- Suhu tubuh meningkat hingga mencapai 40 derajat Celsius atau lebih.
- Pusing atau sakit kepala disertai pandangan menjadi kabur.
- Mual dan muntah.
- Tubuh terasa sangat lemas.
- Pernapasan menjadi lebih cepat (takipnea) dan detak jantung meningkat (takikardia).
- Tekanan darah rendah (hipotensi).
- Kulit terasa panas tanpa berkeringat. Pada beberapa kasus, kulit juga tampak kemerahan dan terasa kering saat disentuh.
- Perubahan kondisi mental atau perilaku. Penderita heatstroke dapat mengalami kebingungan, gelisah, bicara pelo atau tidak jelas, dan mudah marah
- Kejang hingga kehilangan kesadaran.
Tanda Darurat Heatstroke karena Cuaca Panas, Kenali sebelum Terlambat

- BMKG menjelaskan cuaca panas ekstrem disebabkan minimnya awan, meningkatkan risiko heatstroke yang bisa memicu kerusakan organ hingga mengancam nyawa bila tidak segera ditangani.
- Tanda darurat heatstroke meliputi suhu tubuh di atas 40°C, kulit panas tanpa keringat, mual, pusing, perubahan kesadaran, dan perlu segera mendapat pertolongan medis serta pendinginan cepat.
- Pencegahan heatstroke dapat dilakukan dengan menjaga hidrasi, membatasi aktivitas di bawah terik matahari, mengenakan pakaian longgar, serta memastikan lingkungan tetap sejuk agar tubuh tidak overheat.
Kamu merasa gak, kalau udara di luar sekarang terasa begitu menyengat? Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), cuaca panas yang terasa seperti "memanggang" ini disebabkan oleh minimnya tutupan awan sehingga sinar matahari menjadi lebih terik. Kondisi tersebutlah yang dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, salah satunya heatstroke.
Dilansir Mayo Clinic, heatstroke adalah kondisi darurat medis akibat paparan panas yang ditandai dengan peningkatan suhu tubuh hingga mencapai 40 Celsius atau lebih. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan organ hingga mengancam nyawa. Oleh sebab itu, penting untuk mengenali tanda-tanda heatstroke agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.
1. Tanda darurat seseorang mengalami heatstroke

Heatstroke merupakan tahapan paling serius dari cedera akibat paparan panas. Kondisi ini membutuhkan penanganan sesegera mungkin karena dapat dengan cepat merusak otak, jantung, ginjal, hingga otot. Dirangkum dari Cleveland Clinic dan National Health Service (NHS), berikut tanda dan gejala daruratnya:
Perlu digarisbawahi bahwa tidak semua penderita akan menunjukkan seluruh gejala. Jika seseorang berada di lingkungan panas lalu mengalami pusing, mual, atau perubahan kesadaran seperti kejang maupun pingsan, jangan abaikan kondisinya. Segeralah cari pertolongan medis agar penderita dapat memperoleh penanganan secepat mungkin.
2. Apa yang harus segera dilakukan saat seseorang mengalami heatstroke?

Mengingat heatstroke termasuk kondisi darurat medis, setiap detiknya menjadi krusial. Penderita perlu segera mendapatkan pertolongan pertama untuk mencegah komplikasi yang lebih serius. Mengutip NHS dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), ini langkah-langkah yang dapat membantu penderita:
- Segera hubungi layanan panggilan darurat agar penderita mendapatkan penanganan yang tepat. Di Indonesia, masyarakat dapat menghubungi nomor darurat 112 sebagaimana diinformasikan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
- Bantu penderita untuk segera pindah ke tempat yang lebih sejuk untuk menghentikan paparan panas yang dapat memperburuk kondisinya.
- Longgarkan pakaian atau lepaskan jaket dan kaus kaki orang yang mengalami heatstroke agar dapat membantu pelepasan panas tubuhnya.
- Berikan kompres air dingin atau es ke bagian tubuh seperti kepala, leher, dan ketiak agar dapat membantu menurunkan suhu.
- Jika orang tersebut masih dalam kondisi sadar, kamu bisa memberikan banyak air putih atau cairan isotonik untuk membantu menggantikan cairan tubuh yang hilang. Hindari memaksa memberikan minum kepada penderita yang tidak sadar atau sulit menelan. Alih-alih menolong, tindakan ini justru dapat membahayakan keselamatannya.
- Tetap dampingi penderita sampai bantuan medis datang.
3. Faktor risiko yang meningkatkan heatstroke

