Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Hasil Pap Smear Abnormal? Kenali Penyebab dan Artinya

4 min read
Hasil Pap Smear Abnormal? Kenali Penyebab dan Artinya
ilustrasi dokter menjelaskan hasil Pap smear abnormal (pexels.com/MART PRODUCTION)
  • Hasil Pap smear abnormal berarti ada sel leher rahim yang tampak berubah. Ini bukan diagnosis kanker.

  • Penyebab tersering perubahan sel adalah infeksi HPV. Infeksi atau iritasi, perubahan hormon, dan sampel yang kurang memadai juga dapat memengaruhi hasil.

  • Tindak lanjut bergantung pada jenis hasil, tes HPV, usia, dan riwayat pemeriksaan. Dokter mungkin menyarankan tes ulang, kolposkopi, atau biopsi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Membaca kata “abnormal” pada hasil Pap smear bisa membuat cemas. Namun, itu bukan berarti kanker. Pap smear memeriksa apakah sel-sel dari leher rahim tampak berubah, sementara tes HPV memeriksa ada tidaknya tipe virus HPV yang berisiko menyebabkan perubahan tersebut. Hasil abnormal biasanya menandakan perlunya pemantauan atau pemeriksaan lanjutan.

  1. Penyebab hasil Pap smear abnormal

    Infeksi HPV adalah penyebab paling sering perubahan sel leher rahim yang berpotensi menjadi prakanker. Sebagian besar infeksi HPV dikendalikan tubuh sendiri. Namun, jika tipe HPV berisiko tinggi bertahan, infeksi itu dapat menyebabkan perubahan sel.

    Hasil tes HPV positif juga tidak dapat menunjukkan kapan infeksi terjadi atau dari siapa virus didapat. HPV bisa kembali terdeteksi setelah bertahun-tahun, sehingga hasil positif bukan bukti bahwa infeksi baru terjadi atau pasangan baru saja menularkannya.

    Perubahan yang tampak pada Pap smear tidak selalu disebabkan HPV atau berkaitan dengan kanker. Iritasi, infeksi tertentu seperti infeksi jamur, polip, serta perubahan hormon saat hamil atau menopause dapat membuat beberapa sel terlihat tidak biasa. Kondisi-kondisi ini dapat muncul, misalnya, pada hasil ASC-US yang belum jelas penyebabnya.

    Ada pula hasil “unsatisfactory” atau tidak memuaskan. Ini berarti sampel tidak cukup baik untuk dinilai—misalnya sel terlalu sedikit atau tertutup gumpalan, darah, maupun lendir. Hasil ini biasanya perlu diulang.

    Menstruasi sendiri tidak otomatis membuat hasil abnormal. Di beberapa negara, Pap smear tetap dapat dilakukan saat haid, meski darah bisa mengganggu penilaian sampel tertentu.

    Merokok serta kondisi yang melemahkan sistem imun, seperti HIV atau penggunaan obat penekan imun, dapat meningkatkan risiko terjadinya perubahan sel leher rahim. Namun, kondisi ini tidak selalu menjadi penyebab langsung hasil Pap smear abnormal, melainkan faktor yang dapat memperbesar risikonya.

  2. Arti istilah yang muncul pada hasil

    Seorang dokter menjelaskan hasil pemeriksaan Pap smear kepada pasien perempuan di ruang konsultasi klinik.
    ilustrasi dokter menjelaskan hasil Pap smear kepada pasien (pexels.com/Thirdman)

    Laboratorium menggunakan istilah tertentu untuk menggambarkan bentuk sel yang terlihat. Beberapa istilah yang umum di antaranya:

    • ASC-US: sel skuamosa tampak sedikit berbeda, tetapi penyebabnya belum jelas. Ini merupakan temuan abnormal yang paling umum. Dokter dapat mempertimbangkan tes HPV atau pemeriksaan ulang.
    • LSIL: ada perubahan sel tingkat rendah, yang sering berkaitan dengan HPV. Perubahan ringan kerap kembali normal, tetapi tetap perlu ditindaklanjuti sesuai saran dokter.
    • ASC-H: ada sel abnormal dan perubahan tingkat tinggi belum dapat disingkirkan. Biasanya diperlukan pemeriksaan lebih lanjut.
    • HSIL: perubahan sel tingkat tinggi yang lebih serius dan berpotensi berkembang menjadi kanker jika dibiarkan. HSIL belum berarti kanker, tetapi umumnya perlu evaluasi lanjutan.
    • AGC atau AIS: ada perubahan pada sel kelenjar. Temuan ini perlu diperiksa lebih lanjut karena bisa berkaitan dengan masalah pada leher rahim atau bagian dalam rahim.
    • Unsatisfactory: sampel tidak memadai untuk dibaca. Ini bukan diagnosis sel abnormal. Dokter biasanya akan menjadwalkan pengambilan sampel ulang.

    Pap smear juga dapat menunjukkan sel yang mengarah pada kanker, tetapi temuan seperti ini jarang ditemukan pada orang yang menjalani skrining teratur. Pemeriksaan lanjutan, sering kali kolposkopi dan biopsi, diperlukan untuk memastikan diagnosis.

  3. Apa yang biasanya dilakukan setelah hasil abnormal?

    Tidak semua orang dengan hasil yang sama akan mendapat saran tindak lanjut yang sama. Dokter mempertimbangkan jenis hasil Pap smear, hasil tes HPV, usia, riwayat pemeriksaan sebelumnya, dan riwayat perubahan sel atau pengobatan.

    Pilihannya bisa berupa tes Pap atau HPV ulang, kolposkopi (pemeriksaan leher rahim dengan alat pembesar) dan biopsi.

    Ikuti jadwal kontrol yang telah ditentukan meski tidak merasakan keluhan. Perubahan prakanker sering tidak menimbulkan gejala. Sebaliknya, perdarahan setelah berhubungan seks, perdarahan di luar menstruasi atau setelah menopause, keputihan yang tidak biasa, maupun nyeri panggul perlu diperiksakan, apa pun hasil Pap smear sebelumnya. Keluhan tersebut bisa disebabkan banyak hal dan tidak selalu berarti kanker.

    Referensi

    Centers for Disease Control and Prevention, “Screening for Cervical Cancer,” diakses 28 Oktober 2026.

    National Cancer Institute, “HPV and Pap Test Results: Next Steps after an Abnormal Cervical Cancer Screening Test,” diakses 28 Oktober 2026.

    Centers for Disease Control and Prevention, “Human Papillomavirus (HPV) Infection—STI Treatment Guidelines,” diakses 28 Oktober 2026.

    National Cancer Institute, “Cervical Cancer Causes, Risk Factors, and Prevention,” diakses 28 Oktober 2026.

    Rebecca B. Perkins et al., “2019 ASCCP Risk-Based Management Consensus Guidelines for Abnormal Cervical Cancer Screening Tests and Cancer Precursors,” Journal of Lower Genital Tract Disease 24, no. 2 (2020): 102–131, https://doi.org/10.1097/LGT.0000000000000525.

    Rebecca B. Perkins et al., “2019 ASCCP Risk-Based Management Consensus Guidelines: Updates Through 2023,” Journal of Lower Genital Tract Disease 28, no. 1 (2024): 3–6, https://doi.org/10.1097/LGT.0000000000000788.

    National Cancer Institute, “Cervical Cancer Symptoms,” diakses 28 Oktober 2026.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More