Sudut mulut yang tiba-tiba turun, satu lengan melemah, atau ucapan mendadak pelo bisa menjadi gejala stroke. Perubahan itu bisa terjadi dalam hitungan menit. Karena stroke adalah keadaan darurat medis, mengenali gejalanya dan segera mencari pertolongan sangat penting.
Hari Stroke Sedunia atau World Stroke Day diperingati setiap 29 Oktober. World Stroke Organization (WSO) menetapkannya pada 2006 sebagai ajang untuk meningkatkan pemahaman tentang gejala dan pencegahan stroke. Pada 2026, peringatan ini memasuki tahun ke-20.
Kampanye tahun ini membawa pesan “Every M1nute Counts” dan ajakan #ActFAST, yaitu mengenali gejala stroke dan jangan menunda pertolongan darurat.
Analisis Global Burden of Disease yang terbit dalam jurnal The Lancet Neurology memperkirakan ada 11,9 juta kasus baru, 7,3 juta kematian, dan 93,8 juta kasus stroke yang telah ada pada 2021. Dalam dua dekade, risiko stroke sepanjang hidup meningkat 50 persen; kini diperkirakan satu dari empat orang dewasa akan mengalaminya.
Angka 11,9 juta setara dengan sekitar satu stroke setiap tiga detik, berasal dari estimasi untuk 2021. Sementara itu, pada Mei 2026, negara-negara anggota Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengadopsi resolusi pertama Majelis Kesehatan Dunia yang secara khusus membahas stroke dengan fokus pada pencegahan, perawatan darurat, rehabilitasi, dan kesiapan sistem kesehatan.
