Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Hal yang Perlu Dikenali tentang Serangan Jantung pada Usia Muda
ilustrasi serangan jantung (magnific.com/KamranAydinov)
  • Serangan jantung dapat terjadi pada usia muda. Merokok, tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol tinggi, dan faktor keluarga perlu diperhatikan.

  • Nyeri atau tekanan dada, sesak, keringat dingin, mual, atau nyeri yang menjalar perlu ditangani sebagai kondisi darurat—jangan menunggu gejala reda sendiri.

  • Hubungi layanan darurat. CPR hanya dilakukan jika orang tidak sadar dan tidak bernapas normal; obat nitrat hanya digunakan oleh orang yang memang mendapat resep.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Rasa berat di dada saat bekerja, kuliah, atau beraktivitas mudah dianggap sebagai kelelahan. Namun, kamu perlu waspada jika gejala tersebut disertai sesak, keringat dingin, mual, atau nyeri yang menjalar. Menunda pertolongan bisa berbahaya. Walaupun serangan jantung lebih umum pada usia lanjut, tetapi orang muda juga dapat mengalaminya.

World Heart Day atau Hari Jantung Sedunia diperingati setiap 29 September. Pada tahun 2026, kampanye World Heart Federation mengusung tema “Don’t Miss a Beat” dan mengajak masyarakat mengenali tanda penyakit kardiovaskular.

1. Serangan jantung terjadi ketika aliran darah ke otot jantung terhambat

Arteri koroner membawa darah dan oksigen ke otot jantung. Seiring waktu, plak yang berisi lemak dan zat lain dapat menumpuk di dinding pembuluh. Jika plak pecah, bekuan darah dapat terbentuk dan menyumbat aliran darah. Bagian otot jantung yang kekurangan oksigen kemudian bisa rusak.

Serangan jantung berbeda dari henti jantung. Pada serangan jantung, masalah utamanya adalah aliran darah yang tersumbat. Henti jantung terjadi ketika gangguan listrik membuat jantung berhenti memompa secara efektif. Serangan jantung dapat memicu henti jantung, tetapi keduanya bukan istilah untuk kondisi yang sama.

2. Usia muda bukan jaminan bebas risiko

“Penyakit jantung yang dulu selalu dikaitkan dengan orang tua, kini menjadi isu yang serius dan nyata bagi generasi muda,” kata dr. Nanda Iryuza, Sp.JP, Subsp.K.I.(K), dokter spesialis jantung dan pembuluh darah subspesialis kardiologi intervensi di RS Pondok Indah–Pondok Indah, dalam keterangan tertulis.

Sebuah studi di JACC: Advances pada 2025 menganalisis lebih dari 4,4 juta rawat inap terkait serangan jantung di Amerika Serikat pada 2011–2021. Sekitar 974 ribu—22 persen dari rawat inap tersebut—terjadi pada kelompok usia 18–54 tahun. Di antara pasien muda yang dirawat, hipertensi tercatat pada 64,8 persen dan penggunaan tembakau pada 57,8 persen.

Temuan tersebut mengingatkan bahwa faktor risiko perlu dikenali sebelum muncul keadaan darurat.

3. Kenali faktor yang bisa dikendalikan

ilustrasi berhenti merokok (IDN Times/NRF)

Merokok, tekanan darah tinggi, kolesterol tidak sehat, diabetes, berat badan berlebih, kurang bergerak, dan pola makan yang kurang baik dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Usia dan riwayat keluarga juga berpengaruh, meski tidak dapat diubah.

Berhenti merokok, aktif bergerak, dan memilih pola makan seimbang membantu mengendalikan sejumlah faktor risiko.

Pemeriksaan tekanan darah, gula darah, dan kolesterol juga dapat membantu menemukan hal yang perlu ditangani.

Pengelolaan stres dapat menjadi bagian dari perubahan gaya hidup, tetapi risiko jantung perlu dinilai bersama faktor-faktor lain.

4. Gejalanya tidak selalu berupa nyeri hebat

Tanda yang umum adalah rasa tertekan, tertindih, penuh, atau nyeri di tengah dada.

Rasa tidak nyaman dapat menjalar ke satu atau kedua lengan, punggung, leher, rahang, atau perut bagian atas.

Sesak napas bisa muncul dengan atau tanpa nyeri dada.

Keringat dingin, mual, muntah, pusing, lemas, atau kelelahan yang tidak biasa juga dapat menyertai.

Gejala dapat datang perlahan, terasa ringan, atau hilang lalu muncul kembali. Maka dari itu, jangan menunggu sampai nyeri berlangsung 20 menit atau menjadi sangat berat. Jika gejala baru, menetap, atau terasa mengkhawatirkan, segera cari pertolongan darurat.

