Nyeri lutut saat perjalanan bisa dicegah dengan strategi sederhana, yang terutama melibatkan menjaga mobilitas, sirkulasi, dan beban sendi tetap optimal.
1. Rutin menggerakkan lutut setiap 30-60 menit
Jangan duduk terlalu lama tanpa bergerak. Idealnya, lakukan peregangan ringan atau berdiri setiap 30–60 menit.
Beberapa gerakan sederhana yang bisa dilakukan, seperti:
Meluruskan dan menekuk lutut berulang.
Mengangkat tumit dan ujung kaki (ankle pump).
Berdiri sejenak atau berjalan singkat.
2. Hindari posisi lutut tertekuk terlalu lama
Usahakan posisi duduk tidak membuat lutut terlalu menekuk tajam.
Pilih ruang kaki yang cukup luas.
Sesekali luruskan kaki ke depan.
Gunakan penopang kaki kecil jika perlu.
3. Gunakan penyangga lutut
Bagi yang punya riwayat nyeri lutut, cedera lama dan osteoartritis, penggunaan knee brace atau stoking kompresi bisa membantu:
4. Jaga aktivasi otot kaki
Otot paha dan betis berperan sebagai “pompa” sirkulasi. Saat tidak aktif, cairan mudah menumpuk di sekitar lutut.
Kontraksikan otot paha (tahan 5–10 detik).
Lakukan gerakan kecil meski tetap duduk.
Hindari posisi kaki menggantung terlalu lama.
5. Atur aktivitas setelah tiba di tujuan
Hindari langsung melakukan aktivitas berat setelah perjalanan panjang, lakukan secara bertahap.
Mulai dengan jalan santai.
Hindari langsung naik-turun tangga berlebihan.
Istirahatkan tubuh sebelum aktivitas intens.
6. Pakai alas kaki yang nyaman
Saat bepergian pilih sepatu dengan bantalan yang nyaman, hindari sandal tipis dalam waktu lama, pastikan sepatu menopang lengkungan kaki. Alas kaki yang buruk dapat meningkatkan beban pada sendi lutut.
7. Hidrasi yang cukup
Kurang minum bisa memperburuk kekakuan sendi dan memperlambat sirkulasi. Minum cukup air akan membantu:
Menjaga elastisitas jaringan.
Mendukung fungsi cairan sinovial.
Mengurangi risiko pembengkakan.
Nyeri lutut setelah perjalanan jauh memang umum terjadi, tetapi bukan berarti kamu pasrah saja. Dengan memahami penyebabnya, kamu bisa mengambil langkah pencegahan yang tepat. Kuncinya adalah menjaga tubuh tetap aktif, memberi waktu adaptasi pada sendi, serta tidak memaksakan aktivitas berlebihan setelah perjalanan.
Referensi
"Knee Pain While Traveling? Tips for Relief on the Go". United Knee Centers. Diakses Maret 2026.
"Knee Pain While Traveling? Here's What It Means and When to Take Action. Docvelez. Diakses Maret 2026.
"How to Prevent Recurrence of Knee Pain While Traveling". Pain Relief. Diakses Maret 2026.
"Holiday Travel and Joint Pain: How to Stay Comfortable". 360 Orthopedics. Diakses Maret 2026.
"Managing Knee Pain When Driving and Traveling". OrthoConnecticut. Diakses Maret 2026.