ilustrasi kanker payudara (pexels.com/cottonbro studio)
Kemungkinan kanker payudara kambuh tidak sama pada setiap pasien. Ukuran tumor saat pertama kali ditemukan, keterlibatan kelenjar getah bening, karakteristik sel kanker, serta ada atau tidaknya penyebaran saat diagnosis awal dapat memengaruhi risiko kekambuhan. Jenis kanker berdasarkan reseptor hormon dan status HER2 juga berpengaruh karena karakteristik tersebut membantu dokter menentukan pengobatan serta memperkirakan penyakit.
Sebagai contoh, kanker payudara yang memiliki reseptor hormon dapat kambuh dalam jangka waktu yang panjang, termasuk bertahun-tahun setelah pengobatan awal selesai. Karena itu, berakhirnya pengobatan bukan berarti risiko langsung menjadi nol. Meski demikian, faktor-faktor tersebut tidak bisa digunakan sendirian untuk memastikan apakah kanker akan kambuh pada seseorang. Dokter perlu mempertimbangkan hasil pemeriksaan, riwayat pengobatan, dan kondisi pasien secara keseluruhan untuk memperkirakan risikonya.
Kanker payudara yang kambuh setelah bertahun-tahun bukan berarti hal itu pasti terjadi pada setiap penyintas. Kemungkinannya dipengaruhi banyak faktor, dan sebagian penyebab kambuhnya masih terus dipelajari. Jika kamu atau orang terdekat pernah menjalani pengobatan kanker payudara, tetap ikuti jadwal kontrol dan sampaikan setiap keluhan baru kepada dokter agar bisa dinilai dengan tepat.
Referensi:
"Breast Cancer Recurrence." Cleveland Clinic. Diakses pada Oktober 2026
"What to Know About Breast Cancer Recurrence." Breast Cancer Research Foundation. Diakses pada Oktober 2026