Pada 1848, pekerja konstruksi rel kereta Phineas Gage mengalami kecelakaan ketika batang besi menembus tengkoraknya. Ia bertahan hidup, dan kasusnya kemudian menjadi salah satu catatan cedera otak paling terkenal dalam sejarah kedokteran.
Rekonstruksi tiga dimensi tengkoraknya pada 2004 menunjukkan bahwa cedera kemungkinan terbatas pada bagian kiri lobus frontal dan tidak mengenai pembuluh darah penting atau sistem ventrikel otak. Temuan itu membantu menjelaskan bagaimana Gage bisa selamat, meski rekonstruksi tersebut tetap bergantung pada bukti sejarah yang tersedia.
Referensi
Paul Heyman, Leopold Simons, dan Christel Cochez, “Were the English Sweating Sickness and the Picardy Sweat Caused by Hantaviruses?,” Viruses 6, no. 1 (2014): 151–71, https://doi.org/10.3390/v6010151.
Jonathan P. Rogers et al., “Encephalitis Lethargica: Clinical Features and Aetiology,” Brain Communications 6, no. 5 (2024): fcae347, https://doi.org/10.1093/braincomms/fcae347.
Leslie A. Hoffman dan Joel A. Vilensky, “Encephalitis Lethargica: 100 Years after the Epidemic,” Brain 140, no. 8 (2017): 2246–51, https://doi.org/10.1093/brain/awx177.
John C. Waller, “In a Spin: The Mysterious Dancing Epidemic of 1518,” Endeavour 32, no. 3 (2008): 117–21, https://doi.org/10.1016/j.endeavour.2008.05.001.
Peter Ratiu et al., “The Tale of Phineas Gage, Digitally Remastered,” Journal of Neurotrauma 21, no. 5 (2004): 637–43, https://doi.org/10.1089/089771504774129964.