“5 Health Impacts of Heat Waves and Tips for Staying Safe.” UCLA Health. Diakses Juli 2026.
“How Heatwave Affects the Body.” Max Healthcare. Diakses Juli 2026.
“Dehydration - Symptoms and Causes.” Mayo Clinic. Diakses Juli 2026.
“Heat Exhaustion.” Cleveland Clinic. Diakses Juli 2026.
“Heat Exhaustion - Symptoms and Causes.” Mayo Clinic. Diakses Juli 2026.
5 Bahaya Heat Wave terhadap Tubuh, Gelombang Panas Mengancam Nyawa?

- Heat wave adalah fenomena cuaca ekstrem dengan suhu dan kelembapan tinggi yang dapat memerangkap panas di permukaan bumi, menyebabkan risiko serius bagi kesehatan manusia.
- Paparan heat wave dapat menimbulkan berbagai gangguan tubuh seperti dehidrasi, kram panas, kelelahan akibat panas, hingga heat stroke yang berpotensi mengancam nyawa.
- Bagi penderita penyakit jantung, heat wave meningkatkan beban kerja sistem kardiovaskular sehingga memperbesar risiko serangan jantung dan komplikasi kesehatan lainnya.
Kamu mungkin sudah mendengar berita tentang heat wave atau gelombang panas yang melanda sebagian besar wilayah Eropa. Heat wave sendiri bukanlah cuaca panas yang biasa, melainkan merupakan periode panjang di mana suhu dan kelembaban melonjak ekstrem. Fenomena ini terbentuk ketika udara bertekanan tinggi mengendap di lapisan atmosfer atas dan menyebabkan udara panas turun.
Udara panas ini kemudian menciptakan gelembung yang memerangkap panas di dekat permukaan tanah sehingga suhunya melonjak tinggi. Ketika suhu sekitar menjadi terlalu panas, hal itu juga akan menimbulkan bahaya bagi tubuh manusia. Berikut beberapa bahaya heat wave terhadap tubuh manusia!
1. Dehidrasi

Ketika cuaca panas, tubuh kita akan berusaha mendinginkan diri dengan cara mengeluarkan keringat. Meski cara ini biasanya berhasil, mengeluarkan keringat terlalu banyak juga bisa menyebabkan dehidrasi. Dilansir Mayo Clinic, dehidrasi adalah kondisi di mana tubuh kehilangan terlalu banyak cairan. Saking banyaknya cairan yang keluar hingga tubuh gak bisa berfungsi dengan baik. Biasanya dehidrasi ditandai dengan rasa haus atau tenggorokan kering.
Namun sebetulnya gejala dehidrasi dapat berbeda-beda tergantung pada usia orang yang mengalaminya. Pada anak-anak, gejalanya meliputi buang air kecil yang lebih sedikit, mulut kering, gak ada air mata saat menangis, mata dan pipi cekung, mudah marah, hingga detak jantung yang jadi lebih cepat. Sedangkan pada orang dewasa, dehidrasi ditandai dengan rasa haus ekstrem, frekuensi buang air kecil yang berkurang, lelah, pusing, kebingungan, dan urin berwarna gelap dalam beberapa kasus. Selain udara panas, demam, diare, muntah, hingga diabetes juga dapat menyebabkan seseorang mengalami dehidrasi.
2. Heat cramps

Kram pada salah satu bagian tubuh biasanya disebabkan oleh aktivitas tertentu seperti olahraga. Namun tahukah kamu kalau udara panas juga bisa menyebabkan kram? Sesuai dengan namanya, heat cramps disebabkan karena tubuh terlalu panas dan mengeluarkan keringat terlalu banyak. Akibatnya tubuh bukan hanya kehilangan cairan, tetapi juga elektrolit.
Jika dibiarkan, otot tubuh akan mengencang dengan menyakitkan di bagian tubuh tertentu seperti perut, lengan, tangan, kaki, tulang rusuk, atau bahu. Dilansir Cleveland Clinic, terkadang rasa sakit yang muncul juga disertai pusing, mual dan muntah, lelah, serta keringat yang berlebihan. Kabar baiknya meski bisa sangat menyakitkan, heat cramps merupakan kondisi ringan. Rasa sakit yang muncul biasanya membaik setelah beristirahat di tempat sejuk dan konsumsi minuman yang mengandung elektrolit.
3. Heat exhaustion

