ilustrasi pasien diabetes (IDN Times/Novaya Siantita)
Bisul mungkin terlihat seperti masalah kulit ringan, tetapi pada orang dengan diabetes, kondisi ini bisa berkembang menjadi komplikasi serius seperti selulitis, abses dalam, hingga infeksi sistemik.
Infeksi kulit pada diabetes harus ditangani lebih agresif karena risiko komplikasi yang lebih tinggi dibandingkan populasi umum.
Diabetes dapat memengaruhi seluruh tubuh, termasuk kulit. Bisul yang tampak ringan bisa menjadi sinyal bahwa sistem pertahanan tubuh sedang tidak bekerja optimal.
Pendekatan terbaik adalah pencegahan, dengan cara menjaga kontrol glikemik, merawat kebersihan kulit, serta segera menangani luka sekecil apa pun. Dalam konteks diabetes, perhatian terhadap detail kecil sering menjadi pembeda antara kondisi yang cepat pulih dan komplikasi serius.
Referensi
Cresio Alves, Juliana Casqueiro, and Janine Casqueiro, “Infections in Patients With Diabetes Mellitus: A Review of Pathogenesis,” Indian Journal of Endocrinology and Metabolism 16, no. 7 (January 1, 2012): 27, https://doi.org/10.4103/2230-8210.94253.
American Diabetes Association. “Standards of Medical Care in Diabetes—2024.” Diabetes Care 47, Supplement_1 (2024). Diakses April 2026.
Andrew Jm Boulton et al., “The Global Burden of Diabetic Foot Disease,” The Lancet 366, no. 9498 (November 1, 2005): 1719–24, https://doi.org/10.1016/s0140-6736(05)67698-2.
Matthew S. Dryden, “Skin and Soft Tissue Infection: Microbiology and Epidemiology,” International Journal of Antimicrobial Agents 34 (June 27, 2009): S2–7, https://doi.org/10.1016/s0924-8579(09)70541-2.
World Health Organization. “Diabetes.” Diakses April 2026.