- Dada terasa panas atau terbakar, sehingga menyerupai heartburn akibat refluks asam lambung.
- Nyeri atau rasa tidak nyaman di perut bagian atas, termasuk area yang biasa disebut ulu hati.
- Mual, kadang disertai muntah, yang mudah dianggap sebagai gangguan pencernaan.
- Dada terasa penuh, tertekan, atau seperti diremas, bukan selalu nyeri tajam seperti ditusuk.
Rasa Terbakar di Dada dan Mual, Kapan Harus Curiga Serangan Jantung?

Serangan jantung dapat menyebabkan dada terasa terbakar, nyeri perut bagian atas, serta mual atau muntah.
Keluhan yang disertai sesak, keringat dingin, atau nyeri menjalar membutuhkan pertolongan segera.
Gejala yang mereda setelah obat lambung tidak cukup untuk menyingkirkan gangguan jantung.
Dada terasa panas, ulu hati tidak nyaman, lalu muncul mual. Bagi orang yang terbiasa mengalami asam lambung naik, keluhan seperti ini terasa familier. Namun, serangan jantung juga dapat menimbulkan sensasi serupa. Bahkan, dokter tidak selalu bisa membedakan keduanya hanya dari cerita gejala dan pemeriksaan fisik.
Karena itu, nyeri dada yang menetap dan belum jelas penyebabnya perlu mendapat pertolongan segera, terutama jika disertai sesak atau keringat dingin. Jangan menunggu sampai nyerinya terasa sangat berat. Sebagian serangan jantung justru dimulai perlahan dengan keluhan ringan.
Table of Content
1. Gejala apa yang bisa menyerupai masalah asam lambung?
Beberapa keluhan berikut dapat muncul saat serangan jantung:
Keluhan tersebut tidak otomatis berarti serangan jantung. Namun, lokasi di ulu hati atau sensasi terbakar juga tidak cukup untuk memastikan penyebabnya berasal dari lambung.
2. Perhatikan gejala yang menyertainya
Kecurigaan meningkat ketika keluhan muncul bersama sesak napas, keringat dingin, pusing, kelelahan tidak biasa, atau rasa tidak nyaman yang menjalar ke lengan, punggung, leher, maupun rahang. Nyeri dada dapat berlangsung beberapa menit, mereda, lalu kembali. Tidak semua tanda harus muncul bersamaan.
Pada perempuan maupun laki-laki, nyeri atau rasa tidak nyaman di dada tetap merupakan gejala serangan jantung yang paling umum. Perempuan juga dapat mengalami mual, muntah, sesak, atau kelemahan yang tidak biasa. Sementara itu, serangan dengan gejala sangat ringan atau tanpa gejala lebih sering terjadi pada lansia dan orang dengan diabetes.
3. Membaik setelah minum obat lambung belum pasti aman

ilustrasi minum obat (pexels.com/Yaroslav Shuraev) Refluks asam lambung lebih sering menimbulkan rasa terbakar setelah makan, saat berbaring, atau ketika membungkuk. Rasa asam di mulut juga dapat menyertainya. Meski demikian, pola tersebut tidak bisa digunakan untuk mendiagnosis diri sendiri.
Tinjauan sistematis dalam jurnal Heart, Lung and Circulation pada tahun 2014 menelaah empat penelitian tentang campuran obat pencernaan yang mengandung antasida untuk membedakan penyebab nyeri dada. Kualitas penelitiannya rendah dan hasilnya beragam.
Kesimpulannya, respons terhadap campuran obat tersebut tidak dapat diandalkan untuk menyingkirkan kekurangan aliran darah ke otot jantung. Dengan kata lain, jangan menggunakan percobaan minum obat lambung sebagai alasan menunda pertolongan ketika ada tanda bahaya.
4. Perlu pemeriksaan jantung untuk memastikannya
Di IGD, penilaian dapat mencakup elektrokardiogram (EKG) untuk merekam aktivitas listrik jantung serta tes darah troponin untuk menilai kemungkinan kerusakan otot jantung. Tes darah dapat diulang untuk melihat perubahan kadarnya dari waktu ke waktu.
Jika mencurigai serangan jantung, segera hubungi layanan darurat medis 119 atau ambulans setempat. Jangan menyetir sendiri dan jangan menunggu semua gejala muncul. Ambulans memungkinkan pemeriksaan serta penanganan dimulai selama perjalanan menuju rumah sakit.
Referensi
Mayo Clinic, “Heartburn or Heart Attack: When to Worry,” diakses September 2026.
American Heart Association, “Warning Signs of a Heart Attack,” diakses September 2026.
National Heart, Lung, and Blood Institute, “Heart Attack: Symptoms,” diakses September 2026.
Samuel Chan, Andrew P. Maurice, Suzanne R. Davies, dan Darren L. Walters, “The Use of Gastrointestinal Cocktail for Differentiating Gastro-oesophageal Reflux Disease and Acute Coronary Syndrome in the Emergency Setting: A Systematic Review,” Heart, Lung and Circulation 23, no. 10 (2014): 913–23, https://doi.org/10.1016/j.hlc.2014.03.030.
National Heart, Lung, and Blood Institute, “Heart Attack: Diagnosis,” diakses September 2026.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, “Akses Darurat Medis 119 Kini Bisa Melalui SATUSEHAT Mobile,” diakses September 2026.





![[QUIZ] Berdasarkan Tujuan Kamu, Ini Jenis Diet yang Paling Cocok](https://image.idntimes.com/post/20260715/upload_1f4fad55d736c0857d28717d4f5ad568_9f044a0b-3a74-43ca-bf9f-4bb408840b9c.png)













![[QUIZ] Dari Karaktermu saat Stres, Ini Tipe Stress Language Kamu](https://image.idntimes.com/post/20260811/gambar-artikel-88_a0d2c204-98d6-41f0-954e-b4f448a7c9b1.png)


