Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kenapa Bayi Tiba-Tiba Lebih Sering Terbangun Malam?
ilustrasi bayi menangis pada malam hari (unsplash.com/Minnie Zhou)
  • Bayi yang tiba-tiba sering terbangun malam biasanya mengalami fase normal dalam tumbuh kembang, seperti regresi tidur akibat perkembangan otak yang pesat atau perubahan rutinitas harian.

  • Faktor umum lain termasuk rasa lapar, ketidaknyamanan fisik seperti suhu kamar tidak ideal, popok basah, tumbuh gigi, hingga kondisi kesehatan ringan yang mengganggu kenyamanan tidur bayi.

  • Kelelahan berlebihan, perubahan lingkungan tidur, serta kebiasaan tidur tertentu juga dapat memicu gangguan tidur sementara yang umumnya membaik seiring penyesuaian dan pemahaman orang tua terhadap penyebabnya.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Banyak orang bingung ketika bayi yang sebelumnya bisa tidur cukup lama mendadak sering terbangun pada malam hari. Padahal, beberapa hari atau minggu sebelumnya, pola tidurnya baik-baik saja dan lebih teratur. Akhirnya, orang tua jadi kewalahan karena harus bolak-balik menenangkan bayi sepanjang malam.

Kabar baiknya, kondisi tersebut umumnya normal dan merupakan bagian dari proses tumbuh kembang bayi. Ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan bayi lebih sering terbangun, mulai dari perkembangan otak yang pesat hingga rasa lapar atau ketidaknyamanan fisik.

Dengan memahami penyebabnya, orang tua atau pengasuh bisa lebih mudah menemukan cara untuk membantu bayi kembali tidur nyenyak.

1. Regresi tidur

Penyebab paling umum bayi tiba-tiba sering bangun malam adalah sleep regression atau regresi tidur.

Regresi tidur merupakan periode ketika pola tidur bayi terganggu akibat perkembangan otak yang berlangsung sangat cepat. Ini biasanya terjadi saat bayi berusia sekitar 4–5 bulan, 8–10 bulan, dan sekitar 12 bulan. Pada fase ini, otak bayi sedang mempelajari banyak keterampilan baru sehingga pola tidurnya menjadi tidak stabil.

Selain perkembangan otak, regresi tidur juga dapat dipicu oleh stres, tumbuh gigi, sakit, perubahan aktivitas harian, atau perjalanan jauh.

Kondisi ini umumnya bersifat sementara dan biasanya membaik dalam beberapa minggu.

2. Lapar tengah malam

Rasa lapar juga menjadi alasan umum bayi sering terbangun pada malam hari, terutama pada bayi usia 0–3 bulan yang masih butuh asupan secara rutin.

Pada beberapa bayi, kebutuhan kalori pada siang hari belum terpenuhi secara optimal. Akibatnya, mereka akan terbangun lebih sering pada malam hari untuk menyusu.

Tanda-tanda umumnya antara lain bayi terbangun sambil menangis, mencari puting, atau menunjukkan gerakan mengisap.

Jika bayi tampak lapar setiap kali terbangun, pastikan ia mendapatkan sesi menyusu yang cukup dan efektif pada siang hari.

3. Ketidaknyamanan fisik

ilustrasi bayi menangis (pexels.com/Laura Garcia)

Bayi sangat sensitif terhadap perubahan kondisi tubuh dan lingkungan. Suhu kamar yang terlalu panas atau terlalu dingin dapat membuat mereka tidak nyaman sehingga mudah terbangun.

Selain itu, beberapa kondisi berikut juga dapat mengganggu tidur bayi:

  • Popok basah atau penuh.

  • Tumbuh gigi.

  • Hidung tersumbat.

  • Demam setelah imunisasi.

  • Kondisi tubuh yang kurang sehat.

Ketika merasa tidak nyaman, bayi biasanya akan menangis atau tampak gelisah saat tidur sehingga lebih sering terbangun dibanding biasanya.

4. Terlalu lelah atau jadwal tidur siang tidak seimbang

Banyak orang tua mengira bayi yang sangat lelah akan tidur lebih nyenyak. Namun kenyataannya, bayi yang terlalu lelah justru lebih mudah terbangun pada malam hari.

Tidur siang yang terlalu sedikit, jam tidur malam yang terlambat, atau rutinitas harian yang terlalu padat dapat membuat tubuh bayi memproduksi hormon stres yang mengganggu kualitas tidur. Akibatnya, bayi mungkin lebih sulit tertidur, sering terbangun, atau bangun lebih awal dari biasanya.

5. Perubahan perkembangan dan kebiasaan tidur

Seiring bertambahnya usia, bayi mulai mempelajari berbagai kemampuan baru, seperti berguling, duduk, merangkak, hingga berdiri. Proses belajar ini sering memengaruhi kualitas tidur mereka.

Selain itu, sebagian bayi memiliki asosiasi tidur, yaitu kebiasaan tertentu yang mereka perlukan untuk kembali tidur. Misalnya, harus digendong, disusui, atau diayun terlebih dahulu. Ketika terbangun tengah malam dan kondisi tersebut tidak tersedia, bayi dapat menangis karena belum mampu menenangkan dirinya sendiri.

6. Faktor lingkungan

ilustrasi seorang ibu menenangkan bayinya yang sedang menangis pada malam hari (pexels.com/Sarah Chai)

Lingkungan tidur yang berubah juga dapat menyebabkan bayi lebih sering terbangun pada malam hari. Beberapa faktor yang sering menjadi penyebab antara lain:

  • Suara bising dari kendaraan atau aktivitas rumah.

  • Cahaya yang masuk dari luar ruangan.

  • Perubahan tempat tidur.

  • Rutinitas tidur yang berbeda dari biasanya.

Perubahan kecil pada lingkungan tidur dapat memengaruhi kualitas istirahat bayi karena mereka cenderung lebih sensitif terhadap gangguan dibanding orang dewasa.

7. Sedang sakit atau mengalami kondisi medis tertentu

Beberapa masalah kesehatan yang umum mengganggu tidur bayi meliputi:

  • Pilek dan hidung tersumbat.

  • Infeksi telinga.

  • Refluks asam lambung.

  • Perut kembung atau banyak gas.

  • Infeksi saluran pernapasan.

  • Demam.

Saat berbaring, gejala-gejala tersebut sering terasa lebih mengganggu sehingga bayi menjadi gelisah dan lebih sering terbangun sepanjang malam.

Jadi, bayi yang tiba-tiba lebih sering terbangun malam umumnya mengalami kombinasi beberapa faktor, seperti regresi tidur, rasa lapar, ketidaknyamanan fisik, kelelahan berlebihan, perubahan perkembangan, kondisi lingkungan, atau sedang sakit. Kabar baiknya, sebagian besar penyebab tersebut bersifat normal dan sementara.

Dengan memahami penyebabnya, orang tua dapat memberikan penanganan yang tepat sehingga kualitas tidur bayi dan keluarga dapat membaik.

Referensi

Baby Sleep Science. Diakses pada Juni 2026. "Interpreting and Solving Different Types of Night Waking."

Happiest Baby. Diakses pada Juni 2026. "What to Do When Your Baby Wakes Up Every Hour."

Little Ones. Diakses pada Juni 2026. "Night Waking in Babies: Causes and Expectations by Age."

My Sleep Store. Diakses pada Juni 2026. "Why Is My Baby Waking In The Night?"

My Sweet Sleeper. Diakses pada Juni 2026. "Five Reasons Your Baby Is Waking So Much at Night."

Editorial Team

Related Article