Cleveland Clinic, “Xanthelasma,” diakses September 2026.
Negin Yavari et al., “Xanthelasma and Its Association with Developing Major Cardio-Cerebrovascular Events,” Atherosclerosis 416 (2026): 120647, https://doi.org/10.1016/j.atherosclerosis.2026.120647.
American Heart Association, “Heart Attack, Stroke and Cardiac Arrest Symptoms,” diakses September 2026.
Studi: Risiko Serangan Jantung dan Stroke Bisa Terlihat di Wajah

Xanthelasma merupakan endapan kolesterol di sekitar kelopak mata dan bisa muncul meskipun kolesterol darah tidak tinggi.
Studi tahun 2026 menemukan kaitan dengan kejadian serangan jantung dan stroke yang lebih tinggi, tetapi tidak membuktikan sebab akibat.
Bercak ini merupakan petunjuk untuk evaluasi risiko, bukan tanda bahwa serangan jantung atau stroke sedang berlangsung.
Saat bercermin, bercak kekuningan di dekat sudut mata mungkin tidak terlihat mengkhawatirkan. Bentuknya bisa datar atau sedikit menonjol, sehingga banyak orang lebih memikirkannya secara estetika.
Bercak tersebut bisa merupakan xanthelasma, yaitu endapan kolesterol di bawah kulit kelopak mata. Lesinya sendiri umumnya tidak berbahaya, tetapi keberadaannya dapat menjadi alasan untuk memeriksakan kesehatan metabolik dan jantung.
Table of Content
1. Bercak ini tidak selalu berarti kolesterol darah tinggi
Xanthelasma biasanya muncul di kelopak mata dekat pangkal hidung. Warnanya kekuningan, dengan tekstur yang dapat terasa lunak atau lebih padat.
Sekitar separuh orang dengan xanthelasma memiliki kadar kolesterol tinggi; separuh lainnya tidak.
Jadi, kadar kolesterol tidak bisa diketahui hanya dari tampilan kulit. Dokter dapat memastikan jenis lesinya dan mempertimbangkan pemeriksaan darah, termasuk tes kolesterol serta gula darah.
2. Temuan studi terbaru

Xanthelasma di kelopak mata. (id.wikipedia.org/Bobtheowl2) Studi dalam jurnal Atherosclerosis tahun 2026 menganalisis rekam medis elektronik. Peneliti membandingkan 17.925 orang dengan xanthelasma dan jumlah yang sama pada kelompok pembanding yang karakteristiknya dipadankan. Peserta dengan riwayat serangan jantung, stroke, atau serangan iskemik sementara sebelumnya dikeluarkan.
Dalam satu tahun, serangan jantung tercatat pada 1,00 persen kelompok xanthelasma, dibandingkan 0,35 persen kelompok pembanding.
Untuk stroke, angkanya 0,95 persen dibandingkan 0,30 persen.
Kaitan dengan kejadian yang lebih tinggi masih terlihat pada evaluasi 5 dan 10 tahun.
Angka tersebut menunjukkan perbedaan risiko antarkelompok. Namun, sebagian besar peserta dengan xanthelasma tidak mengalami kedua kejadian tersebut dalam tahun pertama.
3. Tanda risiko bukan berarti pasti sakit
Karena menggunakan data observasional, penelitian ini tidak membuktikan bahwa bercak kelopak mata menyebabkan serangan jantung atau stroke. Pemadanan kelompok juga tidak otomatis menghilangkan seluruh kemungkinan perbedaan yang memengaruhi hasil.
Temuan tersebut mendukung penggunaan xanthelasma sebagai petunjuk untuk menilai risiko lebih lanjut.
Jika muncul bercak yang menyerupai xanthelasma, sebaiknya buat janji temu dengan dokter. Jangan memencetnya atau memakai bahan penghilang bercak karena kulit kelopak mata bisa terluka.
Penanganan dapat mencakup evaluasi kondisi yang mendasari serta tindakan pengangkatan jika diperlukan.
4. Kenali gejala yang membutuhkan pertolongan segera
Jika melihat wajah yang tiba-tiba mencong, terutama jika disertai kelemahan satu lengan atau bicara pelo, itu dapat menandakan stroke dan memerlukan pertolongan darurat, sekalipun kemudian menghilang.
Serangan jantung dapat ditandai tekanan atau nyeri dada yang berlangsung beberapa menit atau hilang timbul, sesak napas, keringat dingin, serta nyeri yang menjalar ke lengan, punggung, leher, atau rahang. Jika gejala ini muncul, segera cari layanan darurat medis.
Referensi







![[QUIZ] Pilih Jenis Lari Favorit Kamu, Kami Tebak Kepribadian Kamu](https://image.idntimes.com/post/20260822/gambar-artikel-90_62bcda34-1f45-442a-acf2-42109b179116.png)




![[QUIZ] Dari Sinyal Tubuh, Kamu Lebih Butuh Plank, Sit Up, atau Push Up?](https://image.idntimes.com/post/20250305/pexels-maksgelatin-4348653-a8bdf633103f42baecf1db7a242f31a0.jpg)

![[QUIZ] Tebak Risiko Penyakit dari Kebiasaan Kamu Minum Kopi](https://image.idntimes.com/post/20260326/16576_5a2f7a67-3d4e-4672-9881-c5c068073f61.jpg)
![[QUIZ] Apa Trauma Batin yang Diam-Diam Kamu Simpan? Cari Tahu di Sini](https://image.idntimes.com/post/20260119/1000238238_de41ac8b-06a3-4b60-a767-12fdbfce907f.jpg)





