ilustrasi petugas medis tangani penderita heatstroke (pexels.com/Mikhail Nilov)
Jika seseorang diduga mengalami serangan panas, sangat penting untuk segera mengambil tindakan untuk menurunkan suhu tubuh dan mencari bantuan medis, ya. Nah, pertama-tama, pindahkan orang tersebut ke tempat yang sejuk dan teduh atau ruangan ber-AC. Kemudian, lepaskan pakaian (jika dobel) untuk membantu tubuh agar mendingin.
Selanjutnya, letakkan kain dingin dan lembap di kulit orang tersebut. Jika ada, gunakan kipas angin atau kompres es. Letakkan kompres es di ketiak, selangkangan, dan di sekitar leher untuk mengurangi hawa panas. Jika memungkinkan, pantau tanda-tanda vital orang tersebut, seperti detak jantung, pernapasan, dan suhu tubuhnya. Berikan orang tersebut air atau minuman elektrolit jika masih sadar dan mampu menelan.
Ingat, ya, mendinginkan orang yang terserang heatstroke merupakan prioritas utama. Namun, jika kondisinya memburuk atau terlihat tidak sadarkan diri dan tidak bisa minum cairan, segera hubungi layanan darurat. Heatstroke merupakan keadaan darurat medis yang membutuhkan perawatan segera untuk menghindari komplikasi serius, sebagaimana yang dianjurkan Mayo Clinic.
Akhir-akhir ini, cuaca panas melanda hampir di banyak tempat di belahan dunia, salah satunya Indonesia yang sedang mengalami musim kemarau. Di Eropa, gelombang panas sedang menerjang benua tersebut selama musim panas 2026 ini. Jadi, pastikan untuk mengetahui bahaya heatstroke akibat cuaca panas. Semoga informasi di atas membantu, ya.
Referensi
“About Heat and Your Health”. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses pada Juli 2026.
“Children and School Preparedness”. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses pada Juli 2026.
“Dehydration and Heat Stroke”. Johns Hopkins Medicine. Diakses pada Juli 2026.
“Dehydration, Heat Exhaustion, Heat Stroke: Know the Difference”. Baptist Health. Diakses pada Juli 2026.
“Epilepsy and Hot Weather”. Epsy Health. Diakses pada Juli 2026.
“Exercise-Associated Hyponatremia”. PubMed Central (PMC). Diakses pada Juli 2026.
“First Aid: Heatstroke”. Mayo Clinic. Diakses pada Juli 2026.
“Heat Edema”. Health Jade. Diakses pada Juli 2026.
“Heat Edema”. iCliniq. Diakses pada Juli 2026.
“Heat Stroke”. Healthdirect Australia. Diakses pada Juli 2026.
“Heat Stroke”. National Center for Biotechnology Information (NCBI Bookshelf). Diakses pada Juli 2026.
“Heat Stroke: A Medical Emergency Appearing in New Regions”. Hindawi. Diakses pada Juli 2026.
“Heat Syncope”. Korey Stringer Institute. Diakses pada Juli 2026.
“Heatstroke”. Cleveland Clinic. Diakses pada Juli 2026.
“Heatstroke”. Mayo Clinic. Diakses pada Juli 2026.
“How Fast Can Heatstroke Come On?”. HealthPartners. Diakses pada Juli 2026.
“Hyperthermia: Too Hot for Your Health”. National Institutes of Health (NIH). Diakses pada Juli 2026.
“Medications That Increase the Risk of Heat Stroke”. HealthPartners. Diakses pada Juli 2026.
“Rhabdomyolysis”. Cleveland Clinic. Diakses pada Juli 2026.
“What Happens to the Brain During a Heatstroke?”. BrainFacts.org. Diakses pada Juli 2026.
“Heatstroke-Induced Cerebral Edema and Related Neurological Complications”. PubMed Central (PMC). Diakses pada Juli 2026.