneum adalah lapisan pelindung yang bersifat tahan air. Lapisan ini hanya bisa dilewati oleh zat yang bersifat lipofilik, zat yang dapat larut dalam lemak atau minyak. Masalahnya, larutan magnesium klorida dalam semprotan magnesium hadir dalam bentuk terionisasi sehingga larutan ini tidak dapat menembus lapisan lipofilik. Selain itu, jari-jari ion magnesium terhidrasi dilaporkan 400 kali lebih besar daripada bentuk dehidrasinya sehingga ion ini tidak akan bisa menembus membran biologis.

    Jadi, penyerapan semprotan magnesium melalui kulit sangat minimal. Namun, dalam jurnal Magnesium Research 2016, dilaporkan bahwa beberapa area tubuh yang memiliki pertumbuhan folikel rambut yang padat dapat membantu meningkatkan penyerapan magnesium. Ini karena folikel rambut memberikan kontribusi yang signifikan terhadap penetrasi magnesium ke dalam kulit. Akan tetapi, tingkat penyerapan ini juga bergantung pada konsentrasi dan waktu paparan.

    Meski begitu, tingkat penyerapan magnesium masih tetap terbatas dan tidak cukup untuk memenuhi kekurangannya di dalam tubuh atau meningkatkan kualitas tidur. Masih dari jurnal yang sama, disebutkan bahwa folikel rambut dan kelenjar keringat hanya mencakup 0,1 hingga 1 persen dari permukaan kulit. Adapun, jumlah ini sangat kecil untuk mendapatkan manfaatnya.

  3. 3. Klaim manfaat lainnya dari semprotan magnesium

    ilustrasi sakit kepala
    ilustrasi sakit kepala (pexels.com/Polina Tankilevitch)

    Selain dikenal untuk meningkatkan kualitas tidur, semprotan magnesium juga diklaim memiliki banyak manfaat lain untuk kesehatan. Namun, tidak semua klaim mengacu pada penelitian atau mengacu pada penelitian yang sangat kecil. Beberapa di antaranya:

    Meredakan nyeri otot

    Penggunaan magnesium topikal, termasuk semprotan magnesium, juga diklaim dapat mengurangi nyeri otot setelah olahraga. Ini karena mineral magnesium dapat memblokir atau mengurangi aktivitas reseptor nyeri N-metil-D-aspartat (NMDA), yang berperan dalam mengirimkan sinyal nyeri ke seluruh tubuh. Namun, penelitian ini dilakukan pada populasi yang sangat kecil (hanya 24 peserta) dan semua peserta menggunakan magnesium topikal tanpa adanya kelompok kontrol. Jadi, masih diperlukan penelitian lebih lanjut yang lebih kuat.

    Meredakan sindrom kaki gelisah

    Sindrom kaki gelisah adalah gerakan kaki berkedut yang tidak disengaja ketika tidur. Sama seperti mekanisme meredakan nyeri, magnesium dikatakan dapat membantu menurunkan kecemasan terkait kondisi ini. Sayangnya, masih belum ada bukti ilmiah yang membuktikan klaim tersebut.

    Meredakan sakit kepala dan migrain

    Lagi-lagi klaim ini juga belum dibuktikan secara ilmiah. Pada penelitian yang tersedia, magnesium memang dilaporkan dapat mencegah migrain atau sakit kepala. Namun, penelitian ini dilakukan pada produk suplemen magnesium oral. Sementara itu, semprotan magnesium masih belum diteliti untuk mengatasi sakit kepala atau migrain.

    Semprotan magnesium sering kali dipasarkan untuk meningkatkan kualitas tidur. Namun, secara penelitian, masih belum ada bukti ilmiah terkait keefektifan semprotan magnesium untuk membantu tidur lebih nyenyak. Hal ini karena kulit tidak menyerap magnesium dengan baik secara topikal sehingga sangat kecil kemungkinannya untuk memberikan manfaat tidur.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎

Related Articles

See More