Heat exhaustion atau kelelahan akibat panas merupakan kondisi yang paling umum terjadi saat heat wave. Kebanyakan orang bahkan lebih sering mengalami heat exhaustion tanpa merasakan kram. Namun meski merupakan kondisi yang cukup umum, bukan berarti kamu bisa menyepelekannya. Sama seperti kondisi lainnya, heat exhaustion terjadi ketika suhu tubuh naik tetapi masih berada di bawah 40 derajat Celcius.
Jika dibiarkan, heat exhaustion bisa dengan cepat berubah menjadi heat stroke yang lebih berbahaya. Dilansir Mayo Clinic, gejala akibat heat exhaustion bisa muncul secara tiba-tiba atau berkembang seiring waktu, terutama jika kamu berolahraga dalam jangka waktu lama. Gejalanya sendiri meliputi kulit terasa sejuk, berkeringat deras, pusing, kelelahan, denyut nadi lemah atau cepat, tekanan darah rendah saat berdiri, kram otot, mual, sakit kepala, hingga pingsan.
4. Heat stroke

Jika dehidrasi disebabkan oleh tubuh yang kekurangan cairan, heat stroke atau serangan panas terjadi ketika tubuh terlalu panas sehingga gak bisa lagi melakukan pendinginan. Dilansir Cleveland Clinic, heat stroke dapat terjadi ketika kita berada di tempat yang sangat panas, atau bisa juga karena aktivitas fisik yang terlalu intensif sehingga menghasilkan banyak panas tubuh. Ketika tubuh gak bisa lagi mengelola panas, suhu tubuh akan melonjak hingga 40 derajat Celcius atau bahkan lebih.
Selain suhu tubuh yang melonjak tinggi, gejala lain yang muncul meliputi penglihatan kabur, perubahan perilaku, kebingungan, pusing, detak jantung dan pernapasan yang cepat, tekanan darah rendah, mual, kejang, hingga pingsan. Dibandingkan dengan penyakit lain yang berhubungan dengan cuaca panas, heat stroke adalah kondisi yang paling serius dan membutuhkan penanganan medis. Jika dibiarkan, tubuh akan mengalami penurunan aliran darah yang diikuti dengan kerusakannya sejumlah organ vital.
5. Memperbesar risiko serangan jantung

Jika kamu berpikir bahwa gelombang panas hanya menyebabkan dehidrasi atau kelelahan, kamu salah besar. Pasalnya pada orang dengan riwayat penyakit kardiovaskular, heat wave bisa menyebabkan konsekuensi kesehatan yang cukup serius. Dilansir American Heart Association, ini karena saat suhu naik, tubuh akan mengalirkan lebih banyak darah ke kulit untuk melepaskan panas.
Sekilas memang terdengar biasa, tetapi hal ini membuat jantung harus memompa lebih banyak darah ke seluruh tubuh. Hasilnya sistem kardiovaskular akan bekerja lebih keras karena beban jantung bertambah. Bagi orang yang sehat, kondisi ini sudah cukup mengkhawatirkan. Sedangkan bagi mereka yang punya riwayat kardiovaskular, meningkatnya beban kerja jantung membuat risiko terkena serangan jantung dan masalah kesehatan lainnya jadi lebih tinggi.
Meski gelombang panas cukup sering terjadi beberapa tahun belakangan ini, informasi mengenai fenomena ini masih sangat terbatas di kalangan masyarakat. Gak sedikit bahkan yang mengabaikan atau meremehkan fenomena ini. Padahal heat wave bukanlah panas biasa. Jika gak bisa jaga kondisi, fenomena ini bisa menyebabkan masalah serius bagi tubuh.
Referensi



![[QUIZ] Cek Diet yang Mungkin Cocok untukmu Berdasarkan Golongan Darah](https://image.idntimes.com/post/20251130/blood-type-1968457_1280_88ef0813-f11a-42e3-9671-7d5bf0080d1b.png)






![[QUIZ] Dari Bentuk Fesesmu, Kami Bisa Tahu Kondisi Kesehatanmu](https://image.idntimes.com/post/20240130/10-9f789ea3d6b3618e22708cc779025bd6.jpg)










