Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Hati Sapi untuk MPASI: Manfaat, Nutrisi, dan Porsi Aman

3 min read
Hati Sapi untuk MPASI: Manfaat, Nutrisi, dan Porsi Aman
ilustrasi ibu menyuapi bayinya MPASI (pexels.com/Helena Lopes)
  • Hati sapi dapat menjadi sumber zat besi heme untuk MPASI sejak sekitar usia 6 bulan, yang umumnya lebih mudah diserap tubuh dibanding zat besi dari tumbuhan.

  • Selain zat besi, hati sapi mengandung protein, vitamin B12, folat, dan vitamin A; menu bayi tetap perlu beragam dengan sumber energi, lemak, sayur, serta pangan lain.

  • Pemberian hati sapi perlu dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan. Sajikan matang, higienis, bertekstur sesuai kemampuan bayi, dan dalam porsi kecil.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saat bayi mulai makan pendamping ASI (MPASI), hati sapi kerap dipilih karena dikenal kaya akan zat besi. Hati sapi dan hati ayam merupakan bahan pangan sumber zat besi untuk MPASI.

MPASI dimulai sekitar usia 6 bulan sambil tetap melanjutkan pemberian ASI. Makanan bayi perlu beragam, aman, dan disesuaikan dengan kemampuan makannya. Nah, hati sapi bisa menyumbang beberapa zat gizi dan menjadi bagian dari pola makan seimbang.

  1. Kandungan gizi hati sapi

    Berikut kisaran kandungan 100 gram hati sapi panggang tanpa minyak dan garam.

    Zat gizi

    Jumlah per 100 gram

    Protein

    29,9 gram

    Zat besi

    5,79 miligram

    Vitamin B12

    77,2 mikrogram

    Folat

    276 mikrogram

    Vitamin A

    14.574 mikrogram

  2. Manfaat hati sapi untuk MPASI bayi

    Ilustrasi olahan hati sapi sebagai bahan masakan kaya protein yang dapat diolah menjadi beragam menu rumahan.
    ilustrasi olahan hati sapi (unsplash.com/Natalia Gusakova)
    • Menyumbang zat besi

    Tubuh memakai zat besi untuk membuat hemoglobin, protein dalam sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh. Zat besi dari pangan hewani termasuk bentuk heme, yang umumnya lebih mudah diserap tubuh dibandingkan zat besi nonheme dari tumbuhan. Hati sapi merupakan salah satu sumber zat besi untuk MPASI.

    • Menyediakan protein

    Protein dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan tubuh. Hati sapi mengandung protein, tetapi menu bayi tetap perlu dilengkapi sumber energi, lemak, sayur, dan bahan pangan lain sesuai usianya.

    • Mengandung vitamin B12 dan folat

    Vitamin B12 membantu menjaga kesehatan sel darah dan saraf serta berperan dalam pembentukan DNA. Folat juga dibutuhkan tubuh untuk membuat DNA dan membentuk sel.

    • Menyumbang vitamin A

    Vitamin A mendukung penglihatan, pertumbuhan, dan fungsi normal sistem kekebalan tubuh. Namun, hati mengandung vitamin A dalam bentuk retinol, yaitu vitamin A siap pakai yang dapat berbahaya jika dikonsumsi berlebihan dalam jangka panjang.

  3. Porsi hati sapi yang aman untuk bayi

    Jika ingin memberikan hati sapi, konsultasikan dulu dengan dokter anak atau ahli gizi mengenai kesesuaiannya dengan usia, pola makan, dan suplemen bayi.

    Sumber lainnya yang mengandung zat besi meliputi daging merah, ayam, atau ikan, serta MPASI fortifikasi sesuai anjuran tenaga kesehatan.

    Apabila hati sapi diberikan sesuai arahan tenaga kesehatan, pastikan bahan dimasak matang, diolah secara higienis, dan teksturnya disesuaikan dengan kemampuan makan bayi. Berikan dalam porsi kecil, tidak dipaksakan, dan diberikan dengan memperhatikan tanda lapar serta kenyang pada bayi.

    Referensi

    Luh Eka Purwani, “Pemberian Makanan Pendamping ASI yang Tepat untuk Pencegahan Stunting,” Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, diakses 27 Oktober 2026.

    World Health Organization, "WHO Guideline for Complementary Feeding of Infants and Young Children 6–23 Months of Age," diakses 27 Oktober 2026.

    Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, “Pemberian MPASI Harus Penuhi 4 Syarat Ini,” diakses 27 Oktober 2026.

    Tabela Brasileira de Composição de Alimentos, “Meat, Beef, Liver, Grilled, without Oil, without Salt, Brazil (Bos taurus),” Universidade de São Paulo, diakses 27 Oktober 2026, https://www.tbca.net.br/base-dados-en/int_food_composition.php?cod_produto=BRC0035F.

    National Institutes of Health, Office of Dietary Supplements, “Iron: Fact Sheet for Consumers,” diakses 27 Oktober 2026.

    National Institutes of Health, Office of Dietary Supplements, “Vitamin B12: Fact Sheet for Consumers,” diakses 27 Oktober 2026.

    “Folate: Fact Sheet for Consumers,” diakses 27 Oktober 2026.

    National Institutes of Health, Office of Dietary Supplements, “Vitamin A and Carotenoids: Fact Sheet for Consumers,” diakses 27 Oktober 2026.

    Zohra S. Lassi et al., "WHO Systematic Review for Complementary Feeding for Animal Source Foods," diakses 27 Oktober 2026.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More