Saat berusaha memiliki anak, fokus biasanya tertuju pada ovulasi, kualitas sperma, atau kondisi rahim. Namun, para peneliti juga mulai mengkaji kemungkinan hubungan antara kesehatan gusi dan kesuburan.
Gusi Bermasalah Bikin Sulit Hamil?

1. Penelitian lebih banyak membahas penyakit gusi
Hubungan yang diteliti bukan cuma gigi berlubang, melainkan penyakit periodontal, termasuk periodontitis—peradangan dan infeksi pada jaringan penyangga gigi.
Gejalanya dapat berupa gusi merah, bengkak, mudah berdarah, bau mulut menetap, hingga gigi terasa goyang.
2. Peradangan menjadi salah satu dugaan
Periodontitis melibatkan bakteri dan peradangan. Peneliti menduga bakteri atau zat pemicu peradangan dari gusi dapat berhubungan dengan peradangan di bagian tubuh lain.
Kondisi ini mungkin berkaitan dengan proses reproduksi, tetapi jalurnya masih berupa hipotesis yang perlu diuji lebih lanjut pada manusia.
3. Studi pada perempuan menemukan kemungkinan kaitan
Sebuah studi terhadap 2.764 perempuan yang sedang merencanakan kehamilan menemukan bahwa riwayat periodontitis mungkin berkaitan dengan peluang hamil per siklus yang lebih rendah. Namun, kondisi gusi peserta dinilai melalui laporan mereka sendiri, bukan pemeriksaan langsung.
Peneliti juga mengingatkan bahwa faktor lain yang tidak terukur dapat memengaruhi hasil.
Tinjauan sistematis yang terbit pada 2024 juga menemukan prevalensi penyakit gusi lebih tinggi pada kelompok pasien infertil dibandingkan kelompok kontrol. Namun, tinjauan itu hanya mencakup 14 studi dengan metode yang beragam dan menyatakan bahwa penelitian lanjutan masih dibutuhkan untuk mencari tahu apakah hubungan tersebut bersifat sebab akibat.
4. Bukti pada laki-laki masih terbatas
Pada laki-laki, beberapa penelitian mengkaji hubungan periodontitis dengan kualitas sperma dan kesehatan seksual. Namun, tinjauan sistematis terhadap 19 studi menyimpulkan bahwa bukti mengenai kualitas sperma dan kadar hormon belum meyakinkan.
Hasil penelitian yang tersedia juga memiliki keterbatasan dan berpotensi dipengaruhi faktor lain.
5. Rawat gusi, tetapi jangan anggap itu terapi kesuburan
Menjaga gigi dan gusi tetap sehat bermanfaat bagi kesehatan mulut, terlepas dari kaitannya dengan kesuburan.
Menyikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluorida, bersihkan sela gigi, dan periksa ke dokter gigi secara rutin. Gusi yang sering berdarah, bengkak, atau disertai gigi goyang sebaiknya diperiksa.
Jika sedang sulit memiliki anak, pemeriksaan gigi dapat menjadi bagian dari perhatian terhadap kesehatan secara menyeluruh, tetapi belum terbukti bahwa mengobati penyakit gusi dapat meningkatkan peluang hamil. Evaluasi kesuburan tetap perlu dilakukan bersama dokter.
Referensi
National Institute of Dental and Craniofacial Research, “Periodontal (Gum) Disease,” diakses September 2026.
Isidora Mujica et al., “The Periodontal–Female Reproductive Axis and Infertility: A Scoping Review of Epidemiological and Mechanistic Evidence,” BMC Oral Health 26 (2026): 1469, https://doi.org/10.1186/s12903-026-08685-w.
J. C. Bond et al., “Self-Reported Periodontitis and Fecundability in a Population of Pregnancy Planners,” Human Reproduction 36, no. 8 (2021): 2298–2308, https://doi.org/10.1093/humrep/deab058.
Cecilia Fabiana Márquez-Arrico et al., “Is There an Association between Periodontal Disease and Infertility? A Systematic Review,” Medicina Oral, Patología Oral y Cirugía Bucal 29, no. 6 (2024): e866–e875, https://doi.org/10.4317/medoral.26831.
Bastien Lecaplain et al., “Periodontitis, Erectile Dysfunction, Reproductive Hormones, and Semen Quality: A Systematic Review,” Andrology 9, no. 3 (2021): 769–780, https://doi.org/10.1111/andr.12961.
Curated For You
- [INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial 09 Sep 2026, 13:52 WIB
- [QUIZ] Kamu Sedang Masa Subur atau Belum? Cek di Sini28 Jul 2026, 11:05 WIB
- Penegakan Hukum Keracunan MBG Dipertanyakan, 11 Tokoh Bersuara21 Sep 2026, 07:00 WIB
- Apakah Vaginosis Bakterialis Bikin Perempuan Tidak Subur?10 Jul 2026, 23:17 WIB
- Apakah Celana Ketat Memengaruhi Kesuburan?01 Jul 2026, 23:29 WIB