Kanker yang kambuh bukan selalu berarti pengobatan sebelumnya gagal. Lalu, kenapa sel tersebut bisa bertahan begitu lama, dan apa yang membuat kanker payudara berisiko kambuh?
Kenapa Kanker Payudara Masih Bisa Kambuh Setelah Bertahun-tahun?

Kanker payudara dapat kambuh karena sebagian sel kanker tersisa dalam jumlah sangat kecil dan berada dalam fase tidak aktif, sehingga belum terdeteksi atau menimbulkan gejala.
Sel kanker yang bertahan bisa kembali berkembang, memicu kekambuhan lokal di payudara atau area sekitar, maupun metastatik di organ jauh seperti tulang, paru-paru, hati, atau otak.
Risiko kambuh dipengaruhi ukuran tumor, kelenjar getah bening, karakteristik reseptor hormon dan HER2; pasien dianjurkan tetap menjalani kontrol serta melaporkan keluhan baru kepada dokter.
Pengobatan kanker payudara yang sudah selesai tentu menjadi kabar melegakan bagi pasien dan keluarganya. Namun, ada kalanya kanker kembali muncul setelah bertahun-tahun, bahkan ketika pemeriksaan sebelumnya menunjukkan hasil yang baik. Kondisi ini bisa menimbulkan banyak pertanyaan, terutama jika pasien merasa sudah pulih dan menjalani aktivitas seperti biasa.
1. Sebagian sel kanker bisa bertahan dalam keadaan tidak aktif

ilustrasi sel kanker (pcommons.wikimedia.org/Mikael Häggström, M.D.) Salah satu alasan kanker payudara bisa kambuh setelah bertahun-tahun adalah keberadaan sel kanker yang tersisa setelah pengobatan. Sel-sel ini bisa berada di jaringan sekitar payudara atau sudah menyebar ke bagian tubuh lain dalam jumlah yang sangat kecil. Karena ukurannya atau jumlahnya terlalu sedikit, sel tersebut belum tentu terlihat pada pemeriksaan yang dilakukan saat itu.
Sebagian sel kanker juga dapat memasuki fase tidak aktif atau dormant. Dalam keadaan ini, sel tidak berkembang dengan cepat sehingga belum menimbulkan gejala yang jelas. Bertahun-tahun kemudian, sel tersebut bisa kembali tumbuh dan membentuk kanker yang terdeteksi melalui pemeriksaan atau menimbulkan keluhan.
2. Sel kanker yang tersisa bisa tumbuh kembali

ilustrasi sel (pexels.com/Fayette Reynolds M.S.) Sel kanker yang tidak aktif tidak selalu akan tumbuh lagi, tetapi sebagian dapat kembali berkembang. Para ahli masih mempelajari apa yang memicu perubahan tersebut. Kondisi jaringan di sekitarnya, perubahan pada sel kanker, dan kemampuan tubuh mengendalikan pertumbuhan sel abnormal diduga ikut berperan.
Ketika sel-sel tersebut mulai berkembang biak, jumlahnya perlahan bisa bertambah hingga membentuk tumor atau menimbulkan masalah di organ lain. Jika kanker muncul kembali di payudara yang sama atau area sekitarnya, kondisi ini disebut kekambuhan lokal atau regional, bergantung pada lokasi kemunculannya. Sementara itu, jika kanker ditemukan di organ yang jauh, seperti tulang, paru-paru, hati, atau otak, kondisi tersebut disebut kanker payudara metastatik. Kanker yang ditemukan di organ lain ini tetap disebut kanker payudara karena berasal dari sel kanker payudara, bukan kanker baru yang berasal dari organ tersebut.
3. Pengobatan tidak selalu menghilangkan semua sel kanker

ilustrasi kanker payudara (pexels.com/Klaus Nielsen) Operasi bertujuan mengangkat tumor, sedangkan kemoterapi, radioterapi, terapi hormon, terapi target, dan pengobatan lain digunakan sesuai jenis serta kondisi kanker. Meski berbagai pengobatan dapat mengurangi jumlah sel kanker secara signifikan, tidak semua sel yang tersisa selalu bisa dihilangkan atau dideteksi. Karena itu, pasien masih memiliki kemungkinan mengalami kekambuhan setelah pengobatan selesai.
Selain itu, sel kanker tidak semuanya memiliki sifat yang sama. Sebagian sel dapat lebih sulit merespons pengobatan tertentu atau menjadi resisten terhadap obat yang digunakan. Hal ini bisa membuat sel tersebut bertahan meskipun sebagian besar sel kanker sudah berhasil dikendalikan. Namun, kekambuhan tidak otomatis berarti pasien menerima pengobatan yang salah atau tidak menjalani perawatan dengan baik. Risiko tersebut juga dipengaruhi oleh karakteristik kanker dan respons tubuh terhadap terapi.
4. Risiko kambuh dipengaruhi jenis dan kondisi kanker

ilustrasi kanker payudara (pexels.com/cottonbro studio) Kemungkinan kanker payudara kambuh tidak sama pada setiap pasien. Ukuran tumor saat pertama kali ditemukan, keterlibatan kelenjar getah bening, karakteristik sel kanker, serta ada atau tidaknya penyebaran saat diagnosis awal dapat memengaruhi risiko kekambuhan. Jenis kanker berdasarkan reseptor hormon dan status HER2 juga berpengaruh karena karakteristik tersebut membantu dokter menentukan pengobatan serta memperkirakan penyakit.
Sebagai contoh, kanker payudara yang memiliki reseptor hormon dapat kambuh dalam jangka waktu yang panjang, termasuk bertahun-tahun setelah pengobatan awal selesai. Karena itu, berakhirnya pengobatan bukan berarti risiko langsung menjadi nol. Meski demikian, faktor-faktor tersebut tidak bisa digunakan sendirian untuk memastikan apakah kanker akan kambuh pada seseorang. Dokter perlu mempertimbangkan hasil pemeriksaan, riwayat pengobatan, dan kondisi pasien secara keseluruhan untuk memperkirakan risikonya.
Kanker payudara yang kambuh setelah bertahun-tahun bukan berarti hal itu pasti terjadi pada setiap penyintas. Kemungkinannya dipengaruhi banyak faktor, dan sebagian penyebab kambuhnya masih terus dipelajari. Jika kamu atau orang terdekat pernah menjalani pengobatan kanker payudara, tetap ikuti jadwal kontrol dan sampaikan setiap keluhan baru kepada dokter agar bisa dinilai dengan tepat.
Referensi:
"Breast Cancer Recurrence." Cleveland Clinic. Diakses pada Oktober 2026
"What to Know About Breast Cancer Recurrence." Breast Cancer Research Foundation. Diakses pada Oktober 2026





![[QUIZ] Berdasarkan Karaktermu, Waspadai Gangguan Kepribadian Ini](https://image.idntimes.com/post/20260804/mwuep2hrca5w9qlbdxkci8rch_0a3c7963-22c0-42a8-afa2-de6c989c3307.png)











![[QUIZ] Apa Fitness Love Language Kamu? Jawab 1 Pertanyaan Ini](https://image.idntimes.com/post/20260715/upload_1f4fad55d736c0857d28717d4f5ad568_9f044a0b-3a74-43ca-bf9f-4bb408840b9c.png)
![[QUIZ] Dari Keluhan Kamu, Mungkin Ini Jenis Magnesium yang Cocok](https://image.idntimes.com/post/20260811/gambar-artikel-88_a0d2c204-98d6-41f0-954e-b4f448a7c9b1.png)