5. Saat mencurigai serangan jantung, segera minta bantuan

Hubungi layanan darurat medis 119 atau nomor darurat setempat, lalu ikuti instruksi operator. Tim darurat dapat mulai memberi pertolongan dan mengatur perjalanan ke rumah sakit. Jangan menunda panggilan untuk mencoba memastikan sendiri penyebab nyeri.

Jangan memberikan nitrat atau nitrogliserin milik orang lain. Obat itu hanya digunakan oleh pasien yang memang mendapat resep, sesuai petunjuk tenaga kesehatan. Jika orang tersebut tiba-tiba tidak sadar dan tidak bernapas normal atau hanya megap-megap, hubungi bantuan, minta AED jika tersedia, lalu mulai CPR/RJP jika mampu.

6. Pemeriksaan dan pengobatan ditentukan oleh tim medis

ilustrasi serangan jantung (unsplash.com/Michel E)

Di rumah sakit, dokter dapat memeriksa aktivitas listrik jantung dengan elektrokardiogram (EKG) dan mengukur troponin melalui tes darah. Pemeriksaan lain, seperti angiografi koroner, dapat dilakukan sesuai kondisi pasien. Hasil pemeriksaan membantu menentukan apakah terjadi serangan jantung dan seberapa jauh otot jantung terdampak.

Penanganan bisa berupa obat-obatan, tindakan untuk membuka sumbatan dan memasang stent, atau operasi bypass pada kondisi tertentu. Pilihannya bergantung pada jenis serangan jantung, lokasi sumbatan, dan keadaan pasien.

“Penanganan yang cepat merupakan kunci untuk mengurangi risiko komplikasi," kata dr. Nanda.

7. Pemulihan perlu bertahap dan pemeriksaan tidak sama untuk semua orang

Setelah serangan jantung, program rehabilitasi jantung dapat membantu pasien kembali bergerak dengan aman, memahami obat dan pola hidup, serta mendapat dukungan untuk pemulihan. Jenis dan tingkat aktivitas perlu disesuaikan dengan saran dokter atau tim rehabilitasi.

Pencegahan mencakup berhenti merokok, mengendalikan tekanan darah, gula darah dan kolesterol, menjaga pola makan, serta rutin bergerak. EKG atau treadmill test juga tidak otomatis menjadi skrining rutin bagi semua orang tanpa gejala. Keputusan pemeriksaan sebaiknya mempertimbangkan gejala dan risiko masing-masing.

Beberapa smartwatch memberi notifikasi terkait denyut atau irama jantung, tetapi fitur dan kemampuan tiap perangkat berbeda. Notifikasi bukan diagnosis, dan tidak adanya peringatan tidak dapat diandalkan untuk menyingkirkan serangan jantung. Gejala darurat tetap perlu dinilai oleh dokter meski perangkat tidak memberi peringatan.

Referensi

World Heart Federation, “World Heart Day,” diakses 28 September 2026.

American Heart Association, “Acute Coronary Syndrome,” diakses 28 September 2026.

Centers for Disease Control and Prevention, “About Cardiac Arrest,” diakses 28 September 2026.

Mohan Satish, Ryan W. Walters, Monika Safford, and Vinay Kini, “Trends in Risk Factor Prevalence and Incidence of Acute Myocardial Infarction in Young Adults,” JACC: Advances 4, no. 9 (2025): 102082, https://doi.org/10.1016/j.jacadv.2025.102082.

Centers for Disease Control and Prevention, “Heart Disease Risk Factors,” diakses 28 September 2026.

American Heart Association, “Warning Signs of a Heart Attack,” diakses 28 September 2026.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, “Akses Darurat Medis 119 Kini Bisa Melalui SATUSEHAT Mobile,” diakses 28 September 2026.

American Heart Association, “Taking Care of Yourself,” diakses 28 September 2026.

American Heart Association, “Part 8: First Aid,”diakses 28 September 2026.

American Heart Association, “Treatment of Cardiac Arrest,” diakses 28 September 2026.

American Heart Association, “Diagnosing a Heart Attack,” diakses 28 September 2026.

American Heart Association, “Heart Attack Treatment,” diakses 28 September 2026.

Centers for Disease Control and Prevention, “About Heart Attack Symptoms, Risk, and Recovery,” diakses 28 September 2026.

U.S. Preventive Services Task Force, “Cardiovascular Disease Risk: Screening With Electrocardiography,” diakses 28 September 2026.

U.S. Food and Drug Administration, “Post-Market Evaluation of Smartwatch Cardiovascular Notifications,” diakses 28 September 2026.

Curated For You

Editorial Team

Related Article