Dikenal juga sebagai sunstroke, heatstroke memang bisa dialami oleh siapa pun, tanpa pandang bulu. Namun, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalaminya. Mengutip Healthline dan Mayo Clinic, berikut beberapa faktor risiko heatstroke yang perlu diwaspadai:
- Usia. Bayi, anak-anak, dan lansia termasuk kelompok yang rentan mengalami heatstroke. Pada bayi dan anak-anak, sistem saraf pusat belum berkembang sepenuhnya sehingga kemampuan tubuh dalam mengatur suhu belum optimal. Sementara itu, pada orang berusia di atas 65 tahun, respons sistem saraf pusat mulai menurun sehingga kemampuan tubuh untuk beradaptasi terhadap perubahan suhu juga ikut berkurang.
- Paparan cuaca panas secara tiba-tiba. Seseorang lebih rentan mengalami heatstroke ketika berpindah tempat tinggal dari daerah beriklim dingin ke wilayah yang lebih panas. Sebab, tubuhnya masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan perubahan suhunya.
- Melakukan aktivitas berat di cuaca panas. Aktivitas fisik yang menguras energi dan pekerjaan di lingkungan bersuhu tinggi dapat meningkatkan risiko heatstroke. Contohnya saja bermain sepak bola, lari jarak jauh, atau latihan militer, serta bekerja sebagai petani, pekerja konstruksi, petugas pemadam kebakaran, anggota militer, maupun atlet.
- Sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu. Obat yang digunakan untuk mengatasi tekanan darah tinggi, seperti beta-blocker, maupun obat untuk penyakit jantung dapat mengurangi kemampuan tubuh dalam mempertahankan cairan. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko dehidrasi sehingga lebih rentan mengalami heatstroke.
- Memiliki kondisi kesehatan tertentu. Beberapa penyakit kronis, seperti penyakit jantung atau paru-paru, dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami heatstroke.
- Kelebihan berat badan (obesitas). Kondisi ini membuat tubuh menyimpan lebih banyak panas sehingga lebih sulit mendinginkan diri saat terpapar suhu tinggi.
4. Bagaimana cara mencegah heatstroke?

Heatstroke memang termasuk kondisi yang butuh penanganan medis cepat. Kabar baiknya, kondisi ini sebenarnya dapat dicegah dengan melakukan beberapa hal sederhana, terutama saat menghadapi cuaca panas. Berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko heatstroke:
- Jaga tubuh agar tetap terhidrasi. Jika berada dalam cuaca yang panas, perbanyak minum air putih agar tubuh tetap mampu mengatur suhu dengan baik. Apabila kamu berkeringat dalam jumlah banyak, konsumsilah minuman yang mengandung elektrolit untuk membantu menggantikan cairan dan mineral yang hilang.
- Hindari paparan panas yang berlebihan. Sebisa mungkin batasi aktivitas di luar rumah saat cuaca sedang terik. Jika memang harus beraktivitas di luar ruangan, pilih waktu yang lebih sejuk, misalnya pagi atau sore hari.
- Kenakan pakaian yang longgar dan berbahan katun. Pakaian yang terlalu tebal atau ketat dapat menghambat pelepasan panas sehingga tubuh lebih sulit mendinginkan diri.
- Lindungi diri dari paparan sinar matahari. Gunakan topi bertepi lebar, kacamata hitam, dan juga tabir surya dengan SPF minimal 15 saat beraktivitas di luar ruangan untuk mengurangi risiko sengatan matahari. Pasalnya, kulit yang terbakar akibat paparan sinar matahari dapat mengganggu kemampuan tubuh dalam mendinginkan diri.
- Pastikan lingkungan tetap sejuk. Gunakan kipas angin atau pendingin ruangan saat cuaca sangat panas. Jika di dalam rumah terasa terlalu gerah, kamu bisa pergi ke tempat sejuk, misalnya saja pusat berbelanja.
- Beri waktu bagi tubuh untuk beradaptasi dengan cuaca panas. Jika kamu baru pindah ke daerah yang lebih panas atau belum terbiasa beraktivitas di bawah terik matahari, jangan memaksakan diri. Tingkatkan durasi aktivitas secara bertahap agar tubuh memiliki waktu untuk menyesuaikan diri dengan suhu lingkungan.
Jangan anggap remeh heatstroke karena kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam nyawa. Kenali gejalanya sejak dini dan lakukan pertolongan pertama dengan tepat apabila kondisi ini terjadi. Segeralah cari bantuan medis agar penderita memperoleh penanganan secepat mungkin.
Referensi
“Krisis Gelombang Panas Global: Pelajaran dari Eropa dan Potensi Dampaknya di Iklim Tropis Indonesia.” BMKG Stasiun Meteorologi Kelas III Betoambari Baubau. Diakses Juli 2026.
“Heatstroke - Symptoms and Causes.” Mayo Clinic. Diakses Juli 2026.
“Heat Stroke.” Cleveland Clinic. Diakses Juli 2026.
“Heat Exhaustion and Heatstroke.” NHS. Diakses Juli 2026.
“Heat-Related Illnesses.” Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses Juli 2026.




![[QUIZ] Cek Diet yang Mungkin Cocok untukmu Berdasarkan Golongan Darah](https://image.idntimes.com/post/20251130/blood-type-1968457_1280_88ef0813-f11a-42e3-9671-7d5bf0080d1b.png)






![[QUIZ] Dari Bentuk Fesesmu, Kami Bisa Tahu Kondisi Kesehatanmu](https://image.idntimes.com/post/20240130/10-9f789ea3d6b3618e22708cc779025bd6.jpg)










